BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan Pemerintah Kota Baubau untuk memperkuat pesan pengorbanan, solidaritas sosial, dan kesadaran diri di tengah masyarakat. Usai melaksanakan salat Idul Adha di Stadion Betoambari, Rabu (27/5/2026), Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE mengajak warga meneladani ketulusan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. “Wali Kota Baubau H Yusran Fahim Ingatkan Makna Kurban di Tengah Tantangan Sosial,”

Dalam kesempatan itu, Yusran Fahim menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana membangun empati sosial dan kedisiplinan pribadi. Menurut dia, perubahan besar dalam kehidupan hanya dapat dicapai melalui kemauan dan pendidikan diri yang kuat.
“Ada satu hal yang sangat tertanam dalam benak saya dari penyampaian khatib tadi, bahwa tidak ada orang lain yang bisa mengajarkan sesuatu dengan paling efektif selain diri kita sendiri,” ujar Yusran Fahim kepada awak media seusai salat Idul Adha.
Ia mengatakan, sejarah pengorbanan Nabi Ismail AS menjadi simbol penting tentang keikhlasan dan kepatuhan yang harus diwariskan kepada generasi saat ini. “Kita harus mengingat kembali apa yang telah dikorbankan oleh Nabi Ismail. Ini pelajaran besar agar kita tidak melupakan esensi nilai-nilai pengorbanan,” katanya.
Secara historis, Idul Adha merupakan salah satu perayaan besar umat Islam yang diperingati setiap 10 Zulhijah dan berkaitan erat dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci. Di Indonesia, tradisi kurban telah berkembang sejak masa penyebaran Islam di Nusantara pada abad ke-13 dan menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan sosial masyarakat. Sementara secara global, distribusi daging kurban di berbagai negara Muslim juga menjadi simbol solidaritas kemanusiaan lintas batas.
Wali Kota Baubau juga mengajak masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki untuk aktif menunaikan ibadah kurban demi membantu warga kurang mampu. Menurut dia, semangat berbagi pada Idul Adha dapat memperkecil kesenjangan sosial dan menghadirkan kebahagiaan yang merata di tengah masyarakat.
“Ini adalah waktu terbaik untuk berbagi dengan sesama, sehingga saudara-saudara kita yang kurang mampu juga dapat menikmati kebahagiaan di hari yang penuh berkah ini,” tuturnya.
baca juga:
- Jelang Idul Adha, Warga dan Aparat Kelurahan Waruruma Gelar Kerja Bakti Rapikan Lapangan Tempat…
- Antusias Sambut Idul Adha, Warga Waruruma dan Pengurus Al Muktamar Gelar Bersih-Bersih Lingkungan Masjid
Pelaksanaan salat Idul Adha di Stadion Betoambari turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Baubau Natas Aryu Prawira Tamim, Sekretaris Daerah Kota Baubau La Ode Darus Salam, S.Sos., M.Si., serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Baubau. Sementara Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc melaksanakan salat Idul Adha di kawasan Pantai Kamali.
Usai pelaksanaan salat Idul Adha, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau dijadwalkan menghadiri pemotongan hewan kurban sapi bantuan Presiden Prabowo Subianto di Masjid Nurul Saba, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari. Kehadiran bantuan hewan kurban dari Presiden tersebut menjadi bagian dari tradisi tahunan pemerintah pusat dalam mendukung pemerataan distribusi kurban di berbagai daerah Indonesia.(*)
baca berita lainnya:

Camat Kokalukuna Muslidin mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya harapan warga terhadap percepatan realisasi program pembangunan maupun bantuan sosial di wilayah mereka. Menurut dia, masyarakat menilai jalur reses DPRD lebih memungkinkan aspirasi dikawal secara langsung dibanding proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang tahapannya cukup panjang.
“Antusias masyarakat luar biasa. Mereka berharap usulan yang selama ini disampaikan bisa diprioritaskan dan dikawal langsung oleh anggota DPRD,” ujar Muslidin.
Dalam forum tersebut, anggota DPRD Kota Baubau Drs H Masri menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dibahas bersama pemerintah daerah dalam penyusunan APBD Tahun 2027. Ia menyebutkan sebagian besar usulan sebenarnya telah masuk dalam Musrenbang Februari lalu, namun melalui reses pihaknya dapat melihat langsung kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.
Masri menjelaskan, usulan pembangunan fisik masih menjadi perhatian utama masyarakat, terutama terkait fasilitas umum dan gedung yang mengalami kerusakan berat. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi prioritas pemerintah daerah agar pelayanan publik tetap berjalan optimal.
“Kalau ada gedung yang sudah rusak berat tentu lebih diprioritaskan,” katanya.
Selain infrastruktur, warga juga menyoroti sistem pendataan bantuan sosial berbasis desil yang dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil masyarakat. Sejumlah keluarga disebut kehilangan bantuan hanya karena salah satu anggota keluarga telah bekerja, padahal pendapatan yang diperoleh masih tergolong rendah.
“Kasihan kalau hanya karena satu orang bekerja lalu bantuan keluarga lainnya terputus, apalagi kalau penghasilannya masih di bawah UMR,” ujar Masri.
Secara historis, persoalan validitas data bantuan sosial bukan hanya terjadi di Baubau, tetapi juga menjadi tantangan nasional sejak pemerintah mulai menerapkan integrasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) beberapa tahun terakhir. Di tingkat internasional, sejumlah negara berkembang seperti India dan Brasil juga menghadapi persoalan serupa dalam proses digitalisasi data penerima bantuan sosial guna memastikan bantuan tepat sasaran. Pemerintah Indonesia sendiri sejak masa pandemi Covid-19 terus melakukan pembaruan data sosial ekonomi masyarakat untuk meminimalkan kesalahan distribusi bantuan.
BACA JUGA:
- Raperda Prioritas dan Pengawasan Publik Warnai Dua Masa Sidang DPRD Busel
- Jumhur Hidayat Resmi Jadi Menteri LH, Aktivis Buruh Masuk Kabinet
Masri menambahkan, tugas anggota DPRD tidak hanya menyerap aspirasi melalui forum resmi, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan ketika menghadapi persoalan di lapangan. Ia turut mengapresiasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang mulai menindaklanjuti sejumlah usulan masyarakat yang sebelumnya telah disampaikan melalui DPRD Kota Baubau.(*)



