Selain Fokus Wujudkan Konektivitas Daerah, Bupati Buton Selatan Adios Tegaskan Penataan ASN Harus Sesuai Pertek BKN PusatSelain Fokus Wujudkan Konektivitas Daerah, Bupati Buton Selatan Adios Tegaskan Penataan ASN Harus Sesuai Pertek BKN Pusat

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM — Pemerintah Kabupaten Buton Selatan terus mendorong reformasi birokrasi dan pembangunan infrastruktur secara bertahap pada 2026, ditandai dengan pelantikan 105 aparatur sipil negara (ASN) oleh Bupati H. Muhammad Adios. “Selain Fokus Wujudkan Konektivitas Daerah, Bupati Buton Selatan Adios Tegaskan Penataan ASN Harus Sesuai Pertek BKN Pusat,”

Selain Fokus Wujudkan Konektivitas Daerah, Bupati Buton Selatan Adios Tegaskan Penataan ASN Harus Sesuai Pertek BKN Pusat
Selain Fokus Wujudkan Konektivitas Daerah, Bupati Buton Selatan Adios Tegaskan Penataan ASN Harus Sesuai Pertek BKN Pusat

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya penataan sistem pemerintahan daerah agar lebih profesional, efektif, dan sesuai dengan arahan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pusat.

Di saat yang sama, pemerintah daerah juga tengah menggenjot pembangunan konektivitas wilayah, termasuk rencana pembangunan pelabuhan ferry di Pulau Batu Atas yang diusulkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Bupati Adios mengatakan, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembenahan sumber daya manusia aparatur sebagai fondasi utama tata kelola pemerintahan.

“Untuk membangun daerah ini, yang pertama kami benahi adalah pemerintahan, khususnya ASN. Semua harus mengikuti petunjuk teknis dari BKN,” kata Adios, Jumat (3/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam proses penataan tersebut, pemerintah daerah mengambil langkah tegas dengan mencabut sejumlah surat keputusan (SK) lama dan meminta arahan langsung dari BKN pusat.

Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh kebijakan kepegawaian berjalan sesuai regulasi nasional, sekaligus menghindari persoalan administratif di kemudian hari.

“Kalau tidak mengikuti arahan BKN, dampaknya bisa menghambat kenaikan pangkat dan golongan ASN,” ujarnya.

Selain itu, para pejabat yang dilantik diwajibkan mengikuti uji kompetensi sebagai bagian dari sistem merit dalam birokrasi modern.

Adios menegaskan, proses pembenahan aparatur tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan tahapan yang terukur dan kesabaran.

“Pembenahan ASN ini tidak mudah, tidak seperti membalik telapak tangan,” katanya.

Di sektor pembangunan wilayah, pemerintah daerah juga mulai merealisasikan Program Kampung Nelayan Merah Putih yang telah dibangun di Teluk Lande dan akan diperluas ke Pulau Siompu, kawasan Bahari, hingga Pulau Batu Atas.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini menjadi tulang punggung kehidupan warga Buton Selatan.

Sementara itu, rencana pembangunan Kantor Bupati Buton Selatan juga tengah dipersiapkan, dengan agenda peletakan batu pertama dalam waktu dekat.

Adios menyebutkan, kegiatan tersebut akan melibatkan Gubernur serta tokoh adat Parabela sebagai simbol kebersamaan dan identitas daerah.

“Kantor bupati ini adalah kebanggaan masyarakat Buton Selatan, sehingga kita ingin semua pihak hadir,” ujarnya.

Dalam konteks perencanaan pembangunan, pemerintah daerah memastikan bahwa seluruh program tidak lagi terkendala oleh rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang sebelumnya menjadi hambatan.

Pendekatan berbasis data juga menjadi strategi utama pemerintah daerah dalam mengakses dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kalau ke Jakarta, kita tidak hanya membawa cerita, tapi harus membawa data agar mereka yakin,” kata Adios.

Secara historis, reformasi birokrasi di Indonesia telah menjadi agenda nasional sejak era reformasi 1998, yang kemudian diperkuat melalui penerapan sistem merit dalam manajemen ASN berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN.

Di tingkat global, reformasi birokrasi juga menjadi tren di berbagai negara berkembang, seperti Korea Selatan dan Singapura, yang berhasil meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui profesionalisasi aparatur dan sistem rekrutmen berbasis kompetensi.

baca juga:

  1. Ruang Kelas Terbatas, SDN 1 Masiri Buton Selatan Tetap Bertahan Enam Hari Sekolah
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios dan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Temui BPJN Sultra Bahas Integrasi Jalan Nasional untuk Dorong Ekonomi, Konektivitas Jadi Kunci

Langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional tersebut, terutama dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Selain pembenahan birokrasi, pembangunan infrastruktur konektivitas seperti pelabuhan ferry juga menjadi bagian penting dalam membuka akses ekonomi antarwilayah kepulauan.

