6

BUTON SELATAN, BP –Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kabupaten Buton Selatan, Wa Ode Mahazura, S.ST., M.Kes, bersama seluruh programer Bidang Kesmas melaksanakan kunjungan kerja selama lima hari di Kecamatan Batuatas serta menyoroti akses ektrem yang menuju Puskesmas. “Kabid Kesmas Buton Selatan Wa Ode Mahazura Tinjau Faskes Batuatas, Medan Ekstrem Menuju Puskesmas Disorot,”

6

Kunjungan tersebut difokuskan pada dua fasilitas layanan kesehatan, yakni Puskesmas Batuatas dan Puskesmas Batuatas Barat. Dalam kegiatan itu, tim melaksanakan berbagai agenda penguatan program kesehatan masyarakat.

“Kami sudah empat hari berada di Batuatas untuk memastikan program-program kesehatan masyarakat berjalan dengan baik,” ujar Wa Ode Mahazura pada awak media, Sabtu (28/2/2026).

Selama kunjungan, Bidang Kesmas melakukan advokasi bersama Pemerintah Kecamatan Batuatas dan lintas sektor terkait. Selain itu, digelar pula Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) aksi Ibu Hamil Sehat sebagai bagian dari upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kehamilan dan persalinan yang aman.

“Kami juga melakukan advokasi lintas sektor bersama pemerintah kecamatan dan stakeholder terkait agar dukungan terhadap program kesehatan semakin kuat,” jelasnya.

Tim programer turut melaksanakan supervisi dan bimbingan teknis kepada pengelola program di puskesmas, seperti Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), program gizi dalam pencegahan stunting, promosi kesehatan untuk penguatan Posyandu, Integrasi Layanan Primer (ILP), serta program lainnya.

2 2

“Kami memberikan supervisi dan bimbingan teknis kepada para programer puskesmas, mulai dari KIA, gizi dalam pencegahan stunting, promosi kesehatan, hingga penguatan Posyandu dan ILP,” katanya.

Tak hanya itu, kunjungan rumah juga dilakukan kepada ibu hamil berisiko sebagai langkah deteksi dini dan pendampingan langsung di lapangan.

Namun, di balik rangkaian kegiatan tersebut, Wa Ode Mahazura mengaku prihatin dengan kondisi akses menuju layanan kesehatan di Batuatas Barat, khususnya di Desa Batuatas Liwu.

“Saya sempat sedih melihat kondisi jalan yang harus dilewati ibu hamil untuk memeriksakan diri ke puskesmas. Masyarakat yang ada di bawah tebing, seperti di Desa Batuatas Liwu, harus melewati puluhan anak tangga dan tebing yang cukup ekstrem,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat berisiko, terlebih saat proses persalinan.

“Ada satu desa yang sama sekali persalinannya tidak bisa dilakukan di puskesmas karena aksesnya sangat sulit. Bahkan untuk menuju Puskesmas Batuatas Barat, jalannya tidak bisa diakses masyarakat dalam kondisi darurat,” tegasnya.

8

Melihat kondisi tersebut, ia berharap wilayah kerja Puskesmas Batuatas dan Puskesmas Batuatas Barat menjadi prioritas dalam pengadaan tenaga kesehatan, baik PNS maupun PPPK, serta pemenuhan sarana dan prasarana.

“Kami harapkan wilayah ini menjadi prioritas utama, baik untuk pengadaan tenaga kesehatan PNS maupun PPPK, termasuk pemenuhan sarana prasarana dan kesejahteraan petugas kesehatan,” pungkasnya.

baca juga:

  1. Data Akurat Jadi Kunci Dinkes Baubau Atasi TBC dan HIV di Tahun 2026
  2. Digitalisasi Faskes Baubau Diapresiasi BPJS Kesehatan, Layanan JKN Terus Diperkuat

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan kesehatan di wilayah kepulauan Buton Selatan.(*)

Galeri Foto

baca berita lainnya:

Jaga Kesehatan Selama Ramadhan, Direktur ACC Arief Munandar Ingatkan Pentingnya Adaptasi Sejak Dini

BAUBAU, DT – Menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan, geliat masyarakat di Baubau semakin terasa. Aktivitas ibadah di masjid mulai meningkat, sementara persiapan menyambut puasa terlihat di berbagai wilayah. Di balik semangat tersebut, tenaga kesehatan menilai pentingnya kesiapan fisik agar ibadah dapat dijalankan secara maksimal. “Jaga Kesehatan Selama Ramadhan, Direktur ACC Arief Munandar Ingatkan Pentingnya Adaptasi Sejak Dini,”

Jaga Kesehatan Selama Ramadhan, Direktur ACC Arief Munandar Ingatkan Pentingnya Adaptasi Sejak Dini
Jaga Kesehatan Selama Ramadhan, Direktur ACC Arief Munandar Ingatkan Pentingnya Adaptasi Sejak Dini

Kesadaran menjaga kesehatan selama Ramadhan bukan hal baru dalam tradisi umat Muslim. Dalam catatan sejarah global, umat Islam di berbagai negara selalu menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah dan kondisi tubuh agar esensi puasa tetap terjaga. Di Indonesia, edukasi kesehatan menjelang Ramadhan bahkan telah menjadi agenda rutin sejak dekade 1990-an melalui berbagai lembaga kesehatan dan keagamaan.

