Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 29 Juni 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 29 Juni 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 29 Juni 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 26 Juni 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 25 Juni 2026
baca berita lainnya:

Kehadiran Adam Basan bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Buton Tengah Umi Noranah Azhari, Staf Ahli TP-PKK Kartini Adam Basan, serta jajaran pemerintah daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MTQ yang diikuti seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tenggara.
Pada perhelatan MTQ XXXI Sultra Tahun 2026, Kabupaten Buton Tengah mengirimkan 20 peserta yang akan berlaga pada tujuh cabang lomba. Para peserta didampingi 55 official, pelatih, dan pendamping yang bertugas memastikan kesiapan kafilah selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kafilah Kabupaten Buton Tengah dipimpin oleh Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Abdullah dengan dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Tengah. Kehadiran para peserta diharapkan mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama baik daerah di tingkat provinsi.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati Muh. Adam Basan menegaskan bahwa MTQ tidak hanya menjadi arena kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda Islam.
“Keikutsertaan dalam MTQ bukan semata-mata untuk meraih prestasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat syiar Al-Qur’an dan membentuk generasi yang berkarakter Qur’ani,” kata Adam Basan.
Pawai Ta’aruf yang berlangsung meriah mengambil titik start di Tugu Tusawuta, Kecamatan Wawotobi, dan berakhir di Pelataran ICP Unaaha. Ribuan masyarakat memadati jalur pawai untuk menyaksikan penampilan kafilah dari berbagai daerah yang menampilkan identitas dan kekhasan masing-masing.
Pada kesempatan tersebut, Kabupaten Buton Tengah mengusung identitas sebagai “Kota Santri dan Kota Pendidikan” di Negeri Seribu Gua. Melalui kendaraan hias dan atraksi budaya, daerah itu menampilkan berbagai potensi unggulan yang menjadi kekuatan pembangunan daerah.
Sektor pariwisata, perikanan, pendidikan, dan kebudayaan menjadi fokus utama yang diperkenalkan kepada masyarakat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi promosi daerah guna menarik perhatian publik terhadap berbagai peluang investasi dan pengembangan ekonomi lokal.
Adam Basan menilai momentum MTQ merupakan sarana efektif untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat citra positif daerah di tingkat regional.
“Kami berharap seluruh peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, dan mengharumkan nama Kabupaten Buton Tengah,” ujarnya.
Penampilan kafilah Buton Tengah juga merefleksikan visi pembangunan daerah Buton Tengah SERIUS yang merupakan akronim dari Sejahtera, Religius, Berbudaya, dan Berdaya Saing. Visi tersebut menjadi arah pembangunan yang dijalankan di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Azhari dan Wakil Bupati Muh. Adam Basan.
Secara historis, penyelenggaraan MTQ memiliki peran penting dalam perkembangan syiar Islam di Indonesia. MTQ Nasional pertama kali digelar di Makassar, Sulawesi Selatan, pada tahun 1968 dan sejak itu menjadi agenda rutin yang bertujuan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an melalui berbagai cabang perlombaan.
Dalam perkembangannya, MTQ tidak hanya menjadi ajang kompetisi tilawah, tetapi juga mencakup cabang tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, hingga hafalan Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi salah satu instrumen pembinaan umat Islam yang mendapat dukungan luas dari pemerintah dan masyarakat.
Pada level internasional, tradisi musabaqah Al-Qur’an juga berkembang di berbagai negara Muslim. Arab Saudi, Mesir, Malaysia, Iran, dan Uni Emirat Arab secara rutin menyelenggarakan kompetisi Al-Qur’an tingkat dunia yang diikuti peserta dari puluhan negara. Indonesia sendiri kerap mencatat prestasi membanggakan melalui qari dan qariah yang meraih penghargaan dalam berbagai ajang internasional tersebut.
“MTQ adalah momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan pemahaman terhadap Al-Qur’an, dan menumbuhkan semangat generasi muda dalam mengamalkan nilai-nilai Islam,” kata Adam Basan.
baca juga:
- Bupati Azhari Teken PKS Kerja Sama dengan BPSDM Kemenhub, Buteng Siapkan SDM Transportasi
- Paripurna DPRD Buton Tengah Terima Penjelasan Bupati Azhari soal APBD 2025
Melalui keikutsertaan pada MTQ XXXI Sultra di Konawe, Pemerintah Kabupaten Buton Tengah berharap syiar Islam semakin berkembang sekaligus memperluas pengenalan potensi daerah kepada masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia secara lebih luas.(*)



https://shorturl.fm/PVYaJ