Adios berharap, upaya yang dilakukan secara bertahap tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, meskipun perubahan tidak terjadi secara instan.

“Mudah-mudahan tahun 2026 ini sudah mulai terlihat perubahan, walaupun sedikit,” ujarnya.

Dengan kombinasi reformasi ASN dan pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menargetkan terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih baik serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.(*)

baca berita lainnya:

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM– Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, secara resmi membuka Turnamen Futsal Desa Lampanairi, Kecamatan Batauga, sebagai upaya mendorong pembinaan generasi muda melalui olahraga sekaligus memperkuat nilai sportivitas dan kebersamaan di tingkat desa. “Bupati Busel H Muh Adios Resmikan Turnamen Futsal Lampanairi, Dorong Pemuda Berprestasi Lewat Turnamen Futsal Desa,”

Bupati Busel H Muh Adios Resmikan Turnamen Futsal Lampanairi, Dorong Pemuda Berprestasi Lewat Turnamen Futsal Desa
Bupati Busel H Muh Adios Resmikan Turnamen Futsal Lampanairi, Dorong Pemuda Berprestasi Lewat Turnamen Futsal Desa

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa turnamen tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana strategis untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan mental juang pemuda di daerah.

“Turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi bagaimana kalian membentuk karakter, disiplin, dan tanggung jawab sebagai generasi penerus,” ujar Muhammad Adios.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga perilaku dan menjauhi hal-hal negatif, termasuk minuman keras (miras), yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda.

“Kalau ingin menjadi polisi atau tentara, jauhi miras. Itu bisa merusak masa depan kalian,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri Camat Batauga, unsur TNI dari Koramil Batauga, Kepala Desa Lampanairi, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang antusias menyaksikan pembukaan turnamen.

Suasana semakin semarak ketika yel-yel penyemangat dipimpin oleh Sitti Norma Adios, yang mengajak peserta meneriakkan “Petarung! Petarung! Petarung!” sebagai simbol semangat bertanding.

“Kalau saya bilang Turnamen Futsal Desa Lampanairi, jawabannya Petarung! Petarung! Petarung! Itu tanda kalian siap bertanding,” ucapnya dalam orasi singkat yang disambut riuh peserta.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa peran pemuda sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan desa.

Menurutnya, stabilitas sosial di Desa Lampanairi sangat bergantung pada kesadaran kolektif generasi muda dalam menjaga diri dan lingkungannya.

“Keamanan desa ada di tangan kalian. Kalian harus mampu menjaga diri dan lingkungan,” katanya.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa dari ajang seperti ini akan lahir generasi yang mampu berkontribusi lebih besar, bahkan menjadi pemimpin daerah di masa depan.

“Tidak menutup kemungkinan dari sini akan lahir anggota DPR atau bahkan Bupati Buton Selatan,” ujarnya.

Secara historis, olahraga futsal sendiri telah berkembang pesat sejak pertama kali diperkenalkan di Uruguay pada 1930-an, sebelum kemudian diakui secara global oleh FIFA sebagai salah satu cabang olahraga resmi. Di Indonesia, futsal mulai populer pada awal 2000-an dan menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet usia muda.

Turnamen di tingkat desa seperti yang digelar di Lampanairi dinilai sejalan dengan upaya nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui olahraga, sebagaimana tertuang dalam berbagai program pembinaan pemuda dan olahraga oleh pemerintah.

baca juga:

  1. BKPSDM Busel Ahmad Jamaluddin Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan dalam Pelantikan 105 ASN,
  2. Bupati Buton Selatan H Muh Adios dan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Temui BPJN Sultra Bahas Integrasi Jalan Nasional untuk Dorong Ekonomi, Konektivitas Jadi Kunci

Selain aspek kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga serta memperkuat nilai gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Di akhir acara, Bupati menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan kepemudaan yang bersifat positif dan konstruktif.

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Turnamen Futsal Desa Lampanairi secara resmi saya buka,” pungkasnya.

Turnamen ini diharapkan mampu menjadi agenda rutin yang tidak hanya melahirkan atlet berbakat, tetapi juga membentuk generasi muda yang berintegritas dan berdaya saing di tingkat lokal maupun nasional.(*)

Visited 264 times, 3 visit(s) today
714 thoughts on “Selain Fokus Wujudkan Konektivitas Daerah, Bupati Buton Selatan Adios Juga Tegaskan Penataan ASN Harus Sesuai Pertek BKN Pusat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *