BPS Data Bupati Buton Selatan H Muh Adios Bersama Istri, Jadi Contoh Untuk Masyarakat dan Dorong Suksesnya Sensus Ekonomi 2026BPS Data Bupati Buton Selatan H Muh Adios Bersama Istri, Jadi Contoh Untuk Masyarakat dan Dorong Suksesnya Sensus Ekonomi 2026

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM —Bupati Buton Selatan H Muh Adios mengajak seluruh masyarakat di daerahnya untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi (SE) 2026 dengan menerima kedatangan petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya. Ajakan itu disampaikan setelah dirinya bersama sang istri Ny Hj Siti Norma Adios mengikuti pendataan langsung di Rumah Jabatan Bupati, Jumat (26/6/2026). “BPS Data Bupati Buton Selatan H Muh Adios Bersama Istri, Jadi Contoh Untuk Masyarakat dan Dorong Suksesnya Sensus Ekonomi 2026,

BPS Data Bupati Buton Selatan H Muh Adios Bersama Istri, Jadi Contoh Untuk Masyarakat dan Dorong Suksesnya Sensus Ekonomi 2026
BPS Data Bupati Buton Selatan H Muh Adios Bersama Istri, Jadi Contoh Untuk Masyarakat dan Dorong Suksesnya Sensus Ekonomi 2026

Menurut Muh Adios keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat sebagai responden. Ia berharap seluruh warga mendukung pelaksanaan pendataan agar pemerintah memperoleh data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi daerah maupun nasional.

“Saya sudah didata dalam Sensus Ekonomi 2026. Sebagai Bupati Buton Selatan, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Buton Selatan untuk turut mendukung dan menyukseskan SE 2026. Apabila petugas BPS datang, mohon kiranya diterima dengan baik dan diberikan informasi yang benar serta sesuai dengan kondisi sebenarnya,” ujar Muh. Adios.

Dalam proses pendataan tersebut, petugas BPS terlebih dahulu memperkenalkan diri sebelum mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Bupati dan istrinya. Wawancara meliputi identitas responden, aktivitas ekonomi, kepemilikan usaha, hingga sumber penghasilan yang dimiliki.

Setelah seluruh rangkaian wawancara selesai, Bupati bersama Ny Hj Siti Norma Adios menempelkan stiker Sensus Ekonomi 2026 di pintu Rumah jabatan sebagai penanda bahwa rumah tangga tersebut telah mengikuti pendataan resmi yang dilaksanakan BPS.

“Mari bersama-sama kita wujudkan data yang berkualitas guna mendukung Buton Selatan yang sejahtera, berbudaya, dan berdaya saing. Naik perahu bersama kekasih, saya ucapkan terima kasih,” kata Muh. Adios.

1 12

Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang diselenggarakan BPS setiap sepuluh tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan struktur perekonomian Indonesia di luar sektor pertanian. Sebelumnya, BPS telah melaksanakan Sensus Ekonomi pada 1986, 1996, 2006, dan 2016. Hasil sensus menjadi salah satu rujukan utama pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta perencanaan ekonomi jangka panjang.

baca juga:

  1. Fahmil Putri Persembahkan Emas Perdana untuk Buton Selatan di MTQ XXXI Sultra, Empat Cabang
  2. IKRAR Kepton Soroti Kegiatan Dinkes Buton Selatan di Hotel Mira Baubau, Plt Kadis dr Achmad Maulana Bantah Terjadi Pemborosan Anggaran

Di tingkat internasional, pelaksanaan sensus ekonomi juga menjadi praktik yang diterapkan di banyak negara dan sejalan dengan rekomendasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui World Programme for Economic Census. Program tersebut mendorong setiap negara menyelenggarakan sensus ekonomi secara berkala agar tersedia data yang dapat dibandingkan secara global dalam mendukung perencanaan pembangunan dan penguatan daya saing ekonomi.

Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan berharap seluruh pelaku usaha dan masyarakat dapat berpartisipasi aktif sehingga menghasilkan data yang berkualitas, akurat, dan terpercaya sebagai fondasi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.(*)

baca berita lainnya:

 

KONAWE, BAUBAUPOST.COM —Kafilah Kabupaten Buton Selatan mencatatkan prestasi membanggakan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 dengan menempati peringkat ke-10 klasemen akhir sekaligus meraih dua gelar Juara I. Hasil tersebut diumumkan saat penutupan MTQ XXXI Sulawesi Tenggara di Kabupaten Konawe, Minggu (28/6/2026), sebagai bukti keberhasilan pembinaan generasi Qur’ani yang terus dilakukan pemerintah daerah bersama Kementerian Agama. “Kafilah Buton Selatan Tempati Peringkat 10 dengan Raih  Dua Emas pada MTQ XXXI Sulawesi Tenggara,”

Kafilah Buton Selatan Tempati Peringkat 10 dengan Tempati Peringkat 10 Dua Emas pada MTQ XXXI Sulawesi Tenggara
Kafilah Buton Selatan Tempati Peringkat 10 dengan Raih Dua Emas pada MTQ XXXI Sulawesi Tenggara

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Selatan, H. Khalifah, mengatakan capaian tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh unsur yang terlibat dalam pembinaan maupun persiapan kafilah sebelum mengikuti kompetisi tingkat provinsi tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu tidak hanya diukur dari jumlah medali, tetapi juga dari meningkatnya kualitas peserta pada berbagai cabang yang diperlombakan.

