Masyarakat Diminta Tidak Panik
BAUBAU, BP- Menanggapi pesan berantai di media sosial yang menyebut bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan hal itu adalah hoax alias tidak benar.
Melalui siaran persnya, BMKG menegaskan, saat ini Wilayah Indonesia dilanda suhu panas, bukan gelombang panas. Berdasarkan data histori, suhu maksimun di Indonesia belum pernah mencapai 40 derajat celsius. Data BMKG juga menyebut, suhu tertinggi yang pernah terjadi di Indonesia sebesar 39,5 derajat celcius pada tahun 2015 di Kota Semarang, Provinsi Jateng kala itu.
“Gelombang panas terjadi pada wilayah yang terletak pada Lintang Menengah dan Tinggi. Sementara Wilayah Indonesia yang terletak di Wilayah Ekuator yang secara sistem dinamika cuaca tidak memungkinkan terjadinya gelombang panas,” tulis BMKG di siaran persnya.
Suhu panas yang terjadi di Wilayah Indonesia saat ini merupakan fenomena Gerak Semu Matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Untuk itu, melalui siaran persnya tersebut, BMKG mengimbau masyarakat yang terdampak suhu udara panas untuk rutin meminum air putih yang cukup agar terhindar dari dehidrasi. Kemudian juga mengenakan pakaian yang melindungi kulit dari sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan. Dan mewaspadai aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan khususnya di wilayah-wilayah yang memiliki potensi tinggi karhutla.
Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai adanya angin kencang yang berpotensi terjadi di pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.
Peliput: Gustam

