BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau mematangkan persiapan peringatan Hari Pahlawan 2026 dengan menyiapkan tiga agenda utama, yakni upacara bendera, ziarah nasional, dan tabur bunga di laut. Seluruh rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Selasa (10/11/2026) tersebut akan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, organisasi kepemudaan, hingga kalangan pelajar dan mahasiswa. “Jelang Hari Pahlawan 2026, Baubau Matangkan Tiga Agenda Penghormatan Perjuangan,”

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Baubau, La Ode Aswad, S.Sos., M.Si., di ruang rapat lantai II Kantor Wali Kota Baubau, Selasa (3/11/2026). Rapat tersebut digelar melalui Dinas Sosial dan Tenaga Kerja untuk memastikan seluruh agenda berjalan tertib, aman, dan khidmat.
Mengusung tema “Pahlawanku Teladanku: Melangkah Bersama, Melanjutkan Perjuangan”, peringatan tahun ini tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat penghormatan terhadap nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para pahlawan kepada bangsa.
La Ode Aswad menekankan pentingnya sinergi seluruh unsur kepanitiaan. Menurut dia, kesiapan setiap seksi harus terkoordinasi agar tidak terjadi kendala selama pelaksanaan kegiatan, mulai dari upacara, perlengkapan, pelayanan kesehatan, pengamanan, hingga publikasi.
“Peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum penghormatan nyata atas jasa para pejuang kemerdekaan. Oleh karena itu, seluruh seksi kepanitiaan harus bekerja terintegrasi dan disiplin terhadap rundown yang telah dirancang,” tegasnya.
Secara historis, Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November berakar pada pertempuran besar di Surabaya pada 10 November 1945. Pertempuran tersebut menjadi salah satu simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap upaya kembalinya kekuasaan kolonial setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Pemerintah kemudian menetapkan 10 November sebagai Hari Pahlawan melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Semangat mengenang perjuangan juga menjadi tradisi di berbagai negara. Salah satunya Remembrance Day yang diperingati setiap 11 November di sejumlah negara Persemakmuran untuk mengenang korban perang, terutama berakhirnya Perang Dunia I melalui gencatan senjata pada 11 November 1918. Tradisi tersebut menunjukkan bahwa penghormatan terhadap pengorbanan para pejuang dan korban perang merupakan nilai kemanusiaan yang melampaui batas negara.
Dalam rangkaian kegiatan di Baubau, upacara bendera direncanakan dipimpin langsung Wali Kota Baubau selaku inspektur upacara. Agenda tersebut mencakup pembacaan pesan-pesan pahlawan, penyampaian pidato seragam dari Kementerian Sosial RI, serta penyerahan bantuan sosial secara simbolis kepada para veteran.
Selain itu, upacara ziarah nasional di Taman Makam Pahlawan (TMP) Oputa Yi Koo dijadwalkan dipimpin Dandim 1413/Buton. Sementara itu, upacara tabur bunga di laut yang berlokasi di Pelabuhan Murhum akan dipimpin Kapolres Baubau. Kedua kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga bagi kemerdekaan Indonesia.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, La Ode Aswad meminta Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan kepolisian memperkuat koordinasi pengamanan, termasuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas serta memastikan seluruh lokasi kegiatan tetap kondusif.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat Kota Baubau untuk mengibarkan bendera Merah Putih satu tiang penuh pada 10 November 2026. Mari kita bersama-sama mengambil sikap hening cipta selama 60 detik tepat pukul 08.15 WITA,” ujarnya.
Pelaksanaan hening cipta serentak tersebut akan ditandai dengan bunyi sirene kendaraan di jalan raya, termasuk sirene armada pemadam kebakaran dan ambulans. Dinas Komunikasi dan Informatika bersama jajaran pemerintah di tingkat wilayah diharapkan turut menyosialisasikan imbauan tersebut agar partisipasi masyarakat semakin luas.