Di Baubau, salah satu pihak yang aktif memberikan edukasi adalah Arief Care Center (ACC). Direktur ACC, Arief Munandar, S.Kep., Ns., MM, menuturkan bahwa perubahan pola makan, istirahat, dan aktivitas fisik selama Ramadhan memerlukan adaptasi bertahap. “Puasa itu bukan hanya ibadah, tetapi juga proses biologis. Tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan diri,” ujarnya dalam wawancara, Rabu (18/2/2026).

Arief menjelaskan bahwa gangguan kesehatan sering muncul pada awal Ramadhan karena perubahan pola hidup yang dilakukan secara mendadak. Menurutnya, banyak masyarakat terbiasa mengonsumsi kopi di pagi hari, makanan bersantan, pedas, atau ikan asin, sehingga ketika pola tersebut berhenti tiba-tiba, tubuh memberi reaksi berupa sakit kepala, gangguan lambung, atau rasa lemas.

“Biasanya keluhan pertama itu sakit kepala karena penurunan kafein,” ungkap Arief. Ia menambahkan bahwa perubahan jadwal makan yang drastis dapat memicu gangguan pencernaan, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat maag atau gastritis.

Selain itu, para penderita penyakit kronis seperti hipertensi dan diabetes juga memerlukan perhatian khusus menjelang memasuki bulan puasa. Berdasarkan pengalaman pelayanan kesehatan di ACC, Arief mengungkap masih sering ditemui pasien dengan tekanan darah yang tidak stabil atau penurunan gula darah akibat kurangnya persiapan. “Puasa bermanfaat untuk metabolisme, tapi bagi penderita penyakit tertentu tetap harus konsultasi,” katanya.

Secara global, beberapa lembaga kesehatan dunia mencatat bahwa puasa Ramadhan dapat memberikan manfaat kesehatan seperti perbaikan sensitivitas insulin dan penurunan kadar lemak tubuh, asalkan dijalankan dengan pola makan yang baik. Namun, ketidakteraturan sahur dan berbuka sering menjadi faktor yang memicu masalah kesehatan pada sebagian masyarakat.

Arief menekankan bahwa sahur merupakan pilar penting untuk menjaga energi selama berpuasa sekitar 13–14 jam. Karbohidrat kompleks, protein seimbang, serta buah-buahan yang kaya air dinilai mampu menjaga daya tahan tubuh. “Hindari makanan asin dan gorengan berlebih, itu bikin cepat haus dan gampang lemas,” jelasnya.

Sementara itu, dalam tradisi internasional, pola berbuka puasa secara bertahap telah lama dilakukan, terutama di kawasan Timur Tengah. Konsumsi kurma dan air sebelum makanan utama dipercaya membantu tubuh menyesuaikan kadar gula darah secara stabil. Di Indonesia, pendekatan serupa mulai mendapat perhatian dari para ahli gizi untuk mencegah lonjakan gula darah.

Arief juga mengingatkan bahwa kebiasaan berbuka dengan makanan manis berlebihan dapat membahayakan, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko tinggi terhadap gangguan metabolik. “Buka puasa itu jangan balas dendam. Mulailah pelan-pelan,” ujarnya.

baca juga:

  1. Data Akurat Jadi Kunci Dinkes Baubau Atasi TBC dan HIV di Tahun 2026
  2. Vaksinasi 126 CJH 2026 Dimulai, Empat Puskesmas Baubau Siapkan Layanan Khusus

Selain makanan, faktor istirahat juga menjadi penentu kesehatan selama Ramadhan. Pola tidur yang berubah akibat bangun sahur dan kegiatan ibadah malam sering menurunkan kualitas tidur masyarakat. Menurut Arief, pengaturan tidur dan hidrasi menjadi dua elemen yang kerap terabaikan padahal sangat penting untuk menjaga konsentrasi dan stamina.

Menutup penjelasannya, Arief mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki pola hidup. “Ramadhan itu bukan sekadar ibadah, tetapi kesempatan memperbaiki diri. Tubuh yang sehat akan mendukung ibadah yang lebih maksimal,” pungkasnya.(*)

Visited 136 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *