BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Kota Baubau kembali mengukir prestasi di tingkat nasional setelah La Ode Reyhan Putra, siswa SMA Negeri 2 Baubau, terpilih mewakili Sulawesi Tenggara dalam seleksi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026. Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi daerah karena diraih melalui proses seleksi ketat yang diikuti peserta terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. “Siswa SMAN 2 Baubau Reyhan Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2026, Kuasai Lima Bahasa,”

Kepastian lolosnya Reyhan disampaikan Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, S.Sos., M.Si., usai peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026. Menurut dia, keberhasilan itu menunjukkan kualitas generasi muda Baubau yang mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional.
Sebelum mencapai tahap nasional, Kota Baubau mengirimkan enam delegasi terbaik yang terdiri atas tiga putra dan tiga putri. Setelah melalui serangkaian tes administrasi, kesehatan, kepribadian, intelektual, dan keterampilan baris-berbaris, Reyhan berhasil mengamankan satu-satunya kuota yang berhak melaju mewakili Sulawesi Tenggara.
“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa generasi muda Baubau memiliki kemampuan dan daya saing yang sangat baik untuk tampil di tingkat nasional,” ujar Darus Salam.
Menurut Darus Salam, Reyhan tidak hanya unggul dalam ketahanan fisik dan kemampuan baris-berbaris, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual yang menonjol. Salah satu kelebihan yang dimiliki pelajar tersebut adalah penguasaan lima bahasa, yakni Indonesia, Wolio, Inggris, Jepang, dan Spanyol.
“Kecerdasan anak ini luar biasa. Dia bahkan menguasai lima bahasa, yaitu Indonesia, Wolio, Inggris, Jepang, dan Spanyol,” kata Darus Salam. Ia menambahkan, “Dengan kemampuan akademik dan bahasa yang dimiliki, kami berharap Reyhan dapat memberikan performa terbaik dan membawa nama baik Sulawesi Tenggara.”
Secara historis, Paskibraka merupakan wadah pembinaan karakter dan kepemimpinan generasi muda Indonesia yang telah berkembang sejak akhir 1960-an. Konsep pengibaran bendera yang melibatkan pelajar dari berbagai daerah diperkenalkan oleh tokoh nasional Husein Mutahar sebagai simbol persatuan dan kebhinekaan bangsa dalam peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
baca juga:
- Labkesda Baubau Perkuat Laboratorium Lingkungan dan Klinik Untuk Layani Masyarakat di …
- 40 Calon Relawan MBG di Wilayah Pulau Makasar Wajib Periksa Hepatitis A dan TB yang Dilakukan Dinkes dan Laboratorium Kesehatan Baubau
Bagi Kota Baubau, pencapaian Reyhan melanjutkan tradisi prestasi yang pernah diraih daerah tersebut pada 2021 dan 2022. Perwakilan Baubau yang berhasil menembus tingkat nasional pada periode tersebut kini diketahui telah berkarier sebagai Polisi Wanita (Polwan), menunjukkan bahwa pembinaan melalui Paskibraka turut melahirkan sumber daya manusia yang berkontribusi bagi negara.
Di tingkat global, kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan dalam era konektivitas internasional. Karena itu, masyarakat dan Pemerintah Kota Baubau menaruh harapan besar agar Reyhan dapat lolos sebagai anggota Paskibraka Nasional 2026 dan terpilih dalam pasukan inti pengibar Sang Saka Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta.(*)
baca berita lainnya:

Dalam upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” itu, Yusran membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa kemajuan ekonomi, pembangunan, dan perkembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan penguatan moral serta karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
“Pancasila bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga pedoman hidup yang harus terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda,” ujar Yusran dalam pidato yang dibacakannya.
Menurut dia, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa agar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap hidup di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.
Yusran menilai Pancasila telah terbukti menjadi fondasi yang mampu menjaga keutuhan Indonesia sebagai negara yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, ratusan kelompok etnis, bahasa daerah, dan beragam latar belakang budaya. Di tengah berbagai konflik dan ketidakpastian global, Indonesia dinilai tetap mampu mempertahankan persatuan berkat nilai-nilai yang diwariskan para pendiri bangsa.
“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya dalam menghadapi berbagai tantangan, baik nasional maupun global,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan peran Indonesia dalam ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Karena itu, nilai musyawarah, mufakat, dan kemanusiaan yang terkandung dalam Pancasila menjadi landasan penting bagi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
“Nilai-nilai Pancasila menjadi instrumen diplomasi Indonesia dalam menjembatani perdamaian dan penyelesaian konflik di berbagai belahan dunia,” ungkapnya.
Secara historis, Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni untuk mengenang pidato Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, Soekarno memperkenalkan konsep dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila dan menjadi fondasi berdirinya Republik Indonesia.

Dalam konteks internasional, prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila, seperti penghormatan terhadap kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial, sejalan dengan nilai-nilai yang termuat dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang disahkan pada 1945. Nilai tersebut menjadi dasar berbagai upaya perdamaian dan kerja sama antarnegara hingga saat ini.
Indonesia sendiri telah menunjukkan kontribusi nyata bagi perdamaian dunia melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian di bawah misi PBB sejak 1957. Hingga kini, Indonesia termasuk salah satu negara yang aktif mengirim personel dalam berbagai operasi pemeliharaan perdamaian internasional sebagai wujud implementasi politik luar negeri yang bebas dan aktif.
baca juga:
- Labkesda Baubau Perkuat Laboratorium Lingkungan dan Klinik Untuk Layani Masyarakat di …
- Maknai Idul Adha, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Serukan Semangat Kurban dan Kepedulian Sosial
Mengakhiri pidatonya, Yusran Fahim mengajak masyarakat Baubau dan seluruh rakyat Indonesia untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat toleransi, serta mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan senantiasa hidup dalam denyut nadi seluruh anak bangsa. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesiaku. Merdeka!” tegasnya.(*)



