BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM– Pemerintah Kabupaten Buton Selatan menempatkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pesan tersebut disampaikan dalam upacara yang digelar di Lapangan SMP Negeri 1 Batauga, Kamis (1/10/2026). “Pemkab Buton Selatan Teguhkan Pancasila sebagai Fondasi Persatuan Bangsa,

Upacara diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para asisten, staf ahli bupati, kepala bagian, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan. Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Selatan, Insanu, SKM., M.Si., memimpin upacara dengan mewakili Bupati Buton Selatan.
Pembacaan ikrar menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian upacara tersebut. Di hadapan peserta, Insanu menegaskan kembali kedudukan Pancasila sebagai dasar yang menyatukan kehidupan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.
“Pancasila adalah jiwa bangsa, fondasi persatuan, dan pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, serta bernegara,” kata Insanu saat membacakan ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
Peringatan pada 1 Oktober memiliki konteks sejarah yang berkaitan dengan peristiwa politik dan keamanan nasional pada 1965. Hari Kesaktian Pancasila kemudian diperingati setiap 1 Oktober sebagai bagian dari perjalanan sejarah Indonesia dalam mempertahankan dan meneguhkan Pancasila sebagai dasar negara. Momentum tersebut berbeda dengan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap 1 Juni berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.
Secara historis, proses pembentukan Pancasila sendiri berlangsung melalui sejumlah tahapan pada 1945. BPIP dan Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat Pancasila pertama kali diperkenalkan Sukarno sebagai dasar negara dalam sidang BPUPK pada 1 Juni 1945. Rumusannya kemudian berkembang melalui Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 dan mencapai rumusan final dalam sidang PPKI pada 18 Agustus 1945.
Karena itu, peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Buton Selatan tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah daerah mendorong agar nilai persatuan, kebersamaan, dan semangat kebangsaan diterjemahkan ke dalam pelaksanaan pemerintahan serta kehidupan sosial masyarakat.
baca juga:
- 21 Calon Jemaah Haji Busel Tuntaskan Paspor, Geo-Visa Capai 50 Persen
- Gandeng Kejari Buton Pemkab Buton Selatan Bekali Aparatur Soal Gratifikasi dan Benturan Kepentingan
Melalui peringatan tersebut, Pemkab Buton Selatan kembali mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Pesan itu sekaligus menempatkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai ruang refleksi atas perjalanan sejarah bangsa dan tanggung jawab generasi sekarang dalam menjaga persatuan Indonesia.(*)
baca berita lainnya:

Pelaksanaan Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa ditandai dengan konsumsi TTD secara serentak oleh lima siswi bersama para siswa lainnya. Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya pencegahan anemia sejak usia sekolah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Sijatiku, SKM., M.Kes., mengatakan perhatian terhadap siswa SMA menjadi bagian penting dalam pencegahan masalah gizi jangka panjang. Berdasarkan data Sigizikesga/e-PPGBM dan data riil puskesmas hingga Juli 2026, angka stunting Kabupaten Buton Selatan mencapai 18,2 persen dan berada pada urutan ketiga tertinggi. Sementara itu, wilayah Puskesmas Lapandewa mencatat 28,7 persen atau tertinggi kedua setelah Puskesmas Batu Atas Barat.
“Remaja putri hari ini adalah calon ibu masa depan. Mencegah anemia sejak dini berarti menjaga kesehatan reproduksi sekaligus menekan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun stunting,” kata Sijatiku.
Menurut Sijatiku, data stunting harus dibaca berdasarkan metode pengukurannya. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting sebesar 38,9 persen, tetapi angka tersebut tidak dapat dibandingkan langsung dengan data Sigizikesga/e-PPGBM karena terdapat perbedaan sumber, metode, dan waktu pengukuran.
Di SMA Negeri 1 Lapandewa, intervensi tidak hanya menyasar siswa. Pada rangkaian kegiatan yang sama, bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diberikan kepada dua ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta tiga balita penderita stunting dan kurang gizi. Bantuan dari Pemerintah Pusat itu akan diantar langsung ke rumah penerima oleh petugas puskesmas.
Mewakili Bupati Buton Selatan, Asisten II Setda, Drs. La Safilin, M.Si., menegaskan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku sehat generasi muda. “Kesehatan adalah modal utama. Semoga ini bukan seremonial belaka, melainkan awal perubahan pola hidup sehat,” ujarnya. Ia mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan pemerintah desa berkolaborasi menurunkan angka stunting.
baca juga:
Wakil Ketua II DPRD Buton Selatan Hasrul Saadi Harap Firman Hamza Lanjutkan Sinergi DPRD dan Pemda …
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Letakkan Batu Pertama KNMP di Tiga Desa Buton Selatan, Rantai Ekonomi Nelayan Diperkuat
Penempatan Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa juga memperkuat pendekatan pencegahan yang dimulai sebelum seseorang memasuki fase kehamilan. Secara nasional dan global, pencegahan anemia pada remaja putri menjadi bagian dari upaya memperbaiki kesehatan ibu dan anak pada masa mendatang. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Kepala Kemenag Buton Selatan, Camat Lapandewa, Kapolsek, Kepala SMA Negeri 1 Lapandewa, para kepala desa, serta para siswa.(*)



