Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 13 Mei 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 13 Mei 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 13 Mei 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:

Kepala SMK Negeri 1 Baubau, La Mundi melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Masroni mengatakan, sistem penerimaan siswa baru di seluruh SMA dan SMK negeri di Sulawesi Tenggara selama ini dilakukan secara terpusat oleh pemerintah provinsi.
“Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, SPMB dilaksanakan secara online. Siswa bisa mendaftar mandiri dari rumah dan seluruh proses dipantau melalui sistem provinsi,” ujar Masroni, saat diwawancara awak media, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, SMK Negeri 1 Baubau memiliki empat program keahlian, yakni Akuntansi, Manajemen Perkantoran, Pemasaran, dan Desain Komunikasi Visual (DKV).
Untuk penerimaan siswa baru, sekolah biasanya mendapat kuota sekitar 10 hingga 12 rombongan belajar (rombel). Setiap rombel diisi maksimal 36 siswa sesuai ketentuan aplikasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Menurut Masroni, berbeda dengan SMA yang menerapkan sistem zonasi, SMK lebih menyesuaikan dengan daya tampung sekolah dan pilihan jurusan siswa.
“SMK tidak menggunakan sistem zonasi seperti SMA. Selama kuota rombel masih tersedia, siswa tetap bisa diterima,” katanya.
Ia juga menegaskan, proses penerimaan siswa baru di sekolah tersebut berlangsung transparan dan tidak ada praktik jual beli kursi.
“Tidak ada jual beli kursi. Semua proses dilakukan secara online, mulai dari pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi,” tegasnya.
baca juga:
- Lapas Kelas II A Baubau Sita Barang Terlarang Saat Razia, HP dan Narkoba Nihil, Tingkatkan…
- Walikota Baubau HYF dan Wawali Wa Ode Hamsina Dukung Reformasi Layanan Pertanahan dan Pengamanan Aset Usai Hadiri Rakor KPK dan ATR/BPN di Sultra
Masroni mengungkapkan, jumlah pendaftar setiap tahun bahkan melebihi kuota yang tersedia. Jika daya tampung sekolah sekitar 400 siswa, jumlah pendaftar bisa mencapai 500 hingga 600 orang.
Akibat keterbatasan kuota, sebagian calon siswa yang tidak lolos diarahkan untuk memilih sekolah lain sesuai minat dan program keahlian yang tersedia di berbagai SMK di Sulawesi Tenggara.
“Setiap SMK memiliki jurusan yang berbeda-beda, ada bisnis daring, perhotelan, teknik kendaraan ringan hingga permesinan. Jadi siswa tetap punya alternatif pilihan sekolah sesuai minat mereka,” pungkasnya.(*)