baca juga:
- PERPANI Baubau Bidik Prestasi Porprov 2026, 31 Atlet Berebut Tiket ke Kendari …
- Nongkrong Bersama di Pasar Karya Nugraha Baubau dan Diduga Dipicu Miras Hingga Tersinggung Dengan Pertanyaan Pernah Masuk Penjara, Pelaku Tunggal MOL Tikam Dhani Hingga Tewas
Melalui keterlibatan seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Pemkot Baubau berharap peringatan Hari Pahlawan 2026 tidak hanya berlangsung tertib dan khidmat, tetapi juga memperkuat kesadaran generasi muda untuk meneruskan semangat perjuangan melalui pengabdian, persatuan, dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa.(*)
baca berita lainnya:
BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Peningkatan kapasitas perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan publik menjadi salah satu agenda pemberdayaan yang didorong Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Baubau. Melalui Akademi Paradigta, perempuan didorong tidak hanya berperan dalam lingkup keluarga, tetapi juga mengambil bagian dalam pembangunan di bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi. “PKK Baubau Perkuat Kepemimpinan Perempuan Lewat Akademi Paradigta, Sitti Aryati Yusran Ajak Perempuan Baubau Jadi Penggerak Perubahan Sosial,”

Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Advokasi Kebijakan dan Pendampingan Peningkatan Partisipasi Perempuan di Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Baubau, Senin (2/11/2026). Kegiatan ini dilaksanakan melalui Sistem Pendidikan Pemberdayaan Perempuan dengan menggandeng Akademi Paradigta Indonesia PEGAS PEKKA.
Ketua TP PKK Kota Baubau, Hj. Sitti Aryati Yusran, mengatakan pemberdayaan perempuan harus diarahkan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan agar perempuan memiliki keberanian, kemampuan, dan kesempatan untuk menentukan kebijakan yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
Menurut dia, perempuan dan anak termasuk kelompok yang rentan terhadap berbagai persoalan pembangunan. Tekanan ekonomi, kemiskinan, dan terbatasnya akses pemberdayaan dapat berdampak terhadap ketahanan keluarga, termasuk persoalan pemenuhan gizi dan penanganan stunting.
Dalam konteks pembangunan daerah, Sitti Aryati menilai PKK memiliki peran penting untuk menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia mengajak seluruh kader PKK dari tingkat kelurahan hingga kota, organisasi perangkat daerah (OPD), serta lembaga perempuan memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas sektor.
“Perempuan harus menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri agar mampu menghadirkan perubahan signifikan bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Semangat inilah yang menjadi titik temu antara PKK, pemerintah daerah, dan PEGAS PEKKA,” katanya.
Ia juga mengapresiasi PEGAS PEKKA yang memilih Baubau sebagai wilayah intervensi program. Melalui pendidikan terstruktur Akademi Paradigta, peserta diharapkan memperoleh bekal kepemimpinan akar rumput, kemampuan advokasi, serta keberanian menyampaikan aspirasi dalam proses pengambilan keputusan publik.
Penguatan peran perempuan tersebut memiliki landasan historis panjang, baik di tingkat nasional maupun internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 18 Desember 1979 mengadopsi Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW), sebagai instrumen internasional untuk menghapus diskriminasi terhadap perempuan.
Tonggak berikutnya terjadi pada 1995 melalui Konferensi Dunia Keempat tentang Perempuan di Beijing, China. Sebanyak 189 negara mengadopsi Deklarasi dan Landasan Aksi Beijing yang menetapkan 12 bidang prioritas pemberdayaan perempuan, termasuk pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi, serta peningkatan keterlibatan perempuan dalam kekuasaan dan pengambilan keputusan.
Di Indonesia, upaya memperluas keterwakilan perempuan dalam politik memperoleh penguatan melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum yang mengatur keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif. Ketentuan tersebut kemudian diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2008, yang mengatur kuota minimal 30 persen perempuan dalam daftar bakal calon anggota DPR dan DPRD.
baca juga:
- Ancaman Cuaca Ekstrem, Pemkot Baubau Instruksikan Camat dan Lurah Pantau Peringatan BMKG …
- Seleksi 31 Atlet, PERPANI Baubau Siapkan Regu Panahan Terbaik ke Kendari Untuk Hadapi Porprov 2026
Dengan latar belakang tersebut, peluncuran Akademi Paradigta di Baubau diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pendidikan formal. Program ini diharapkan menjadi ruang pembentukan kepemimpinan perempuan yang mampu memperjuangkan kepentingan masyarakat, memperkuat ketahanan keluarga, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (*)




