BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Kepengurusan baru Asosiasi Kota (ASKOT) PSSI Kota Baubau periode 2026–2030 resmi dikukuhkan di Aula Palagimata, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Baubau, Sabtu (27/6/2026). Pengukuhan tersebut menjadi titik awal penguatan tata kelola organisasi sekaligus percepatan pembinaan sepak bola usia dini sebagai fondasi peningkatan prestasi sepak bola Kota Baubau. “Badaruddin Resmi Nahkodai ASKOT PSSI Baubau Periode 2026-2030, Pemkot Dorong Pembinaan Usia Dini dan Sportivitas,”

Ketua Umum ASKOT PSSI Kota Baubau, H. Badaruddin, SE, menyatakan kepengurusan yang baru akan langsung bekerja menjalankan amanah organisasi dengan fokus membangun sistem pembinaan pemain muda serta menghidupkan kembali kompetisi sepak bola di daerah. Menurutnya, pembinaan yang berkesinambungan menjadi syarat utama agar Baubau mampu melahirkan pesepak bola berkualitas.
“Kami siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, terutama dalam pembinaan pemain muda dan menghidupkan kembali kompetisi di Kota Baubau,” ujar H. Badaruddin.
Komitmen tersebut mendapat dukungan penuh Pemerintah Kota Baubau. Dalam sambutan Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Dr. Mohamad Tasdik, M.Si, ditegaskan bahwa pelantikan pengurus ASKOT PSSI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan amanah besar untuk membangun ekosistem sepak bola yang sehat, profesional, dan berdaya saing.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni administratif, tetapi merupakan amanah untuk membina dan memajukan sepak bola daerah,” kata Mohamad Tasdik saat membacakan sambutan Wali Kota.
Pemerintah Kota Baubau juga menitipkan sejumlah agenda strategis kepada kepengurusan baru, antara lain menghidupkan kembali Sekolah Sepak Bola (SSB), memperbanyak kompetisi pelajar, memperluas pencarian bakat hingga tingkat kelurahan, membangun kompetisi berjenjang, menerapkan tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel, serta menjunjung tinggi sportivitas dengan menolak segala bentuk kekerasan maupun praktik pengaturan skor (match fixing).
“Sepak bola adalah olahraga rakyat yang menyatukan tanpa membeda-bedakan suku, golongan, maupun status sosial. Ketika anak-anak Baubau berlaga di lapangan, yang bersorak adalah satu kota, satu kebanggaan, dan satu harapan,” demikian kutipan sambutan Wali Kota Baubau.
Menurut Wali Kota, pemerintah daerah akan terus mendukung pembinaan olahraga melalui peningkatan sarana dan prasarana, dukungan terhadap kompetisi, serta sinergi program kepemudaan dan olahraga. Namun, keberhasilan sepak bola tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengurus, klub, sekolah, dunia usaha, media, hingga masyarakat pencinta sepak bola.

Secara historis, pembinaan usia dini telah menjadi fondasi perkembangan sepak bola di berbagai negara. Jepang, misalnya, mulai membangun sistem pembinaan modern setelah berdirinya J.League pada 1993 yang terintegrasi dengan akademi klub. Di tingkat nasional, PSSI juga terus memperkuat pembinaan usia muda melalui Elite Pro Academy dan berbagai kompetisi kelompok umur sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing sepak bola Indonesia di tingkat Asia dan dunia.
baca juga:
- Dari Usia Dini hingga Remaja, Atlet Pelajar Baubau Borong 18 Medali di Kejurnas Pencak Silat, 10 …
- Turnamen Futsal Lampanairi Resmi Bergulir Jadi Ajang Pembinaan Pemuda, Bupati Busel H Muh Adios Tekankan Disiplin dan Karakter Pemuda
Pengukuhan ASKOT PSSI Kota Baubau diawali dengan pembacaan pernyataan pengesahan kepengurusan, dilanjutkan penyerahan petikan keputusan dan pataka organisasi, kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030, ASKOT PSSI Kota Baubau diharapkan mampu membangun pembinaan yang berkelanjutan, melahirkan atlet berprestasi, sekaligus mengembalikan kejayaan sepak bola daerah hingga mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (*)
baca berita lainnya:
BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau resmi menggelar Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Tingkat Kota Baubau Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet usia pelajar sekaligus penjaringan bibit muda berprestasi untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi hingga nasional. “Pemkot Baubau Jadikan POPDA 2026 Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi,”

Pembukaan ajang olahraga pelajar tersebut dilakukan oleh Staf Ahli Wali Kota Baubau Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Mohamad Tasdik, yang hadir mewakili Wali Kota Baubau. Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti pelajar dari berbagai sekolah di Kota Baubau.
Dalam sambutannya, Mohamad Tasdik menegaskan bahwa POPDA bukan sekadar agenda seremonial tahunan, tetapi menjadi instrumen penting dalam mengevaluasi keberhasilan pembinaan olahraga pelajar di daerah.
“POPDA 2026 ini menjadi ajang evaluasi untuk mengukur capaian prestasi atlet pelajar kita. Pembinaan olahraga harus dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kota, provinsi hingga nasional,” ujar Mohamad Tasdik.
Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi olahraga di tingkat pelajar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan disiplin, kerja keras, tanggung jawab, dan sportivitas.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Baubau tersebut juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Kota Baubau pada berbagai ajang olahraga di masa mendatang.
Mohamad Tasdik mengatakan, Pemerintah Kota Baubau memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan POPDA, mulai dari panitia penyelenggara, guru pendamping, pelatih, wasit hingga juri pertandingan.
“Kami menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan ini. Semoga dari ajang ini lahir atlet-atlet muda yang mampu membawa nama Baubau lebih dikenal di tingkat nasional,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas selama pertandingan berlangsung. Menurutnya, kemenangan dan kekalahan merupakan hal lumrah dalam kompetisi olahraga.
“Menang atau kalah adalah hal biasa. Yang paling penting adalah sportivitas dan profesionalisme harus tetap dijaga,” tegasnya.
Selain peserta, perangkat pertandingan juga diminta bekerja secara profesional dan adil dalam mengambil keputusan sesuai aturan yang berlaku demi menjaga kualitas kompetisi.
“Wasit dan juri harus bertindak tegas, objektif, dan adil agar pertandingan berjalan berkualitas dan dipercaya semua pihak,” tambah Mohamad Tasdik.
Secara historis, POPDA merupakan bagian dari sistem pembinaan olahraga pelajar yang telah lama diterapkan di Indonesia. Program kompetisi pelajar antardaerah mulai berkembang sejak era 1980-an sebagai bagian dari pembinaan atlet usia dini sebelum memasuki ajang yang lebih besar seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) maupun kompetisi internasional.
Di tingkat nasional, banyak atlet Indonesia lahir dari kompetisi olahraga pelajar dan pembinaan usia muda. Sejumlah nama besar seperti legenda bulu tangkis Susi Susanti dan Alan Budikusuma diketahui meniti karier dari pembinaan olahraga sejak usia sekolah sebelum akhirnya mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia.
baca juga:
- Gubernur Sultra ASR Temui dan Konsultasi ke Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Soal Lahan Mako…
- SMK Negeri 3 Baubau Siap Buka Enam Jurusan untuk SPMB 2026/2027, Seni Tari Jadi Program Baru Unggulan dan Pertama di Sultra
Sementara secara internasional, sistem kompetisi olahraga pelajar juga menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet muda di berbagai negara. Ajang seperti Youth Olympic Games yang digagas International Olympic Committee menjadi contoh bagaimana pembinaan usia muda dipersiapkan untuk mencetak atlet profesional dan berprestasi global.
Pemerintah Kota Baubau berharap POPDA 2026 tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter generasi muda yang sehat, kompetitif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah melalui prestasi olahraga.
Melalui pelaksanaan POPDA tahun ini, sinergi antara pemerintah, sekolah, pelatih, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mendukung pengembangan olahraga pelajar di Kota Baubau secara berkelanjutan.(*)



