MUBES Perdana Kerukunan Keluarga Buton Tengah Kota Baubau Jadi Momentum Satukan Tokoh dan Masyarakat, Ketupat Nurman: Mari Kerja BersamaMUBES Perdana Kerukunan Keluarga Buton Tengah Kota Baubau Jadi Momentum Satukan Tokoh dan Masyarakat, Ketupat Nurman: Mari Kerja Bersama

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM- — Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Buton Tengah (KKBT) pertama di Kota Baubau menjadi momentum memperkuat silaturahmi sekaligus menyatukan gagasan tokoh dan masyarakat asal Buton Tengah yang berdomisili di Kota Baubau. “MUBES Perdana Kerukunan Keluarga Buton Tengah Kota Baubau Jadi Momentum Satukan Tokoh dan Masyarakat, Ketupat Nurman: Mari Kerja Bersama,”

MUBES Perdana Kerukunan Keluarga Buton Tengah Kota Baubau Jadi Momentum Satukan Tokoh dan Masyarakat, Ketupat Nurman: Mari Kerja Bersama
MUBES Perdana Kerukunan Keluarga Buton Tengah Kota Baubau Jadi Momentum Satukan Tokoh dan Masyarakat, Ketupat Nurman: Mari Kerja Bersama

Hal itu disampaikan Ketua Panitia (Ketuat) Nurman, SE MSi., dalam sambutannya pada Mubes pertama KKBT Kota Baubau yang digelar di Gedung Arasalana, Kota Baubau, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri tokoh dan masyarakat dari tujuh kecamatan di Kabupaten Buton Tengah yang kini berdomisili di Kota Baubau.

Nurman mengatakan, pembentukan kerukunan tersebut berangkat dari keinginan untuk menghadirkan wadah yang dapat mempererat hubungan antartokoh dan masyarakat Buton Tengah di Kota Baubau. Menurut dia, wadah bersama diperlukan agar komunikasi dan silaturahmi dapat dilakukan secara lebih intensif.

Gagasan tersebut mulai dirintis sejumlah generasi muda pada 6 Juni 2026 di Kota Baubau. Pertemuan itu menjadi awal pembahasan atas kegelisahan sebagian tokoh masyarakat mengenai belum terbentuknya wadah kerukunan keluarga Buton Tengah di Kota Baubau.

“Kenapa kita tidak mulai dari kalangan generasi muda? Selanjutnya kita bangun silaturahmi, komunikasi kepada tokoh-tokoh, kita minta nasihat dan kesediaan para tokoh untuk sama-sama kita minta restu membentuk Kerukunan Buton Tengah ini,” kata Nurman.

Setelah pertemuan tersebut, panitia kemudian melakukan silaturahmi dari rumah ke rumah untuk meminta nasihat, petunjuk, harapan, dan doa dari sejumlah tokoh. Di antaranya Ali Opa, H Samahuddin, H Radeni, Mursal Zubair, Kompol Suryadi, Baharuddin, Haji Mansur, H Ridwan, serta tokoh masyarakat lainnya.

Menurut Nurman, seluruh tokoh yang ditemui memberikan dukungan terhadap gagasan pembentukan kerukunan. Dukungan tersebut kemudian menjadi salah satu kekuatan bagi panitia untuk melanjutkan proses hingga terlaksananya Mubes pertama.

“Semua tokoh bersepakat, bersatu mengatakan: lakukan, ucapkan Bismillah, kita mulai pergerakan ini untuk membentuk kerukunan keluarga yang ada di Kota Baubau ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembentukan KKBT Kota Baubau setidaknya memiliki sejumlah tujuan. Pertama, menciptakan hubungan silaturahmi yang lebih kuat di antara tokoh dan masyarakat Buton Tengah di Kota Baubau. Kedua, memperkokoh semangat persaudaraan, pertemanan, dan persahabatan melalui wadah bersama.

Selain itu, KKBT Kota Baubau diharapkan dapat menjadi ruang untuk menghimpun ide dan gagasan masyarakat Buton Tengah dalam mendukung pembangunan Kota Baubau. Hal tersebut sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Mari Kerja Bersama”, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan membantu pemerintah daerah menyukseskan visi dan misi Wali Kota Baubau bersama Wakil Wali Kota Baubau.

Nurman juga menekankan bahwa Mubes pertama tersebut merupakan tonggak sejarah baru bagi masyarakat Buton Tengah di Kota Baubau. Pertemuan itu tidak hanya menjadi forum musyawarah, tetapi juga mempertemukan kembali masyarakat yang dalam beberapa kasus telah lama tidak berjumpa.

“Ini tonggak sejarah baru bagi kita semua. Karena pada hari ini kita berhimpun, terkumpul dalam rangka melaksanakan musyawarah, membangun silaturahmi di antara semua tokoh dan masyarakat Kabupaten Buton Tengah yang ada di Kota Baubau ini,” tuturnya.

Nurman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Baubau, tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat Buton Tengah yang telah mendukung pelaksanaan Mubes. Ia mengatakan, pembiayaan kegiatan tersebut bersumber dari iuran tokoh dan masyarakat Buton Tengah di Kota Baubau yang diberikan secara sukarela.

