F5.1 Gedung Dinas Kesehatan Dinkes Kota Baubau Tampak Dari Depan. Foto Nelvida A

Peliput : Nelvida A Editor : Arianto

BAUBAU, BP- Jumlah kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti mulai mengalami penurunan sejak memasuki bulan Februari hingga Maret 2019.

Tercatat jumlah kasus yang masuk sejak bulan Januari ialah sebanyak 61 kasus, kemudian menurun sampai 39 kasus pada bulan Februari dan 16 kasus untuk dibulam Maret.

Kepala Teknisi Kasus DBD Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau Umar saat ditemui Baubau Post diruangan kerjanya, Senin (01/04)mengatakan Presentase jumlah kasus DBD setiap bulannya mengalami penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data laporan yang diterima, jumlah kasus DBD pernah mengalami peningkatan yang cukup besar hingga mencapai 61 kasus.

Namun, hal itu tidak bertahan cukup lama. Setelah memasuki bulan Februari angka kasus DBD mulai mengalami penurunan jumlah kasus yakni sebanyak 39 kasus, sementara dibulan Maret mencapai 16 kasus.

” Setelah memasuki bulan Januari jumlah kasus DBD mencapai 61 kasus. Setalah memasuki bulan Februari, menurun sampai 39 kasus demam berdarah. Kasus yang tercatat dibulan maret sebanyak 16 kasus” jelasnya.

Dikatakannya, jumlah kasus DBD yang cenderung meningkat, disebabkan oleh transit perpindahan penduduk yang berasal dari luar daerah Kepulauan Buton (Kepton). Yang secara kebetulan telah mengidap penyakit DBD, dan secara tidak langsung menularkan virus Dengue melalui gigitan nyamuk.

“Pada bulan Januari jumlah kasus DBD meningkat. Hal ini dikarenakan proses transit perpindahan penduduk dari luar kota, yang beberapa diantaranya telah terjangkit virus DBD sehingga para transit harus melakukan rawat inap di Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Untuk meminimalisi angka penyakit tersebut, pihak Dinkes Baubau sesegerah mungkin melakukan penyelidikan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya penularan penyakit DBD, untuk kemudian ditindak lanjuti secara cepat. Salah satunya ialah melakukan Fogging atau pengasapan.

” Penanganan kasus DBD ditindak lanjuti dengan penyelidikan untuk kemudian ditindak lanjuti dengan penyemprotan guna memutuskan mata rantai perkembang biakan nyamuk Aedes Aegypti,” tutupnya (#)

Visited 1 times, 1 visit(s) today