F01.1 Pesawat Citilink

Peliput: Lulun Editor: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Maskapai Citilink siap mengekspansi penerbangan di Kota Baubau. Pasca tidak mengudaranya lagi maskapai Garuda, rute penerbangan yang sebelumnya diisi perusahaan plat merah ini menjadi kosong.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau Idrus Taufik Saidi menjelaskan, pihaknya telah bertemu dengan pihak Citilink membahas mengenai kesiapannya untuk beroperasi di Bandara Betoambari. Rencananya, maskapai Citilink akan mengudara mulai pertengahan April 2019.

“Ini menjadi kabar gembira buat masyarakat Baubau yang menggunakan transportasi udara, sebab Garuda sempat break (istirahat,red),” katanya saat ditemui, Selasa (03/04).

Lanjutnya, Citilink diperkirakan akan mengisi rute penerbangan yang sebelumnya diisi Garuda, seperti Baubau-Makassar, Baubau-Ambon, Baubau-Kendari dan sebaliknya. Dengan potensi penumpang yang cukup tinggi, pihaknya optimis Citilink dapat beroperasi dengan baik di Kota Baubau.

Anak perusahaan Garuda Indonesia ini, nantinya dapat membantu akomodasi transportasi para tamu yang akan menghadiri perhelatan Festival Keraton Masyarakat Adat (FKMA) Asean di Kota Baubau. Selain itu, dapat meningkatkan rute penerbangan di Bandara Betoambari.

“Mudah-mudahan dapat memberikan jawaban, bahwa ada alternatif penerbangan yang sehari yang biasanya tiga kali, bisa menjadi enam kali. Sehingga para tamu ada opsi lain untuk datang berkunjung ke Baubau,” paparnya.

Terkait subsidi, menurut mantan Kadis Kominfo ini tidak ada. Pasalnya, jumlah penumpang di Kota Baubau cukup tinggi, karena pengguna moda transportasi udara lebih aman, efisien dan cepat, meski lebih mahal daripada transportasi laut.

“Subsidi itu untuk merangsang masyarakat, namun sekarang karena gaya hidup mungkin juga ada gengsi. Dengan pesawat lebih cepat tujuannya, lebih cepat berbisnisnya, dan lebih cepat kalau mengikuti rapat-rapat,” terangnya.

Pihaknya berharap, dengan masuknya maskapai yang dikenal dengan tarif murahnya tersebut, dapat meningkatkan kunjungan wisata di kota Khalifatul Khamis. Apalagi, Kota Baubau memiliki potensi pariwisata yang cukup menjanjikan jika dikelola dengan baik.

“Dengan jargon benteng terluas di dunia itu, harusnya bisa memberikan daya tarik dan minat untuk turis domestik maupun mancanegara,” harapnya. (#)

Visited 1 times, 1 visit(s) today