F2.2 Kepala BPKP Perwakilan Propinsi Sultra Yan Setiyadi Tengah bersama Plt Bupati Buton Selatan H La Ode Arusani

BATAUGA,BP-Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sultra memberikan sertifikat Sehat kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buton Selatan (Busel), atas capian kinerjanya dengan skor 2,84. Itu juga juga merupakan bentuk motivasi PDAM Busel guna mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governonce).

Kepala (BPKP) Propinsi Sultram, Yan Setiyadi menjelaskan PDAM Busel didirikan tahun 2016, dan telah mampu menunjukan kinerja yang baik. Setelah mendapatkan kategori “kurang sehat” dengan skor 2,48 ditahun 2017 lalu. Ditahun 2018 PDAM Busel mampu meningkatkan kinerjanya sehingga mencapai predikat “Sehat” dengan skor 2,84.

Kata Yan Setiyadi, pencapian itu tidak lepas dari kerja dan kolaborasi yang apik antara managemen PDAM, karyawan, masyarakat, pemerintah daerah dan DPRD Busel. Dukungan PDAM dalam bentuk infrastruktur dan peningkatan kapabilitas yang diberikan oleh BPPSPAM kementerian PUPR, Balai Prasarana dan Pemukimanan wilayah Prov. Sultra, Balia Wilayah Sungai Sulawesi IV Prov Sultra dan peran BPKP pusat maupun perwakilan Prov Sultra, dalam menerapkan aplikasi akutansi dan billing system serta konsultasi pemberian rekomendasi dalam berbagai hal.

“Pemda Busel dan DPRD merupakan pihak yang patut diapresiasi, karena perhatiannya kepada PDAM, terlihat pada dukungannya dalam bentuk lahirnya Perda tentang, penyertaan modal dan hibah kepada PDAM dengan nilai Rp 25 miliar hingga tahun 2018,” tuturnya.

Namun penyertaan modal merupakan faktor kesuksesan PDAM dalam melaksanakan program-program APBN hibah air minum, sehingga PDAM mengalami pertumbuhan pelanggan yang pesat. Upaya itu sinkron dalam upaya target nasional air bersih dan peningkatan indeks pembangunan manusia di Busel.

“PDAM Busel berhasil menambah jumlah sambungan perumahan baru secara siginifikan dengan memanfaatkan program APBN hibah air minum perkotaan di tahun 2017 dan 2018,” ucapnya.

Dampak manfaatnya, masyarakat yang bermukim di wilayah kepulauan yakni Kadatua, Lapandewa, Sampolawa, Siompu, dan Batuatas yang sebelumnya belum mendapat akses air bersih, kini telah menikmatinya.

Sukses pelaksanaan program APBN hibah air minum ini sedikit banyak berdampak pada capian nilai untuk variabel penilai kinerja BPPSPAM pada aspek keuangan, pelayan, operasi, SDM sehingga dapat mencapain kinerja sehat ditahun 2018, misal pada capaian sub cash rasio aspek keuangan dari 44,41 persen ditahun 2017 meningkat menjadi 87,41 persen ditahun 2018.

“Pada aspek pelayanan, sub kualitas air pelanggan meningkat setelah dilakukan pengujian air pada laboratorium terakreditasi ditahun 2018. Pada aspek operasioanl, terjadi peningkatan ditahun 2017 hanya beroperasi 16,45 jam, ditahun 2018 naik menjadi 20 jam perhari,” katanya.

Ditambahkannya, untuk mempertahankan predikat sehat, PDAM Busel masih harus terus bekerja keras, karena masih terdapat beberapa sub aspek yang belum optimal, antara lain efisiensi biaya operasi, efisiensi produksi, pengedalian non revenue water (NRW), peningkatan konsumsi air domestik, rasio jumlah pegawai terhadap pelanggan dan peningkatan kapabilitas pegawai,” tutupnya

Peliput : Amirul

Visited 1 times, 1 visit(s) today