Ia menuturkan, dukungan masyarakat bahkan datang tanpa panitia harus mendatangi satu per satu rumah tokoh untuk meminta bantuan. Sejumlah tokoh dan masyarakat justru menghubungi panitia dan meminta nomor rekening untuk menyalurkan dukungan secara sukarela.

“Untuk itu, saya atas nama panitia mewakili semua rekan-rekan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kota Baubau yang telah mendukung kami dalam pelaksanaan kegiatan ini,” kata Nurman.

baca juga:

  1. Tiga Titik Api Kembali Muncul di Bukit Wantiro Baubau, Tim Gabungan Bergerak, Medan Tebing …
  2. Mau Dikirim ke Buton Tengah , Modus Baru Rokok Ilega Dikemas sebagai ATK dalam Truk Ekspedisi, Polres Baubau Amankan 11.790 Bungkus Rokok Tanpa Cukai

Dalam sambutannya, Nurman juga mengajak seluruh peserta menjadikan Mubes pertama tersebut sebagai awal untuk menyatukan pemikiran, pendapat, dan hati dalam membangun KKBT. Ia berharap proses musyawarah berlangsung aman, damai, dan tertib serta menghasilkan wadah yang mampu memperkuat persaudaraan masyarakat Buton Tengah di Kota Baubau.(*)

baca berita lainnya:

 

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Konektivitas udara masyarakat Kepulauan Buton menuju Makassar kembali diperkuat setelah Super Air Jet (SAJ) dipastikan melayani rute Makassar (UPG)-Baubau (BUW) pulang-pergi mulai 1 Oktober 2026. Penerbangan reguler tersebut dijadwalkan berlangsung setiap hari melalui Bandara Betoambari dengan kapasitas sekitar 200 penumpang per hari. “Super Air Jet Kembali Terbang Rute Makassar-Baubau Mulai 1 Oktober Setiap Hari, Tiket Diupayakan di Bawah Rp1 Juta,”

1 11

Kepastian itu disampaikan Kepala Bandara Betoambari Baubau Anas La Bakara, Kamis (24/9/2026). Menurut dia, pengoperasian kembali SAJ merupakan hasil dukungan Pemerintah Kota Baubau bersama pemerintah daerah di Kabupaten Buton, Buton Tengah, Buton Selatan, dan Buton Utara untuk memperkuat akses transportasi udara kawasan Kepulauan Buton.

“Mulai 1 Oktober nanti, Super Air Jet akan kembali beroperasi di Bandara Betoambari. Ini adalah dukungan konkret dari Wali Kota Baubau bersama para bupati se-Kawasan Buton,” kata Anas.

Selain menambah pilihan penerbangan, kehadiran kembali SAJ diharapkan memberikan dampak terhadap keterjangkauan harga tiket. Anas mengatakan harga penerbangan yang sebelumnya dapat mencapai Rp1,7 juta diharapkan bisa ditekan melalui layanan tersebut, dengan upaya harga berada di bawah Rp1 juta.

“Harapannya, seluruh masyarakat Kepulauan Buton bisa menikmati penerbangan dengan harga terjangkau. Selama ini harga tiket bisa mencapai Rp1,7 juta, ke depannya kami upayakan agar lebih murah dan harga di bawah Rp1 juta,” ujarnya.

3 3

Anas mengatakan keberlanjutan layanan penerbangan juga telah disiapkan melalui kerja sama yang dituangkan dalam jaminan garansi. Langkah itu sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai kelangsungan penerbangan setelah periode layanan sebelumnya. “Insyaallah per 1 Oktober siap beroperasi. Semua hal dalam kontrak sudah dipenuhi,” katanya.

Secara operasional, penerbangan Makassar-Baubau dijadwalkan berangkat pukul 08.30 WITA dan tiba pukul 09.30 WITA. Penerbangan yang bermalam di Baubau dijadwalkan berangkat pukul 06.30 WITA dan tiba di tujuan pukul 15.00 WITA. Tiket dapat dibeli melalui saluran penjualan daring. Pihak Bandara Betoambari menyatakan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas dalam penyelenggaraan layanan.

baca juga:

  1. Tiga Titik Api Kembali Muncul di Bukit Wantiro Baubau, Tim Gabungan Bergerak, Medan Tebing …
  2. 284,3 Juta Penduduk Terlindungi JKN, BPJS Dorong Layanan Berbasis Nilai …

Kembalinya penerbangan ini sekaligus melanjutkan sejarah panjang Betoambari sebagai simpul transportasi udara Buton. Bandara tersebut mulai dibangun pada 1975/1976 dan diresmikan sebagai lapangan terbang perintis pada 22 Oktober 1976. Pada 1984, pengelolaannya beralih kepada Departemen Perhubungan dan namanya menjadi Bandar Udara Betoambari Baubau. Dalam konteks nasional, penerbangan sipil Indonesia sendiri berkembang sejak masa awal kemerdekaan; Garuda Indonesian Airways lahir pada 1949 dan penerbangan perdananya berlangsung pada 28 Desember tahun yang sama.(*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *