Nilai Pelayanan 98 Persen, Dukcapil Kota Baubau Raih Predikat Memuaskan, Terbaik di Sulawesi TenggaraNilai Pelayanan 98 Persen, Dukcapil Kota Baubau Raih Predikat Memuaskan, Terbaik di Sulawesi Tenggara

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Baubau kembali menorehkan prestasi membanggakan. Berdasarkan hasil evaluasi peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan dan kinerja Dinas Dukcapil se-Provinsi Sulawesi Tenggara, Dukcapil Kota Baubau berhasil meraih predikat “Memuaskan” dengan capaian indikator kinerja pelayanan sebesar 98 persen, sekaligus menjadi salah satu yang terbaik dari 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. “Nilai Pelayanan 98 Persen, Dukcapil Kota Baubau Raih Predikat Memuaskan, Terbaik di Sulawesi Tenggara,”

Nilai Pelayanan 98 Persen, Dukcapil Kota Baubau Raih Predikat Memuaskan, Terbaik di Sulawesi Tenggara
Nilai Pelayanan 98 Persen, Dukcapil Kota Baubau Raih Predikat Memuaskan, Terbaik di Sulawesi Tenggara

Kepala Dinas Dukcapil Kota Baubau, Arif Basari, menjelaskan bahwa hasil evaluasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dalam rapat kerja seluruh Kepala Dinas Dukcapil se-Sulawesi Tenggara yang berlangsung di Kendari pada 29 Mei 2026. Penilaian tersebut merupakan hasil evaluasi kinerja pelayanan administrasi kependudukan tahun 2025.
“Alhamdulillah, Kota Baubau masih menjadi salah satu yang terbaik di Sulawesi Tenggara. Capaian penyelenggaraan administrasi kependudukan memperoleh predikat memuaskan dengan nilai indikator layanan mencapai 98 persen,” ujar Arif Basari.
Ia memaparkan sejumlah capaian pelayanan administrasi kependudukan, di antaranya kepemilikan akta kelahiran mencapai 99,85 persen, akta kematian 100 persen, akta perkawinan 81,01 persen, akta perceraian 74,49 persen, Kartu Identitas Anak (KIA) 65,02 persen, perekaman KTP elektronik 96,21 persen, serta Identitas Kependudukan Digital (IKD) 12,05 persen.
Meski sebagian besar indikator telah melampaui target nasional, Arif mengakui masih terdapat dua sektor yang menjadi perhatian, yakni perekaman KTP elektronik dan aktivasi IKD.
“Yang paling krusial saat ini adalah perekaman KTP elektronik. Target nasional sebesar 99,4 persen, sementara Kota Baubau baru mencapai 96,21 persen. IKD juga masih di bawah target nasional sehingga menjadi fokus kami ke depan,” jelasnya.
Menurut Arif, hasil verifikasi data menunjukkan sekitar 3,7 persen warga yang telah wajib memiliki KTP elektronik belum melakukan perekaman. Setelah ditelusuri, sebagian besar merupakan warga yang telah merantau ke luar daerah atau mahasiswa yang meninggalkan Baubau sebelum sempat melakukan perekaman.
“Mayoritas sudah berada di luar daerah, tetapi masih berstatus penduduk Kota Baubau. Ada juga sebagian kecil yang masih berada di Baubau namun belum melakukan perekaman karena merasa belum memiliki kebutuhan mendesak,” katanya.
Untuk meningkatkan capaian tersebut, Dukcapil Kota Baubau telah melakukan berbagai langkah, termasuk menonaktifkan lebih dari 2.000 data penduduk dari sekitar 3.000 lebih warga yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Sementara sekitar 1.000 data lainnya masih terus ditelusuri.
Penonaktifan data dilakukan agar masyarakat segera melakukan perekaman ketika mengalami kendala dalam mengakses layanan publik, seperti BPJS Kesehatan, bantuan sosial, maupun layanan administrasi lainnya.
“Ketika data tidak aktif dan masyarakat mengalami kendala, mereka akan datang ke Dukcapil. Saat itulah data diaktifkan kembali sekaligus dilakukan perekaman KTP elektronik,” terang Arif.
Ia juga menjelaskan bahwa dalam sistem administrasi kependudukan, Kartu Keluarga tidak dapat dicetak apabila masih terdapat anggota keluarga yang telah wajib memiliki KTP elektronik tetapi belum melakukan perekaman.
Bagi warga Baubau yang saat ini berada di luar daerah, Arif mengimbau agar tidak perlu pulang hanya untuk melakukan perekaman. Masyarakat dapat mendatangi kantor Dukcapil di daerah tempat tinggalnya saat ini untuk melakukan perekaman KTP elektronik.

baca juga:

  1. Baubau Raih Dua Penghargaan BKKBN Berkat Penguatan Kampung KB
  2. Gotong Royong Warga Hantarkan Tampuna Juara Lomba KEDAI Kota Baubau

“Silakan melakukan perekaman di Dukcapil setempat. Setelah melakukan perekaman, datanya akan terintegrasi secara nasional. Kami juga sering membantu warga dari daerah lain yang melakukan perekaman di Kota Baubau. Jadi layanan ini bisa dilakukan lintas domisili,” pungkasnya.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM —Pemerintah Kota Baubau mendorong Karang Taruna menjadi motor penggerak pembangunan sosial, penguatan nilai-nilai kebangsaan, sekaligus garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana. Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Peningkatan Nilai-Nilai Kebangsaan dan Kebijakan Bidang Kesejahteraan Sosial yang diselenggarakan Karang Taruna Kota Baubau di Nirwana Buton Villa Tamimu Ballroom, Jalan Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Jumat (10/7/2026). “Karang Taruna Baubau Perkuat Nilai Kebangsaan, Pemkot Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Kesejahteraan Sosial dan Tanggap Bencana,”

