Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 2 Maret 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 2 Maret 2026 versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 2 Maret 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
- Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 25 Februari 2026
- Koran Online Baubau Post Edisi 23 Februari 2026
baca berita lainnya:

Panen raya yang berlangsung pada Rabu (4/3/2026) itu turut dihadiri Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 29/Mekongga, Kolonel Inf Afriandi Bayu Laksono, S.Sos., M.I.Pol., yang melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah unit pengembangan pangan di lingkungan batalyon.
Selain memanen jagung, rombongan juga meninjau sektor peternakan dan perikanan yang dikelola prajurit. Beberapa komoditas yang dibudidayakan antara lain 13 ekor sapi, kambing, berbagai jenis ayam, serta sekitar 200 ekor bebek. Sementara itu, sektor perikanan juga telah menghasilkan panen ikan yang dikelola oleh prajurit di lingkungan satuan.
Menurut Afriandi, keberhasilan panen jagung tersebut menjadi capaian penting bagi Yonif TP 823 yang belum genap satu tahun berdiri, namun telah mampu menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan sektor pangan.
“Ini adalah salah satu kegiatan untuk mendukung program pemerintah, khususnya ketahanan pangan. Kita melihat langsung bagaimana pengembangan pertanian dan peternakan berjalan dengan baik,” ujar Afriandi kepada awak media.
Ia menjelaskan, secara ideal setiap batalyon membutuhkan sekitar 50 hektare lahan untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan. Namun hingga saat ini, lahan yang tersedia bagi Yonif TP 823 baru mencapai 21 hektare.
Meski demikian, seluruh lahan yang tersedia akan dimanfaatkan secara maksimal dengan dukungan sembilan kompi yang berada di bawah struktur satuan tersebut. Upaya ini dilakukan untuk memastikan program pengembangan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Afriandi mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan pertanian di wilayah tersebut adalah keterbatasan sumber air akibat minimnya curah hujan. Kendati demikian, prajurit mampu memaksimalkan lahan yang ada sehingga panen jagung tetap dapat terlaksana.
“Memang tantangan utama di sini adalah masalah air, namun kita mampu memaksimalkan lahan yang ada. Ini tentu menjadi prestasi tersendiri,” katanya.
Hasil produksi jagung tersebut untuk sementara dikelola secara internal oleh satuan. Namun sebagian hasilnya juga direncanakan akan disalurkan kepada masyarakat sekitar, khususnya kelompok tani dan pemuda desa.
Afriandi menilai langkah tersebut penting untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian yang memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.
“Kita ingin menggugah semangat generasi muda bahwa bertani bukan hanya untuk kaum tua. Pertanian dan peternakan juga bisa menjadi sumber perekonomian yang menjanjikan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai program pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang saat ini menjadi salah satu agenda strategis dalam peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Tentu kami terbuka untuk kolaborasi, namun perlu komunikasi lebih lanjut serta harus memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang telah ditetapkan dalam program tersebut,” jelasnya.
Secara historis, keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan pangan bukanlah hal baru. Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, berbagai satuan TNI juga turut terlibat dalam program pengamanan dan pengembangan produksi pangan nasional, terutama di daerah-daerah terpencil.
Di tingkat nasional, pemerintah Indonesia sendiri telah menjalankan berbagai program ketahanan pangan sejak era Orde Baru, termasuk program swasembada beras yang berhasil dicapai pada tahun 1984 dan diakui oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO).
baca juga:
- Pemkot Baubau Pacu Tender Proyek Infrastruktur dan Penataan Pasar Tahun 2026
- Penataan Pasar dan Infrastruktur Masuk Prioritas Pembangunan Pemkot Baubau 2026
Sementara secara global, isu ketahanan pangan menjadi perhatian dunia sejak Konferensi Pangan Dunia yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1974. Sejak saat itu, berbagai negara terus berupaya memperkuat sistem produksi pangan untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, serta krisis pangan global.
Melalui pengembangan pertanian, peternakan, dan perikanan yang dilakukan oleh Yonif TP 823/Raja Wakaaka ini, diharapkan kontribusi TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional dapat semakin nyata sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat di wilayah Baubau dan sekitarnya.(*)


