Selama Ramadan hinbgga Idulfitri 1447 H, BPOM Baubau Intensifkan Sidak Pangan di Kepulauan Buton, Uji 500 Sampel, Seluruhnya Bebas Bahan BerbahayaSelama Ramadan hinbgga Idulfitri 1447 H, BPOM Baubau Intensifkan Sidak Pangan di Kepulauan Buton, Uji 500 Sampel, Seluruhnya Bebas Bahan Berbahaya

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Baubau mengintensifkan pengawasan terhadap peredaran pangan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan dan kebutuhan konsumsi selama bulan puasa. “Selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H, BPOM Baubau Intensifkan Sidak Pangan di Kepulauan Buton, Uji 500 Sampel, Seluruhnya Bebas Bahan Berbahaya”

 

Selama Ramadan hinbgga Idulfitri 1447 H, BPOM Baubau Intensifkan Sidak Pangan di Kepulauan Buton, Uji 500 Sampel, Seluruhnya Bebas Bahan Berbahaya
Selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 H, BPOM Baubau Intensifkan Sidak Pangan di Kepulauan Buton, Uji 500 Sampel, Seluruhnya Bebas Bahan Berbahaya

Kepala Balai POM Baubau Ryan Feri Kusuma mengatakan pengawasan difokuskan pada produk pangan olahan yang beredar di pasar, baik di tingkat distributor, gudang penyimpanan, maupun toko ritel. Selain itu, pengawasan juga menyasar pedagang takjil yang marak menjelang waktu berbuka puasa.

“Pada periode Ramadan hingga menjelang Idulfitri kami melakukan intensifikasi pengawasan pangan. Ini merupakan langkah antisipatif karena kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat cukup tinggi selama bulan puasa,” ujar Ryan saat ditemui di Kantor Balai POM Baubau, Selasa (10/3/2026).

Pengawasan tersebut dilakukan secara bertahap dalam lima tahap sejak 17 Februari 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga sekitar 16–17 Maret 2026, bertepatan dengan periode menjelang Hari Raya Idulfitri.

Dalam kegiatan pengawasan tersebut, petugas melakukan pengujian terhadap pangan olahan dan takjil menggunakan rapid test kit untuk mendeteksi kandungan bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam makanan.

Ryan menjelaskan, terdapat empat parameter utama yang diperiksa dalam pengujian tersebut, yakni pewarna sintetis berbahaya Rhodamin B, Metanil Yellow, serta bahan pengawet yang tidak diperbolehkan seperti formalin dan boraks.

“Dari sekitar 500 sampel pangan yang telah kami uji dari seluruh wilayah kerja Balai POM Baubau, hasilnya menunjukkan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya pada empat parameter tersebut,” kata Ryan.

Meski demikian, BPOM tetap menemukan sejumlah produk yang tidak layak konsumsi dalam kegiatan inspeksi mendadak terhadap sarana distribusi pangan.

Hingga tahap keempat intensifikasi pengawasan, petugas telah memeriksa sekitar 40 hingga 50 sarana distribusi dan penjualan pangan di wilayah kerja Balai POM Baubau.

“Sekitar 10 persen sarana yang kami periksa masih ditemukan menjual produk yang tidak layak konsumsi, seperti makanan dan minuman yang sudah kedaluwarsa atau kemasannya rusak,” ujarnya.

Menurut Ryan, seluruh produk yang ditemukan tidak layak konsumsi langsung diminta untuk ditarik dari peredaran dan dimusnahkan agar tidak sampai dikonsumsi masyarakat.

“Produk yang kedaluwarsa atau rusak langsung kami minta kepada pemiliknya untuk ditarik dan dimusnahkan,” tegasnya.

Wilayah pengawasan Balai POM Baubau mencakup enam kabupaten dan kota di kawasan Kepulauan Buton, termasuk Kota Baubau, Kabupaten Buton Tengah, Buton Selatan, Wakatobi, dan wilayah sekitarnya. Di Kota Baubau sendiri, jumlah sarana yang diperiksa relatif lebih banyak karena aktivitas perdagangan lebih tinggi dibanding daerah lain.

Secara historis, intensifikasi pengawasan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri merupakan agenda rutin BPOM di seluruh Indonesia. Program ini telah dilakukan secara nasional sejak awal 2000-an sebagai respons terhadap meningkatnya peredaran pangan musiman yang berpotensi tidak memenuhi standar keamanan.

Dalam beberapa kasus di Indonesia pada tahun-tahun sebelumnya, BPOM pernah menemukan penggunaan bahan berbahaya seperti boraks dan formalin pada makanan olahan maupun jajanan pasar, sehingga pengawasan ketat terus dilakukan setiap tahun menjelang hari besar keagamaan.

