BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Sebanyak 371 warga Desa Gaya Baru, Kabupaten Buton Selatan, kini mengantongi sertifikat tanah setelah Kantor Pertanahan setempat menerbitkan dokumen kepemilikan melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 10 perwakilan warga, Selasa (18/8/2026). “PTSL Tembus 4.200 Bidang di Busel, 371 Warga Gaya Baru Terima Sertifikat,”

Capaian tersebut menjadi bagian dari percepatan legalisasi aset pertanahan di Buton Selatan. Hingga 18 Agustus 2026, Kantor Pertanahan Kabupaten Buton Selatan mencatat 4.200 bidang tanah telah terdaftar dari target 5.000 bidang yang ditetapkan untuk 2026. Artinya, realisasi pendaftaran telah mencapai sekitar 84 persen dari target tahunan.
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Buton Selatan Asnani mengatakan, khusus Desa Gaya Baru, petugas telah melakukan pengukuran terhadap sekitar 470 bidang tanah. Dari jumlah itu, 371 bidang telah selesai diproses hingga penerbitan sertifikat, sedangkan bidang lainnya masih memerlukan perbaikan data.
“Untuk tahun 2026, Kabupaten Buton Selatan mendapat target 5.000 bidang tanah. Sampai dengan hari ini sudah sekitar 4.200 bidang yang terdaftar,” kata Asnani.
Ia menjelaskan, tidak seluruh bidang yang telah diukur dapat langsung diterbitkan sertifikat. Sejumlah bidang masih menjalani perbaikan data, sementara penerbitan terhadap tanah yang berpotensi menimbulkan sengketa ditunda sampai persoalan hukumnya diselesaikan. Kebijakan itu ditempuh untuk memastikan sertifikat yang diterbitkan memiliki dasar hukum yang jelas.
“Kami tidak akan menerbitkan sertifikat sebelum masalah terselesaikan dengan baik dan benar, demi menjaga kepastian hukum,” ujar Asnani.
Secara nasional, PTSL merupakan bagian dari kebijakan percepatan pendaftaran tanah yang mencakup seluruh bidang tanah di Indonesia. Regulasi PTSL pada 2017 mengatur tahapan mulai dari penetapan lokasi, pengumpulan data fisik dan yuridis, pemeriksaan tanah, hingga penerbitan dan penyerahan sertifikat. Program tersebut kemudian menjadi instrumen penting pemerintah dalam memperluas kepastian hukum atas kepemilikan tanah. Dalam pelaksanaannya, proses pendaftaran tetap mensyaratkan pemeriksaan data dan penyelesaian persoalan hukum sebelum sertifikat diterbitkan.
Penyerahan sertifikat di Gaya Baru dihadiri Bupati Buton Selatan Muhammad Adios, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Buton Selatan Asnani, Kepala Kejaksaan Negeri Buton Sterry Fendy Andih, Ketua DPRD Buton Selatan Dodi Hasri, Sekretaris Daerah Buton Selatan La Ode Harwanto, serta masyarakat penerima sertifikat. Adios mengapresiasi pelaksanaan PTSL karena sertifikat tidak hanya menjadi bukti kepemilikan, tetapi juga memberikan perlindungan hukum terhadap aset masyarakat. Ia meminta warga menjaga dokumen tersebut dan memanfaatkannya secara bijak.
baca juga:
- Bupati H Muh Adios Pesan 72 Paskibraka Buton selatan Jaga Disiplin dan Jiwa Kebangsaan Saat …
- 500 Pelajar Buton Selatan Nyalakan Obor Kemerdekaan, Bupati H Muh Adios Ajak Pelajar Buton Selatan Warisi Semangat Para Pahlawan
Program PTSL di Buton Selatan diharapkan terus mempercepat penataan administrasi pertanahan sekaligus memberikan kepastian bagi masyarakat atas tanah yang mereka miliki. Dengan capaian 4.200 bidang hingga pertengahan Agustus, Kantor Pertanahan masih memiliki pekerjaan untuk menuntaskan sisa target 800 bidang pada 2026.(*)
baca berita lainnya:
BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Bupati Buton Selatan (Busel) Muhammad Adios mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum memperkuat pengabdian dan kerja nyata bagi daerah. Pesan itu disampaikan Adios saat memimpin upacara peringatan HUT ke-81 RI di Lapangan Lakarada, Batauga, Senin (17/8/2026). “Bupati Adios Pimpin Upacara HUT RI, Serukan Kerja Nyata untuk Buton Selatan Maju, 72 Paskibraka Sukses Kibarkan Merah Putih.”

