BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc mengingatkan para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) agar memaknai profesi aparatur negara sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar simbol status sosial. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Orientasi CPNS Pemerintah Kota Baubau Tahun Anggaran 2026 di Aula Lantai II Kantor Wali Kota Baubau, Selasa (2/6/2026). “Wawali Baubau Wa Ode Hamsinah Tekankan Pengabdian dan Integritas Bagi Tujuh CPNS 2026 Yang Jalani Orientasi,”

Dalam kegiatan yang diikuti tujuh CPNS tersebut, Hamsinah menegaskan bahwa sejak menerima Surat Keputusan (SK) CPNS dengan status 80 persen, seluruh aturan mengenai disiplin, etika, dan kinerja ASN telah melekat pada diri setiap peserta. Karena itu, orientasi menjadi tahapan penting untuk mempersiapkan aparatur yang profesional dan siap menjalankan tugas pemerintahan.
“Kota Baubau membutuhkan PNS yang produktif, mau melayani, dan mencapai kinerja yang terukur. Bekerjalah dengan hati dalam melaksanakan setiap tugas pekerjaan,” ujar Hamsinah.
Menurut dia, setiap ASN memiliki tiga fungsi strategis yang tidak dapat dipisahkan, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Ketiga fungsi tersebut menjadi fondasi dalam mendukung pelaksanaan visi pembangunan daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Selain membekali peserta dengan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab ASN, Pemerintah Kota Baubau juga memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal yang diwariskan Kesultanan Buton. Nilai tersebut dinilai tetap relevan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berintegritas dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Di Buton ini, kita mewarisi nilai-nilai yang sangat relevan, di antaranya inda inda mo karo somanamo lipu dan poangka-angka taka. Nilai itu kini terangkum dalam semangat kerja bersama menuju Baubau yang ramah, cerdas, sejahtera, dan bermartabat,” katanya.
Hamsinah menjelaskan, nilai inda inda mo karo somanamo lipu mengajarkan pentingnya mendahulukan kepentingan daerah dan negara di atas kepentingan pribadi, sedangkan poangka-angka taka menekankan sikap saling menghargai dan mendukung dalam kehidupan bermasyarakat maupun lingkungan kerja. Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman moral bagi para ASN muda dalam menjalankan tugasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun sebagian besar peserta berasal dari sekolah kedinasan, mereka tetap harus mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja baru, budaya organisasi, serta tuntutan pelayanan publik yang terus berkembang. “Pada masa-masa awal ini, adik-adik tetap perlu beradaptasi. Baik terhadap lingkungan, budaya kerja, maupun kedudukan sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil,” ujarnya.
baca juga:
- Siswa SMAN 2 Baubau Reyhan Lolos Seleksi Paskibraka Nasional 2026, Kuasai Lima Bahasa
- Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Tekankan Pancasila sebagai Pedoman Kehidupan Bernegara
Secara historis, penguatan profesionalisme aparatur negara di Indonesia semakin berkembang setelah reformasi birokrasi yang digulirkan pasca-1998 dan diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara. Di tingkat internasional, negara-negara seperti Singapura, Jepang, dan Korea Selatan menjadikan kualitas birokrasi sebagai salah satu pilar utama keberhasilan pembangunan. Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kota Baubau berharap orientasi CPNS 2026 mampu melahirkan aparatur yang berintegritas, adaptif, dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Saya mendoakan agar setelah satu tahun menjadi CPNS dan melewati masa prajabatan, kalian resmi menjadi PNS Kota Baubau,” tutup Hamsinah.(*)
baca berita lainnya:

Wakil Ketua DPRD Kota Baubau Adriansyah Farmin menilai Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan historis, melainkan kesempatan untuk merefleksikan kembali fungsi fundamental ideologi bangsa dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
“Dari momentum peringatan kelahiran Pancasila 1 Juni ini, hikmah yang dapat kita petik adalah Pancasila adalah instrumen untuk membentuk kehidupan bangsa Indonesia yang lebih damai dan lebih sejahtera,” ujar Adriansyah.
Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, tantangan global yang semakin kompleks menuntut generasi muda tidak bersikap pasif terhadap ideologi negara. Sebagai penerus estafet kepemimpinan bangsa, kaum muda diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, merawat keberagaman, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Adriansyah berharap generasi muda Kota Baubau mampu menjadi pelopor dalam menumbuhkan budaya toleransi, menjaga harmoni sosial, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim menegaskan bahwa Pancasila harus hadir dalam praktik kehidupan masyarakat, bukan hanya menjadi simbol yang dipajang di kantor pemerintahan maupun ruang-ruang pendidikan. Pernyataan itu disampaikan usai memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila tingkat Kota Baubau di halaman Kantor Wali Kota Baubau, Senin (1/6/2026).
“Pancasila itu bukan sekadar pajangan yang dipajang di dinding, tapi kita harus melaksanakan poin-poin yang ada di dalam Pancasila itu,” kata Yusran Fahim.
Menurut Yusran, Pemerintah Kota Baubau berkomitmen mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap kebijakan daerah. Langkah tersebut dilakukan melalui berbagai program pembangunan yang mengedepankan prinsip keadilan sosial, persatuan, serta penghormatan terhadap keberagaman masyarakat.

“Kami ingin nilai-nilai Pancasila hadir dalam setiap kebijakan dan menjadi dasar dalam membangun daerah yang harmonis, maju, dan berkeadilan,” ujarnya.
Yusran juga mengajak para orang tua dan tenaga pendidik untuk terus menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda sejak usia dini. Menurutnya, implementasi sila pertama hingga sila kelima secara konsisten akan menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter bangsa yang tangguh.
Secara historis, Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni untuk mengenang pidato Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, di sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam pidato tersebut, Soekarno pertama kali memperkenalkan konsep dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila. Pemerintah Indonesia menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan hari libur nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.
baca juga:
- Dinkes dan Laboratorium Kesehatan Baubau Lakukan Pemeriksaan Hepatitis A dan TB …
- Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Tekankan Pancasila sebagai Pedoman Kehidupan Bernegara
Di tengah dinamika dunia yang diwarnai berbagai konflik, polarisasi sosial, dan tantangan globalisasi, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dinilai tetap relevan. Prinsip kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial yang menjadi ruh Pancasila sejalan dengan nilai-nilai universal yang dianut banyak negara dalam menjaga perdamaian, keberagaman, dan pembangunan berkelanjutan. Karena itu, peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Baubau menjadi pengingat bahwa ideologi bangsa tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata demi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.(*)