Di tingkat internasional, lembaga pengawas pangan seperti Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat maupun European Food Safety Authority (EFSA) di Uni Eropa juga melakukan pengawasan intensif terhadap peredaran pangan pada periode konsumsi tinggi, seperti perayaan Natal, Tahun Baru, dan hari besar lainnya.

Ryan menegaskan bahwa pengawasan akan terus dilakukan hingga akhir periode Ramadan guna memastikan seluruh produk pangan yang beredar di masyarakat tetap aman dikonsumsi.

baca juga:

  1. Kabid Kesmas Buton Selatan Wa Ode Mahazura Tinjau Faskes Batuatas, Medan Ekstrem Menuju
  2. Libur Lebaran, BPJS Baubau Jamin Layanan UGD Faskes Tetap Siaga 24 Jam

“Kami berharap kondisi ini terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan mengonsumsi pangan yang aman serta layak,” kata Ryan.

BPOM Baubau juga mengimbau masyarakat untuk lebih teliti sebelum membeli produk pangan dengan memperhatikan tanggal kedaluwarsa, kondisi kemasan, serta izin edar produk.

Langkah pengawasan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha sekaligus memberikan perlindungan maksimal kepada konsumen selama bulan Ramadan hingga Idulfitri.(Firman/Prasetio M)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST — Menjelang arus mudik Lebaran, BPJS Kesehatan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa. Meski demikian, khusus untuk Kota Baubau belum tersedia posko layanan mudik seperti yang ada di beberapa kota besar di Indonesia. “Tanpa Posko Mudik, Layanan BPJS Kesehatan Baubau Tetap Buka Saat Lebaran,”

Tanpa Posko Mudik, Layanan BPJS Kesehatan Baubau Tetap Buka Saat Lebaran
Tanpa Posko Mudik, Layanan BPJS Kesehatan Baubau Tetap Buka Saat Lebaran

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau Apt. Sarman Palipadang., S.Farm., M.Kes., AAK., CESP., CT ditemui awak mesia, Senin 09 Maret 2026, mengatakan Posko mudik BPJS Kesehatan umumnya ditempatkan di kota-kota besar dengan tingkat mobilitas pemudik yang tinggi, seperti di Makassar maupun sejumlah rest area di Pulau Jawa. Penentuan lokasi posko tersebut merupakan kebijakan dari kantor pusat BPJS Kesehatan berdasarkan tingkat kepadatan arus mudik.

” Posko di Kota Babau tidak ada.
Biasanya posko-posko mudik itu di kota-kota seperti Makassar dan kota-kota besar lainnya. Untuk titik Posko ditentukan oleh kantor BPJS Kesehatan yang jumlah pemudiknya dinilai cukup padat,” ujar Sarman Palipadang

Meski tanpa Posko khusus, kata Sarman, masyarakat Baubau tetap dapat mengakses layanan administrasi BPJS Kesehatan secara langsung di kantor cabang setempat. Layanan yang tersedia meliputi pendaftaran peserta, pengecekan kepesertaan, hingga pengurusan administrasi lainnya.

” Selama periode Lebaran, operasional kantor BPJS Kesehatan tetap berlangsung seperti hari kerja biasa. Pelayanan dibuka hingga pukul 15.00 WITA, sementara pengambilan nomor antrean dilayani hingga pukul 13.30 WITA,” terangnya.

Penutupan kantor hanya akan dilakukan pada hari libur nasional atau tanggal merah resmi, seperti saat Hari Raya Idulfitri dan hari raya nyepi.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga memastikan seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Rumah sakit maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama tetap beroperasi, terutama untuk layanan gawat darurat.

Unit Gawat Darurat (UGD) di setiap rumah sakit diwajibkan tetap buka selama 24 jam untuk menangani pasien dengan kondisi darurat. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis mendesak tetap dapat langsung mendatangi rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

baca juga:

  1. Jaga Kesehatan Selama Ramadhan, Direktur ACC Arief Munandar Ingatkan Pentingnya Adaptasi
  2. Digitalisasi Faskes Baubau Diapresiasi BPJS Kesehatan, Layanan JKN Terus Diperkuat

Sementara untuk layanan poli rawat jalan, jadwal operasional dapat menyesuaikan dengan kebijakan masing-masing rumah sakit. Dengan tetap berjalannya layanan administrasi dan fasilitas kesehatan, BPJS Kesehatan berharap masyarakat tetap dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang optimal selama masa libur Lebaran.

Untuk diketahui BPJS kesehatan Cabang Baubau menggelar konfrensi pers persiapan layanan BPJS kesehatan selama cuti bersama dan Libur Lebaran 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah awak media cetak dan elektronik. (*)

Visited 24 times, 1 visit(s) today