Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim di HUT Baubau ke-485, Pemkot Bidik Warisan Dunia dan Perluas Akses Teknologi Digital Hingga IPM Tinggi dan Investasi Rp 139 MiliarAmanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim di HUT Baubau ke-485, Pemkot Bidik Warisan Dunia dan Perluas Akses Teknologi Digital Hingga IPM Tinggi dan Investasi Rp 139 Miliar

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Pemerintah Kota Baubau memperkuat transformasi digital, mendorong investasi, dan menyiapkan pengusulan Benteng Keraton Buton sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO dalam momentum peringatan HUT Baubau ke-485 dan Hari Jadi Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom, Sabtu (17/10/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kota yang berdaya saing tanpa meninggalkan akar sejarah Kesultanan Buton. “Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim di HUT Baubau ke-485, Pemkot Bidik Warisan Dunia dan Perluas Akses Teknologi Digital Hingga IPM Tinggi dan Investasi Rp 139 Miliar,”

Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim di HUT Baubau ke-485, Pemkot Bidik Warisan Dunia dan Perluas Akses Teknologi Digital Hingga IPM Tinggi dan Investasi Rp 139 Miliar
Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim di HUT Baubau ke-485, Pemkot Bidik Warisan Dunia dan Perluas Akses Teknologi Digital Hingga IPM Tinggi dan Investasi Rp 139 Miliar

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim SE, dalam amanat upacara menegaskan bahwa pembangunan harus tetap berjalan di tengah tekanan ekonomi dan dinamika kebijakan fiskal. “Peningkatan jalan, drainase, jaringan air bersih, hingga mutu pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas kerja,” ujarnya. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan, merawat fasilitas publik, dan memperkuat gotong royong.

Pada sektor ekonomi, realisasi investasi Baubau sepanjang 2026 dilaporkan mencapai Rp139 miliar. Revitalisasi Pasar Wameo, penyiapan pasar penyangga, penyelenggaraan Baubau Expo, serta masuknya sejumlah pelaku usaha modern diharapkan membuka lapangan kerja dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia Baubau tercatat sebesar 80,29 pada akhir 2025, masuk kategori sangat tinggi. Kota ini juga disebut memperoleh peringkat kedua nasional dalam kategori akses dan pelayanan kesehatan Regional Sulawesi dari Kementerian Dalam Negeri.

Untuk menghadapi perkembangan teknologi, Pemkot Baubau menjalin kerja sama dengan Balai Besar Komdigi Makassar melalui kesepakatan pelatihan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan penguatan konektivitas digital. Baubau juga menyatakan dukungan terhadap program strategis nasional, termasuk pengembangan Bandara Betoambari, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

Di bidang kebudayaan, pemerintah daerah menjadwalkan Simposium Budaya Buton pada 28 Oktober 2026 sebagai bagian dari persiapan teknis pengusulan Benteng Keraton Buton ke UNESCO. Upaya tersebut sejalan dengan pelestarian tradisi Santiago, karnaval budaya, dan Pekakande-kandea untuk menjaga warisan leluhur serta falsafah Sara Pataanguna. “Identitas Baubau berakar kuat pada peradaban Kesultanan Buton dan falsafah Bolimo Karo Somanamo Lipu, yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” kata Yusran dalam amanatnya.

Secara historis, Baubau tumbuh dari lingkungan peradaban Kesultanan Buton yang memiliki tradisi pemerintahan, hukum adat, dan tata sosial tersendiri. Benteng Keraton Buton menjadi salah satu peninggalan penting dari perjalanan sejarah tersebut. Dalam konteks internasional, UNESCO melalui Konvensi Warisan Dunia 1972 menetapkan kerangka kerja perlindungan warisan budaya dan alam yang memiliki nilai universal luar biasa. Pengusulan ke daftar Warisan Dunia memerlukan kajian, dokumentasi, serta pemenuhan kriteria dan persyaratan UNESCO; karena itu, agenda simposium menjadi salah satu langkah persiapan, bukan penetapan status sebagai warisan dunia.

Peringatan yang berlangsung di Baubau tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tenggara La Ode Fasikin, S.Pi., M.Si., Bupati Buton Selatan H Muh Adios, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa ST, Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil, SH, MH, Wakil Bupati Buton Tengah Muh Adam Basan SSos., anggota DPR RI Jaelani, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya. Hadir pula Atase Kebudayaan Timor-Leste Prof Dr Tasrifin Tahara, Kepala BLSDM Komdigi Makassar Drs Baso Saleh, MIKom., dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulawesi Tenggara Andi Syahrir.

baca juga:

  1. Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, Wali Kota Yusran Fahim Siapkan 10 Proyek …
  2. Empat Hari Digelar, Baubau Job Fair 2026 Catat 596 Lamaran dari 528 Pencari Kerja, 551 Akses Bansos dan 249 Pemeriksaan Kesehatan, Amalia Abibu Apresiasi Partisipasi Warga

 