“Alhamdulillah, kita bersyukur atas capaian yang diraih Kafilah Buton Selatan pada MTQ XXXI ini. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berjuang dengan penuh semangat, para pembina, pelatih, official, Pemerintah Daerah, serta masyarakat yang telah memberikan doa dan dukungan,” ujar H. Khalifah.

Dua gelar Juara I yang mengantarkan Buton Selatan masuk jajaran 10 besar diraih pada Cabang Fahm Al-Qur’an Golongan Putri serta Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putra yang dipersembahkan Faisal Saleh Julian Saputra. Selain itu, Ahmad Sugito meraih Juara II Cabang Qiraat Murattal Golongan Dewasa Putra, sedangkan Ra’biah Adawiah Yusuf menyumbangkan Juara III Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an Putri.

Prestasi Buton Selatan juga diperkuat oleh para peraih Juara Harapan. Wa Ode Puspita Sari menjadi Juara Harapan I Cabang Seni Baca Al-Qur’an Golongan Remaja Putri, Ali Fahmi Arifin meraih Juara Harapan I Cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris Putra, dan Hanun Idzatul Izzah menjadi Juara Harapan I Cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris Putri. Sementara Juara Harapan II diraih Muhammad Widjan pada Cabang Hafalan Al-Qur’an Golongan 1 Juz dan Tilawah Putra, Jusnawati pada Cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Arab Putri, serta Muhammad Satrio pada Cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia Putra. Adapun Juara Harapan III diraih Habibie Fairuz Arisan pada Cabang Hafalan Al-Qur’an Golongan 20 Juz Putra, Cindy Aulia Fitri pada Cabang Hafalan Al-Qur’an Golongan 30 Juz Putri, dan Muh. Khairun Azzam pada Cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Arab Putra.

H. Khalifah berharap hasil tersebut menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas pembinaan pada seluruh cabang Al-Qur’an, mulai dari tilawah, hafalan, tafsir hingga karya tulis ilmiah. “Prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan pembinaan dan melahirkan generasi Qur’ani yang berprestasi di masa mendatang,” katanya. Ia juga menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, pembina, pelatih, dan masyarakat akan terus diperkuat agar prestasi Buton Selatan semakin meningkat pada MTQ berikutnya.

Secara historis, Musabaqah Tilawatil Qur’an merupakan agenda nasional yang pertama kali diselenggarakan pada 1968 di Makassar dan hingga kini menjadi ajang pembinaan seni baca, hafalan, tafsir, fahm, syarhil, kaligrafi, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, serta berbagai cabang lain yang terus berkembang mengikuti kebutuhan pembinaan umat. MTQ juga menjadi instrumen strategis pemerintah dalam mencetak generasi Qur’ani sekaligus memperkuat syiar Islam di Indonesia melalui kompetisi yang berjenjang dari tingkat desa hingga nasional.

1 11

Dalam skala internasional, kompetisi tilawah Al-Qur’an telah lama berkembang di berbagai negara muslim, seperti Malaysia, Arab Saudi, Iran, dan Mesir, yang rutin menggelar Musabaqah Tilawah Al-Qur’an Internasional dengan menghadirkan qari dan qariah dari puluhan negara. Keikutsertaan Indonesia dalam berbagai ajang tersebut selama beberapa dekade telah menghasilkan banyak prestasi dunia, sehingga pembinaan MTQ di daerah, termasuk di Kabupaten Buton Selatan, menjadi bagian penting dari proses regenerasi calon-calon duta Al-Qur’an Indonesia di tingkat internasional.

baca juga:

  1. Fahmil Putri Persembahkan Emas Perdana untuk Buton Selatan di MTQ XXXI Sultra, Empat Cabang …
  2. Lebaran Yatim 2026 dan Momentum Muharam, Kemenag Buton Selatan Tebar Manfaat Dengan Salurkan 270 Paket Santunan untuk Anak Yatim dan Kelompok Disabilitas

Capaian pada MTQ XXXI Sulawesi Tenggara ini menjadi modal penting bagi Buton Selatan untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan, memperluas regenerasi peserta, serta memperkuat budaya membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an. Keberhasilan menembus 10 besar di tingkat provinsi diharapkan menjadi pijakan menuju prestasi yang lebih tinggi pada penyelenggaraan MTQ mendatang, baik di tingkat provinsi maupun nasional.(*)

 

Visited 13 times, 8 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *