BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – BPJS Kesehatan Cabang Baubau menggelar Semarak Gerak Sehat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang diikuti sekitar 400 peserta dari 30 Klub Prolanis di kawasan Alun-alun Kotamara, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 BPJS Kesehatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya hidup sehat sekaligus menekan risiko penyakit kronis melalui pendekatan promotif dan preventif. “HUT ke-58 BPJS Kesehatan, Ratusan Peserta Ramaikan Semarak Gerak Sehat Prolanis di Kotamara Baubau,”

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Baubau, Sarman Palipadang, mengatakan Prolanis merupakan salah satu program unggulan BPJS Kesehatan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup peserta yang menderita hipertensi dan diabetes melitus. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari peserta, fasilitas kesehatan, hingga pemerintah daerah.
“Keberhasilan Prolanis tidak hanya bergantung pada BPJS Kesehatan maupun tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan komitmen peserta, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menerapkan pola hidup sehat,” kata Sarman.
Ia menjelaskan, pendekatan yang dikembangkan dalam Prolanis tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga mengedepankan upaya promotif dan preventif agar peserta terhindar dari komplikasi penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, pimpinan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) se-Kota Baubau, serta ratusan peserta yang didominasi kalangan lanjut usia (lansia) dan penyandang penyakit kronis. Sejak pukul 06.30 Wita, peserta mengikuti jalan sehat mengelilingi kawasan Kolam Bundar Kotamara yang kemudian dilanjutkan dengan pelepasan balon sebagai simbol dimulainya kampanye hidup sehat dan senam Prolanis bersama.
Sekda Kota Baubau La Ode Darussalam memberikan apresiasi terhadap konsistensi BPJS Kesehatan dalam mendukung pelayanan kesehatan melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, sinergi antara BPJS Kesehatan dan seluruh fasilitas kesehatan menjadi modal penting dalam menjaga mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang tetap konsisten menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Kami juga mengapresiasi seluruh fasilitas kesehatan yang terus mendukung pelaksanaan Program JKN,” ujar La Ode Darussalam.
Ia mengingatkan bahwa hipertensi dan diabetes melitus masih menjadi dua penyakit kronis yang banyak ditemukan di masyarakat. Karena itu, olahraga teratur, pola makan seimbang, serta pemeriksaan kesehatan berkala harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Olahraga rutin, menjaga pola makan, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk mencegah penyakit kronis,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Baubau juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra kerja. Puskesmas Liwuto menerima penghargaan sebagai Klub Prolanis Teraktif sekaligus Pengelolaan Prolanis Terbaik, sedangkan Puskesmas Lakologou meraih penghargaan sebagai FKTP dengan tingkat keaktifan Program Rujuk Balik (PRB) tertinggi.
baca juga:
- Baubau Raih Dua Penghargaan BKKBN Berkat Penguatan Kampung KB
- JKN Layani 725,3 Juta Kunjungan Sepanjang 2025, BPJS Kesehatan Tegaskan Program Tetap Berkelanjutan
Secara historis, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mulai diberlakukan di Indonesia pada 1 Januari 2014 sebagai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan dikelola oleh BPJS Kesehatan. Program Prolanis kemudian dikembangkan sebagai strategi nasional untuk mengendalikan penyakit kronis yang menjadi penyebab utama beban pembiayaan kesehatan. Secara global, World Health Organization (WHO) menempatkan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, dan stroke sebagai penyebab sekitar 74 persen kematian di dunia, sehingga upaya promotif dan preventif melalui aktivitas fisik rutin serta deteksi dini menjadi strategi yang terus didorong berbagai negara.(*)
baca berita lainnya:

Peluncuran LANURI dilaksanakan secara nasional pada Senin (13/7/2026). Program ini mengintegrasikan layanan administrasi JKN melalui Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) berbasis video conference serta layanan jemput bola BPJS Keliling, sehingga masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses tetap dapat memperoleh pelayanan secara mudah.
Di wilayah Kepulauan Buton, satu unit BPJS Keliling ditempatkan di Batalyon Infanteri TP 823/Raja Wakaaka, Kota Baubau, dan melayani 48 peserta. Sementara itu, layanan VIOLA dibuka di tujuh puskesmas, yakni Puskesmas Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat sebanyak 20 peserta; Puskesmas Waoleona, Kabupaten Buton satu peserta; Puskesmas Labasa, Kabupaten Muna 13 peserta; Puskesmas Tampara, Kabupaten Wakatobi 18 peserta; Puskesmas Lapandewa, Kabupaten Buton Selatan 11 peserta; Puskesmas Talaga, Kabupaten Buton Tengah 24 peserta; serta Puskesmas Soloy Agung, Kabupaten Buton Utara delapan peserta.
Melalui layanan VIOLA, masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan petugas BPJS Kesehatan melalui video conference untuk mengurus administrasi kepesertaan JKN, memperoleh informasi, maupun menyampaikan pengaduan. Pelaksanaannya didukung berbagai pemangku kepentingan daerah dengan memanfaatkan fasilitas publik seperti puskesmas, kantor desa, kantor kecamatan, hingga sekolah.
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan LANURI merupakan bagian dari implementasi Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah dengan akses terbatas.
“Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling merupakan wujud implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI). Hari ini layanan tersebut dilaksanakan serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Harapan kami, masyarakat di wilayah terpencil tetap memperoleh akses layanan JKN yang mudah,” ujar Prihati.

Ia menjelaskan, layanan digital belum dapat diterapkan secara optimal di seluruh wilayah Indonesia karena masih terdapat kendala jaringan telekomunikasi, kondisi geografis, serta rendahnya literasi digital di sejumlah daerah. Oleh karena itu, BPJS Keliling tetap menjadi solusi pelayanan langsung bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan daring. Secara nasional, sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan VIOLA telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali, dengan mayoritas pengguna berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK).
Prihati juga mengungkapkan capaian Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan telah mencapai 91,53 persen. Program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan peserta JKN melalui berbagai inovasi serta penguatan sinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.
baca juga:
- Kabid Dinkes Buton Selatan M Arafah Tegaskan Pelatihan PTM di Baubau Sesuai Juknis Pemerintah, IKRAR Kepton …
- Kampung KB Jadi Andalan, Baubau Borong Dua Penghargaan Tingkat Sultra
Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, mengapresiasi inovasi BPJS Kesehatan tersebut dan menilai jaringan Koperasi Desa Merah Putih berpotensi menjadi mitra strategis dalam mendukung layanan VIOLA maupun BPJS Keliling. Dukungan serupa juga disampaikan Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda, yang menyatakan TNI siap mendukung pelaksanaan LANURI melalui fasilitas kesehatan milik TNI, kapal rumah sakit, tenaga kesehatan, serta sekitar 76 ribu personel Babinsa agar akses layanan JKN semakin merata hingga pelosok negeri.(*)



