Baubau Expo 2026 Ditutup Raup Transaksi Rp816 Juta, Ribuan Warga Padati Kawasan KotamaraBaubau Expo 2026 Ditutup Raup Transaksi Rp816 Juta, Ribuan Warga Padati Kawasan Kotamara

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM  — Baubau Expo dan Pameran UMKM 2026 mencatatkan perputaran transaksi sekitar Rp816 juta sejak dibuka pada 13 Oktober hingga penutupan rangkaian kegiatan pada 17 Oktober 2026. Capaian tersebut mewarnai puncak peringatan Hari Jadi ke-485 Kota Baubau dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom yang berlangsung di kawasan Kotamara, Sabtu (17/10/2026). “Baubau Expo 2026 Ditutup Raup Transaksi Rp816 Juta, Ribuan Warga Padati Kawasan Kotamara,”

Baubau Expo 2026 Ditutup Raup Transaksi Rp816 Juta, Ribuan Warga Padati Kawasan Kotamara
Baubau Expo 2026 Ditutup Raup Transaksi Rp816 Juta, Ribuan Warga Padati Kawasan Kotamara

Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., mengatakan, peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum mengevaluasi perjalanan pembangunan daerah dan memperkuat komitmen untuk menghadapi tantangan ke depan. Ia menyebut seperempat abad sebagai daerah otonom menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Baubau menuju daerah yang mandiri dan berdaya saing.

“Peringatan Hari Jadi dan HUT Kota Baubau kali ini kita bingkai dengan tema ‘Kota Baubau: Bangkit, Berbudaya, dan Sejahtera’,” kata Yusran dalam sambutannya pada malam ramah tamah di Kotamara.

Menurut dia, tema tersebut mengandung pesan agar masyarakat dan pemerintah terus bergerak maju tanpa meninggalkan adat istiadat serta nilai-nilai luhur budaya Buton. Pembangunan, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Dari sisi ekonomi, Baubau Expo menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Baubau memandang kegiatan semacam ini sebagai salah satu sarana untuk memperluas pemasaran produk lokal dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Yusran mengatakan, capaian transaksi selama pameran menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tumbuh di tengah perayaan hari jadi. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom juga diisi berbagai kegiatan kebudayaan dan olahraga tradisional. Agenda tersebut meliputi lomba perahu hias, dayung koli-koli, Karnaval Budaya, Ritual Santiago, Tuturangiana Batuwampone, dan Haroana Andala. Berbagai kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menjaga warisan leluhur dan identitas budaya masyarakat Wolio.

Puncak perayaan ditandai dengan malam ramah tamah yang berlangsung meriah. Penyanyi asal Maluku, Mitha Talahatu, bersama sejumlah artis lainnya tampil menghibur warga. Ribuan masyarakat memadati kawasan Kotamara untuk menyaksikan pertunjukan sekaligus mengikuti penutupan rangkaian Baubau Expo 2026.

Acara tersebut dihadiri anggota DPR RI H. Ali Mazi, S.H.; perwakilan Gubernur Sulawesi Tenggara, La Ode Fasikin, S.Pi., M.Si., selaku Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik; Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H.; Bupati Buton Selatan H. Muh. Adios; Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc.; Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, S.T., M.Si.; Sekda Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si.; serta Wakil Ketua DPRD Kota Baubau Natas Aryu Prawira Tamim, S.M., M.M., dan Adriansyah Farmin, S.T. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Baubau dan tamu undangan lainnya.

Secara historis, peringatan tahun ini menggabungkan dua tonggak berbeda, yakni Hari Jadi Baubau ke-485 dan 25 tahun perjalanan sebagai daerah otonom. Kedua penanda tersebut mencerminkan dimensi sejarah dan administrasi pemerintahan yang berbeda: perjalanan panjang kota dalam tradisi sejarah Buton serta perkembangan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam kerangka otonomi.

Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan UMKM juga menjadi bagian penting pembangunan ekonomi Indonesia. Usaha mikro, kecil, dan menengah berperan dalam kegiatan produksi, perdagangan, dan penyerapan tenaga kerja. Di tingkat internasional, penguatan usaha kecil turut menjadi perhatian dalam agenda pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks Baubau, pameran UMKM dapat menjadi salah satu instrumen promosi produk lokal, meskipun dampak jangka panjangnya perlu diukur melalui perkembangan penjualan, jangkauan pasar, dan keberlanjutan usaha setelah kegiatan berakhir.

baca juga:

  1. Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, Wali Kota Yusran Fahim Siapkan 10 Proyek …
  2. 46 Pendayung dan 25 Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga

Dengan berakhirnya rangkaian perayaan pada 17 Oktober, pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan capaian ekonomi dan partisipasi masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya. Tantangan selanjutnya ialah memastikan manfaat promosi dan transaksi selama pameran dapat berlanjut menjadi peningkatan kapasitas usaha serta perluasan pasar bagi UMKM lokal.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Pemerintah Kota Baubau memperkuat transformasi digital, mendorong investasi, dan menyiapkan pengusulan Benteng Keraton Buton sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO dalam momentum peringatan HUT Baubau ke-485 dan Hari Jadi Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom, Sabtu (17/10/2026). Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun kota yang berdaya saing tanpa meninggalkan akar sejarah Kesultanan Buton. “Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim di HUT Baubau ke-485, Pemkot Bidik Warisan Dunia dan Perluas Akses Teknologi Digital Hingga IPM Tinggi dan Investasi Rp 139 Miliar,”

Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim di HUT Baubau ke-485, Pemkot Bidik Warisan Dunia dan Perluas Akses Teknologi Digital Hingga IPM Tinggi dan Investasi Rp 139 Miliar
Amanat Wali Kota Baubau H Yusran Fahim di HUT Baubau ke-485, Pemkot Bidik Warisan Dunia dan Perluas Akses Teknologi Digital Hingga IPM Tinggi dan Investasi Rp 139 Miliar

Wali Kota Baubau H Yusran Fahim SE, dalam amanat upacara menegaskan bahwa pembangunan harus tetap berjalan di tengah tekanan ekonomi dan dinamika kebijakan fiskal. “Peningkatan jalan, drainase, jaringan air bersih, hingga mutu pelayanan dasar kesehatan dan pendidikan tetap menjadi prioritas kerja,” ujarnya. Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat menjaga kerukunan, merawat fasilitas publik, dan memperkuat gotong royong.

Pada sektor ekonomi, realisasi investasi Baubau sepanjang 2026 dilaporkan mencapai Rp139 miliar. Revitalisasi Pasar Wameo, penyiapan pasar penyangga, penyelenggaraan Baubau Expo, serta masuknya sejumlah pelaku usaha modern diharapkan membuka lapangan kerja dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia Baubau tercatat sebesar 80,29 pada akhir 2025, masuk kategori sangat tinggi. Kota ini juga disebut memperoleh peringkat kedua nasional dalam kategori akses dan pelayanan kesehatan Regional Sulawesi dari Kementerian Dalam Negeri.

Untuk menghadapi perkembangan teknologi, Pemkot Baubau menjalin kerja sama dengan Balai Besar Komdigi Makassar melalui kesepakatan pelatihan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan penguatan konektivitas digital. Baubau juga menyatakan dukungan terhadap program strategis nasional, termasuk pengembangan Bandara Betoambari, Makan Bergizi Gratis, Koperasi Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.

Di bidang kebudayaan, pemerintah daerah menjadwalkan Simposium Budaya Buton pada 28 Oktober 2026 sebagai bagian dari persiapan teknis pengusulan Benteng Keraton Buton ke UNESCO. Upaya tersebut sejalan dengan pelestarian tradisi Santiago, karnaval budaya, dan Pekakande-kandea untuk menjaga warisan leluhur serta falsafah Sara Pataanguna. “Identitas Baubau berakar kuat pada peradaban Kesultanan Buton dan falsafah Bolimo Karo Somanamo Lipu, yang mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan,” kata Yusran dalam amanatnya.

Secara historis, Baubau tumbuh dari lingkungan peradaban Kesultanan Buton yang memiliki tradisi pemerintahan, hukum adat, dan tata sosial tersendiri. Benteng Keraton Buton menjadi salah satu peninggalan penting dari perjalanan sejarah tersebut. Dalam konteks internasional, UNESCO melalui Konvensi Warisan Dunia 1972 menetapkan kerangka kerja perlindungan warisan budaya dan alam yang memiliki nilai universal luar biasa. Pengusulan ke daftar Warisan Dunia memerlukan kajian, dokumentasi, serta pemenuhan kriteria dan persyaratan UNESCO; karena itu, agenda simposium menjadi salah satu langkah persiapan, bukan penetapan status sebagai warisan dunia.

Peringatan yang berlangsung di Baubau tersebut dihadiri Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tenggara La Ode Fasikin, S.Pi., M.Si., Bupati Buton Selatan H Muh Adios, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa ST, Wakil Bupati Muna La Ode Asrafil, SH, MH, Wakil Bupati Buton Tengah Muh Adam Basan SSos., anggota DPR RI Jaelani, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya. Hadir pula Atase Kebudayaan Timor-Leste Prof Dr Tasrifin Tahara, Kepala BLSDM Komdigi Makassar Drs Baso Saleh, MIKom., dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulawesi Tenggara Andi Syahrir.

baca juga:

  1. Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, Wali Kota Yusran Fahim Siapkan 10 Proyek …
  2. Empat Hari Digelar, Baubau Job Fair 2026 Catat 596 Lamaran dari 528 Pencari Kerja, 551 Akses Bansos dan 249 Pemeriksaan Kesehatan, Amalia Abibu Apresiasi Partisipasi Warga

 

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan ritual adat Pekakande-kandea yang mencakup pemberian makanan kepada anak-anak maelu atau yatim piatu. Peringatan hari jadi ini sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyeimbangkan modernisasi pelayanan publik, penguatan ekonomi, serta pelestarian identitas budaya. Dengan demikian, pembangunan Baubau tidak hanya diukur melalui capaian ekonomi dan teknologi, tetapi juga melalui kemampuan menjaga warisan sejarah untuk generasi mendatang.(*)

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *