Peliput: LM Syahrul
BAUBAU, BP- Antisipasi penularan rabies, Dinas Pertanian (Distan) Kota Baubau programkan eliminasi anjing liar. Sejumlah Organisasi Prangkat Daerah (OPD) turut dilibatkan.
Kepala Distan Kota Baubau melalui Kepala Bidang (Kabid) Peternakan drh Jusriati mengatakan, pihaknya sudah turun hampir di semua kecamatan menyisir keberadaan anjing liar. Kata dia, eliminasi anjing liar telah masuk dalam program triwulan Distan Kota Baubau.
Pada triwulan satu bulan Maret kemarin, Distan Kota Baubau turun selama lima malam. Malam pertama dan kedua di Kecamatan Murhum, Betoambari dan Batupuaro. Malam ketiga, di Kecamatan Sorawolio dan Wolio. Malam keempat dan kelima di Kecamatan Bungi, Lea-lea dan Kokalukuna.
Dalam pelaksanaannya, Distan turut menggandeng Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Baubau untuk mepublikasikan rencana eliminasi anjing liar kepada masyarakat. Turut berperan juga Dinas Lingkungan Hidup sebagai instasi yang lebih memahami kondisi lingkungan.
“Dalam pelaksanaan kegiatan eliminasi anjing ini, kami bekerjasama dengan beberpa dinas terkait yaitu Dinas Infokom untuk menginformasikan bahwa akan dilakukan peracunan (anjing liar-red). Jadi misalnya kalau ada anjing peliharaan supaya diikat. Karena kan yang mau diracun ini anjing liar, sedangkan untuk anjing peliharaan itu diberikan vaksin,” kata Jusriati, Rabu (24/04).
Jusriati yakin dengan koordinasi yang baik antara stakeholder terkait, serta dukungan dari masyarakat, pihaknya akan lebih maksimal menjalankan tugas.
“Kemudian Dinas Lingkungan Hidup juga kita kerjasama. Karena mereka kan mengangkut sampah, jadi misalnya sebentar malam kita mau adakan peracunan, sorenya mereka sudah menggali tanah untuk penguburan anjing yang telah di racun tersebut,” tuturnya.
Eliminasi anjing liar tersebut, jelas Jusrianti, dilaksanakan sejak Pukul 22.00 Wita menyebarkan umpan yang telah diberi racun. Kemudian umpan tersebut dicek kembali pada Pukul 03.00 Wita dini hari. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi hewan liar lainnya selain anjing yang memakan sisa umpan tersebut.
Keesokan harinya, lanjut Jusriati, Dinas Lingkungan Hidup berperan menyisir anjing liar yang sudah mati untuk dilakukan penguburan atau dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.
Dengan program tersebut, populasi anjing rabies diharapkan berkurang. Distan Kota Baubau berharap kepada masyarakat turut aktif memberi informasi keberadaan anjing liar. Bagi masyarakat yang terkontaminasi rabies agar segara melapor ke puskesmas terdekat. Distan Kota Baubau terus melakukan evaluasi seputar capaian program eliminasi tersebut.
Sebelumnya program eliminasi anjing liat tersebut sempat tertunda akibat racun yang dipesan belum ada. Menurut Plt Distan Kota Baubau Abdul Karim, hingga saat ini belum ditemukan kasus rabies di Kota Baubau.
“Sejauh ini belum ada laporan yang masuk ke kami. Tetapi kita tetap berbuat, sebelum ada kasus nanti, kita turun (eliminasi anjing liar-red). Karena ini memang tugas kita,” katanya.
Kata Abdul Karim aksi eliminasi anjing liar tersebut akan menjadi agenda rutin yang dilakukan tiap tahunnya. “Laporan yang masuk itu banyak sekali. Memang kita lihat banyak sekali anjing, cepat sekali perkembangbiakannya,” tuturnya. (#)