Karang Taruna Baubau Perkuat Nilai Kebangsaan, Pemkot Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Kesejahteraan Sosial dan Tanggap Bencana
Karang Taruna Baubau Perkuat Nilai Kebangsaan, Pemkot Ajak Pemuda Jadi Garda Terdepan Kesejahteraan Sosial dan Tanggap Bencana

Kegiatan bertema “Sinergi Kebangsaan dan Transformasi Sosial melalui Penguatan Karang Taruna” itu dibuka Staf Ahli Wali Kota Baubau Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si., mewakili Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E. Forum tersebut menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Tasdik menegaskan bahwa pembangunan tidak lagi dapat sepenuhnya bertumpu pada pemerintah, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional. Karena itu, keterlibatan organisasi kepemudaan menjadi faktor penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana menjadi prioritas Pemerintah Kota Baubau dalam RPJMD 2025–2029.

“Di banyak daerah organisasi kepemudaan menunggu digerakkan oleh pemerintah. Di Baubau justru pemudanya yang bergerak lebih dahulu dan mengundang pemerintah untuk bersinergi. Inilah wajah kepeloporan yang sesungguhnya,” ujar Tasdik.

Menurut Tasdik, penguatan nilai kebangsaan tidak dapat dipisahkan dari pembangunan kesejahteraan sosial. Kebangsaan, katanya, harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sebaliknya, pembangunan kesejahteraan juga harus tetap berpijak pada semangat persatuan agar tidak kehilangan arah dalam pelaksanaannya.

“Kebangsaan tanpa kesejahteraan hanya akan menjadi slogan, sedangkan kesejahteraan tanpa semangat kebangsaan akan kehilangan arah,” katanya.

Ia menjelaskan Karang Taruna memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, mulai dari pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi pemuda, pencegahan kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba, hingga pendampingan kelompok rentan. Menurutnya, organisasi kepemudaan harus terus memperkuat kapasitas kelembagaan hingga tingkat kelurahan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Tasdik juga mengingatkan bahwa tantangan generasi muda saat ini jauh berbeda dibandingkan masa-masa sebelumnya. Jika dahulu perjuangan bangsa dilakukan melalui perlawanan fisik terhadap penjajahan, kini ancaman hadir melalui ruang digital dalam bentuk penyebaran hoaks, ujaran kebencian, polarisasi sosial, serta berkembangnya paham radikalisme. Karena itu, nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Nilai-nilai kebangsaan harus menjadi fondasi karakter generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tasdik yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kota Baubau mengajak Karang Taruna berpartisipasi aktif dalam pengurangan risiko bencana. BPBD Kota Baubau saat ini mengembangkan budaya kerja SIGAP yang merupakan akronim dari Siaga, Informasi, Gerak Cepat, Aman, dan Pulih. Melalui program tersebut, BPBD membuka kesempatan bagi pemuda untuk mengikuti pelatihan, simulasi, hingga pembentukan jejaring relawan di setiap kelurahan.

“Pemuda Karang Taruna merupakan potensi besar yang dapat menjadi garda terdepan saat terjadi bencana. BPBD membuka ruang pelatihan, simulasi, dan pembentukan jejaring relawan pemuda tangguh bencana,” ujarnya.

Secara historis, peran pemuda telah menjadi bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Momentum Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, hingga Reformasi 1998 menunjukkan bahwa perubahan besar selalu melibatkan generasi muda sebagai pelopor. Di tingkat internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga menetapkan 12 Agustus sebagai International Youth Day (Hari Pemuda Internasional) sebagai pengakuan atas kontribusi strategis pemuda dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, perdamaian, dan ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan global.

Selain menanamkan semangat kebangsaan, Tasdik mengajak generasi muda Baubau menghidupkan kembali falsafah masyarakat Buton “Bolimo Karo Somanamo Lipu”, yang mengandung makna mendahulukan kepentingan daerah dan masyarakat di atas kepentingan pribadi. Nilai lokal tersebut dinilai tetap relevan sebagai landasan moral dalam membangun karakter pemuda yang berintegritas, peduli, dan memiliki jiwa pengabdian.

baca juga:

  1. Kolaborasi Warga Antar Kelurahan Tampuna Raih Juara I Lomba KEDAI Kota Baubau …
  2. Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ajak Warga Perkuat Ketahanan Pangan dari Pekarangan Saat Serahkan Serahkan Hadiah Lomba Kebun Dapur Ibu

Mengakhiri sambutannya, Tasdik menitipkan tiga pesan kepada seluruh pengurus Karang Taruna, yakni menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi karakter organisasi, memperkuat kelembagaan hingga tingkat kelurahan, serta melahirkan program kerja yang terukur dan berkelanjutan. Ia menegaskan transformasi sosial tidak lahir dari seminar atau diskusi semata, melainkan dari aksi nyata yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Baubau beserta jajaran perangkat daerah, camat dan lurah se-Kota Baubau, pengurus Karang Taruna, narasumber, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda.(*)

 

 

Visited 98 times, 3 visit(s) today