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, TNI-Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Sebanyak 72 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Busel menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih setelah menjalani latihan intensif selama kurang lebih satu bulan.
Kekhidmatan upacara juga ditopang oleh susunan petugas yang melibatkan unsur TNI-Polri dan pelajar. Komandan upacara dijabat Kapten Inf. I Dewa Komang Hadi Santoso, Wadanyon TP 871/Lamaindo, sedangkan Komandan Paskibraka dipercayakan kepada Bripka Saiful Marica Jai, PS. Pamin 1 Yon B Satbrimob Polda Sultra.
Dari kalangan pelajar, La Ode Hidayah Sari Arsy dari SMAN 4 Sampolawa dipercaya sebagai Komandan Pasukan 8, sementara pembawa baki adalah Najwatul Rizqina dari SMAN 1 Sampolawa. La Ode Jumadin dari SMAN 1 Batauga bertugas sebagai pembentang bendera dan La Ode Divan Fajrilla dari sekolah yang sama sebagai pengerek bendera. Komandan Pasukan 17 dijabat La Ode Noval Ramadani dari SMAN 4 Sampolawa, sedangkan Komandan Pasukan 45 dipercayakan kepada Arel dari SMAN 2 Batauga.

Pasukan pengapit terdiri atas Sertu La Ruslin dan Serda Muammar yang merupakan Babinsa Ramil 07/Batauga Dim 1413/Buton, Koramil 1413-07/Batauga. Mereka didukung Bripda Anton dari Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satbrimob Sultra serta Bharada Ady Kurniawan dari Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Sultra.
Setelah upacara, Adios menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada sejumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian, loyalitas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat. Penganugerahan itu tercantum dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 46/TK/Tahun 2026. Secara historis, Satyalancana Karya Satya diberikan kepada PNS yang memenuhi masa kerja tertentu serta menunjukkan kesetiaan, kecakapan, kejujuran, dan kedisiplinan.

Adios menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian peringatan kemerdekaan tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat upacara yang telah menjalankan tugas dengan aman, lancar, dan penuh tanggung jawab. Terima kasih juga kepada Paskibraka, TNI-Polri, ASN, serta seluruh masyarakat yang telah mengikuti upacara dengan penuh khidmat,” ujar Adios.
Ia menegaskan, makna kemerdekaan tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan. “Semangat peringatan kemerdekaan harus diwujudkan melalui pengabdian dan kerja nyata dalam membangun Kabupaten Buton Selatan,” katanya.
baca juga:
- GJI HUT RI ke-81 Buton Selatan Meriah, 91 Peserta Turun ke Jalan
- Dorong Warga Buton Selatan Perkuat Persatuan, Bupati H Muh Adios Tegaskan Kemerdekaan Harus Diisi dengan Pengabdian dan Pembangunan Nyata
Peringatan di Lakarada itu menjadi bagian dari tradisi nasional yang berakar pada Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Proklamasi tersebut menandai perwujudan hak menentukan nasib sendiri bangsa Indonesia setelah perjuangan panjang melawan kolonialisme dan pendudukan Jepang. Dalam perjalanan berikutnya, Indonesia menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 28 September 1950 sebagai negara anggota ke-60.(*)