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ritual adat Pekakande-kandea yang mencakup pemberian makanan kepada anak-anak maelu atau yatim piatu. Peringatan hari jadi ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyeimbangkan modernisasi pelayanan publik, penguatan ekonomi, serta pelestarian identitas budaya. Dengan demikian, pembangunan Baubau tidak hanya diukur melalui capaian ekonomi dan teknologi, tetapi juga melalui kemampuan menjaga warisan sejarah untuk generasi mendatang.(*)

baca berita lainnya:

 

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM  — Sebanyak 46 peserta lomba dayung koli-koli dan 25 perahu hias memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-485 Baubau dan 25 tahun sebagai daerah otonom di Pantai Kotamara, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang disaksikan ribuan warga itu menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya bahari masyarakat Buton sekaligus pengembangan potensi wisata berbasis tradisi lokal. “Sukses Tarik Perhatian Warga, Lomba Koli-Koli dan Perahu Hias Jadi Daya Tarik Meriahkan Hari jadi Kota Baubau ke 25 Sebagai Daerah Otonom,”

Sukses Tarik Perhatian Warga, Lomba Koli-Koli dan Perahu Hias Jadi Daya Tarik Meriahkan Hari jadi Kota Baubau ke 25 Sebagai Daerah Otonom
Sukses Tarik Perhatian Warga, Lomba Koli-Koli dan Perahu Hias Jadi Daya Tarik Meriahkan Hari jadi Kota Baubau ke 25 Sebagai Daerah Otonom

Perlombaan yang diselenggarakan Dinas Perikanan Kota Baubau tersebut menghadirkan atraksi maritim yang berakar pada kehidupan masyarakat pesisir. Selain menjadi hiburan dalam rangkaian perayaan hari jadi, kegiatan ini dimanfaatkan untuk memperkuat identitas budaya daerah dan memperkenalkan tradisi bahari kepada generasi muda.

Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Yulia Widiarti, S.T., M.Si., mengatakan lomba tradisional itu bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, keberlanjutan tradisi maritim merupakan bagian penting dari upaya menjaga jati diri masyarakat pesisir di tengah perubahan zaman.

“Lomba Dayung Koli-Koli dan Perahu Hias adalah bukti nyata bahwa tradisi bahari kita tetap hidup, lestari, dan terus menjadi kebanggaan bersama di tengah perkembangan zaman,” kata Yulia dalam siaran pers, Selasa (13/10/2026).

Yulia menambahkan, antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Pantai Kotamara menunjukkan bahwa kegiatan budaya masih memiliki daya tarik kuat. Ia juga menilai perlombaan semacam ini berpotensi mendukung promosi pariwisata dan menarik kunjungan wisatawan ke Kota Baubau.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, S.T., M.Si., Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Baubau.

Pada kategori dayung koli-koli, Rahmad meraih juara pertama, disusul Zainal di posisi kedua dan Ramadhan di posisi ketiga. Gunawan Guhe menempati peringkat keempat, Ajid di posisi kelima, sedangkan Muhammad Ridho meraih posisi keenam.

Sementara itu, pada kategori perahu hias, Melky Setiawan meraih juara pertama. Zulfikran menempati posisi kedua, diikuti Muhammad Said Idu di posisi ketiga. Bariu berada di peringkat keempat, Idris Ismail di posisi kelima, dan La Gani menempati posisi keenam.

Tradisi bahari yang ditampilkan dalam perlombaan tersebut memiliki kaitan dengan sejarah panjang Indonesia sebagai negara kepulauan. Sejak masa kerajaan-kerajaan Nusantara, jalur laut berperan penting dalam perdagangan, mobilitas penduduk, dan pertukaran budaya antarpulau. Aktivitas pelayaran turut membentuk kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir di berbagai wilayah.

Di kawasan timur Indonesia, Kesultanan Buton menjadi salah satu bagian penting dari sejarah politik dan perdagangan regional. Letak Buton di antara jalur perairan Sulawesi dan Maluku menjadikan laut sebagai unsur penting dalam kehidupan masyarakatnya. Latar sejarah ini memberi konteks bagi keberadaan tradisi maritim yang masih dipelihara masyarakat Baubau.

Pada lingkup internasional, masyarakat kepulauan Pasifik juga memiliki sejarah panjang dalam pembuatan perahu dan pelayaran antarpulau. Pengetahuan mengenai navigasi, kondisi laut, dan keterampilan membuat perahu diwariskan lintas generasi serta menjadi bagian dari identitas budaya mereka. Tradisi tersebut memperlihatkan besarnya peran laut dalam membentuk peradaban masyarakat kepulauan di berbagai belahan dunia.

baca juga:

  1. Baubau Job Fair 2026 Catat 325 Lamaran dalam Dua Hari, 16 Perusahaan Berpartisipasi, tersedia …
  2. Empat Hari Digelar, Baubau Job Fair 2026 Catat 596 Lamaran dari 528 Pencari Kerja, 551 Akses Bansos dan 249 Pemeriksaan Kesehatan, Amalia Abibu Apresiasi Partisipasi Warga

Melalui lomba dayung koli-koli dan perahu hias, peringatan hari jadi Baubau menjadi momentum untuk menjaga warisan budaya sekaligus memperluas promosi pariwisata. Keberlanjutan tradisi ini membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat pesisir, dan generasi muda agar identitas bahari tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.(*)

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *