BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Jumlah penumpang kapal yang tiba di Pelabuhan Murhum Baubau menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026 mulai mengalami peningkatan. PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni memperkirakan total penumpang yang turun dari beberapa kapal yang bersandar pada Selasa (10/3/2026) mencapai sekitar 4.000 orang. “Jelang Lebaran 1447 H Pelni Tambah Armada, 4.000 Penumpang Tiba di Pelabuhan Murhum Baubau, Dipicu Diskon Tiket 30 Persen,”

Kepala Cabang PT Pelni (Persero) Baubau, Djasman, mengatakan lonjakan penumpang tersebut didominasi oleh kapal yang datang dari wilayah timur Indonesia, seperti Balikpapan, Ambon, hingga Papua.
Menurutnya, jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Murhum memang belum menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Namun, untuk kedatangan hari itu, jumlahnya tergolong cukup tinggi.
“Kalau kita lihat dari jumlah penumpang yang turun di Pelabuhan Murhum, memang dibandingkan tahun lalu tidak terlalu signifikan. Namun untuk hari ini termasuk cukup tinggi, terutama dari arah Balikpapan dan Papua, khususnya dari Ambon,” kata Djasman kepada awak media.
Ia menjelaskan, dua kapal besar yang bersandar yakni KM Lambelu dan KM Gunung Dempo membawa sekitar 3.500 hingga 3.600 penumpang yang turun di Baubau.
Jika ditambah dengan penumpang dari kapal lainnya yang juga bersandar pada hari yang sama, maka total penumpang yang tiba di Pelabuhan Murhum diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang.
“Untuk kapal Lambelu dan Gunung Dempo saja diperkirakan sekitar 3.500 sampai 3.600 penumpang yang turun. Kalau ditambah kapal lainnya, total hari ini kemungkinan sekitar 4.000 penumpang,” jelasnya.
Djasman menyebut angka tersebut berpotensi menjadi salah satu puncak kedatangan penumpang selama periode angkutan Lebaran tahun ini di Pelabuhan Murhum Baubau.
Selain itu, ia memperkirakan lonjakan penumpang berikutnya akan terjadi pada 14 dan 16 Maret 2026, saat kapal dari wilayah timur Indonesia kembali bersandar di pelabuhan tersebut.
Sementara itu, pada 17 Maret diperkirakan juga akan terjadi peningkatan penumpang seiring kedatangan kapal berkapasitas besar seperti KM Labobar dan KM Sinabung.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode angkutan Lebaran, PT Pelni juga menambah armada kapal yang melayani rute menuju dan dari Baubau.
“Sebelumnya kapal yang rutin melayani di sini ada sekitar 11 kapal. Kami menambah dua kapal lagi yaitu KM Bukit Siguntang dan KM Gunung Dempo untuk membantu mengantisipasi lonjakan penumpang,” ujarnya.
Di sisi lain, Pelni juga memprediksi arus balik Lebaran akan didominasi penumpang yang kembali menuju wilayah timur Indonesia seperti Ambon, Ternate, dan Papua, terutama melalui perjalanan KM Ciremai dan KM Labobar.
Untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi laut, Pelni juga memberikan potongan harga tiket sebesar 30 persen selama periode angkutan Lebaran.
baca juga:
- Operasi Ramadhan, PKL Pasar Karya Nugraha Ditata Satpol PP Baubau
- Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Dipastikan Tampak di Indonesia, Wilayah Timur Paling Jelas, Yuk Catat Waktu dan Durasi Gerhananya
Program diskon tersebut berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 6 April 2026 dan dapat dimanfaatkan oleh penumpang di seluruh pelabuhan yang dilayani kapal Pelni.
“Untuk keberangkatan tanggal 11 Maret sampai 6 April, kami memberikan diskon tiket sebesar 30 persen. Program ini berlaku di seluruh pelabuhan, untuk semua kapal dan semua tujuan,” ungkap Djasman.(Prasetio M/Firman)
Baca Berita Lainnya:

Insiden kebakaran tersebut baru diketahui warga setelah melihat kobaran api yang membesar di bagian depan kios. Kepanikan sempat terjadi, lantaran api merambat cepat ke barang-barang dagangan yang mudah terbakar.
Laporan resmi diterima oleh layanan emergency call Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan Penyelamatan Kota Baubau pada pukul 04.50 WITA. Dalam respons cepat, tiga unit armada pemadam dikerahkan menuju lokasi, terdiri dari dua unit mobil Mako Damkar dan satu unit dari Posko Betoambari.
Kepala Dinas Damkar, H La Ode Ali Hasan, SE, M.Si, menyatakan bahwa petugas tiba di lokasi hanya dalam waktu tujuh menit setelah laporan diterima. “Begitu kendaraan sampai, personel langsung melakukan penyerangan api dari dua titik,” ujarnya.
Proses pemadaman berlangsung intens selama sekitar 45 menit karena material kios didominasi sembako, plastik, dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Karakter material tersebut membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan. “Kondisi di lapangan cukup menantang karena api sudah menyambar ke bagian rumah belakang,” tambah Ali Hasan.

Meski penyebab pasti masih diselidiki, dugaan sementara berdasarkan keterangan warga menyebutkan bahwa sumber api berasal dari lilin yang dinyalakan sebagai penerangan. Penggunaan lilin dalam ruangan yang terdapat banyak bahan mudah terbakar menjadi faktor yang mempercepat merambatnya api.
Dampak kerusakan yang ditimbulkan cukup besar. Kios berukuran 4×3 meter itu hangus terbakar, sebuah sepeda motor matic baru rusak total, dan bagian depan rumah pemilik kios ikut terdampak. Total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Penjaga kios bernama Wa Rima, seorang nenek yang juga merupakan kerabat dari pemilik kios La Daadu (40), mengalami luka bakar saat berupaya menyelamatkan barang dagangan. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Faga Husada. “Kondisinya butuh perawatan intensif karena luka bakarnya cukup serius,” kata seorang petugas medis.
Wali Kota Baubau, H Yusran Fahim, SE, turut meninjau lokasi kebakaran beberapa jam setelah kejadian. Pemerintah Kota Baubau juga menyerahkan bantuan sosial berupa logistik pangan, pakaian, selimut, sarung, dan peralatan dapur melalui Sekda La Ode Darus Salam, S.Sos, M.Si, bersama jajaran OPD terkait.

Secara historis, kasus kebakaran kios seperti ini bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), lebih dari 2.300 kasus kebakaran permukiman terjadi sepanjang 2024, dengan sebagian besar disebabkan oleh hubungan arus pendek dan penggunaan alat penerangan manual seperti lilin. Di tingkat global, laporan UN Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) mencatat bahwa kebakaran kecil di area padat penduduk adalah salah satu penyebab kerugian ekonomi terbesar di negara berkembang.
baca juga:
- Operasi Ramadhan, PKL Pasar Karya Nugraha Ditata Satpol PP Baubau
- Longboat Berpenumpang Dua Orang Asal Mawasangka Hilang di Perairan Kabaena, Basarnas Terjunkan Tim SAR Baubau
Ali Hasan kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api. “Kami mengimbau agar masyarakat tidak menyalakan lilin di area yang banyak material mudah terbakar. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Upaya edukasi dan mitigasi kebakaran, termasuk simulasi penanggulangan kebakaran skala kecil, disebut akan terus dilakukan oleh Damkar Baubau sebagai bagian dari program pencegahan jangka panjang.(*)



