Dari Hafalan ke Pemahaman, Dinas Pendidikan Buton Selatan Dorong Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kepala Sekolah dan Guru Jadi Arah Baru Pendidikan di BuselDari Hafalan ke Pemahaman, Dinas Pendidikan Buton Selatan Dorong Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kepala Sekolah dan Guru Jadi Arah Baru Pendidikan di Busel

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Upaya mendorong transformasi pendidikan di Kabupaten Buton Selatan terus diperkuat melalui pelatihan pembelajaran mendalam bagi guru Sekolah Dasar (SD) yang digelar selama empat hari di salah satu hotel, dengan fokus pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar berbasis pemahaman konsep. “Dari Hafalan ke Pemahaman, Dinas Pendidikan Buton Selatan Dorong Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kepala Sekolah dan Guru Jadi Arah Baru Pendidikan di Busel,”

Dari Hafalan ke Pemahaman, Dinas Pendidikan Buton Selatan Dorong Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kepala Sekolah dan Guru Jadi Arah Baru Pendidikan di Busel
Dari Hafalan ke Pemahaman, Dinas Pendidikan Buton Selatan Dorong Pelatihan Pembelajaran Mendalam Kepala Sekolah dan Guru Jadi Arah Baru Pendidikan di Busel

Program ini merupakan bagian dari strategi Dinas Pendidikan Buton Selatan dalam menjawab tantangan perubahan sistem pendidikan, terutama di era digital yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan analitis peserta didik sejak dini.

Kepala Dinas Pendidikan Buton Selatan La Ode Bariu SPd menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi fondasi utama dalam transformasi pendidikan yang berkelanjutan.

“Langkah awal yang paling penting adalah peningkatan sumber daya manusia, khususnya guru. Mereka harus dibekali kemampuan pedagogik dan digital,” ujar La Bariu.

Pelatihan ini melibatkan kepala sekolah dan perwakilan guru SD, dengan menghadirkan pemateri dari Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Kendari, serta dua kepala sekolah yang telah lebih dulu mengikuti pelatihan serupa untuk berbagi praktik baik.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibekali pendekatan pembelajaran mendalam yang menekankan pemahaman konsep secara menyeluruh, bukan sekadar hafalan.

La Bariu menjelaskan metode ini mendorong siswa memahami hubungan sebab-akibat dalam setiap materi pembelajaran.
“Misalnya dalam menjelaskan fenomena kilat, siswa tidak hanya menghafal definisi, tetapi memahami proses terjadinya secara logis,” jelasnya.

Pendekatan kontekstual juga menjadi bagian penting dalam metode ini, di mana guru diminta mengaitkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa.

“Konsep magnet, misalnya, harus bisa dihubungkan dengan pengalaman nyata siswa agar lebih mudah dipahami,” tambah La Bariu.

Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh melalui forum internal sekolah maupun Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). La Bariu menyebut pola tersebut sebagai efek berantai yang akan mempercepat adopsi metode pembelajaran mendalam di seluruh sekolah.

“Peserta pelatihan akan menularkan kembali ilmunya kepada guru lain, sehingga dampaknya bisa meluas,” katanya.

Selain penguatan metode pembelajaran, Dinas Pendidikan Buton Selatan juga mendorong percepatan digitalisasi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi, termasuk penerapan ujian berbasis komputer seperti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional yang sejak beberapa tahun terakhir mengarah pada digitalisasi pendidikan, termasuk penggantian Ujian Nasional menjadi Asesmen Nasional pada 2021 yang menekankan literasi, numerasi, dan karakter.

Secara historis, pendekatan pembelajaran mendalam telah berkembang secara global sejak awal 2000-an, terutama di negara-negara maju seperti Finlandia dan Kanada yang mengedepankan critical thinking dibanding hafalan.

Di Indonesia sendiri, konsep ini mulai diperkuat melalui implementasi Kurikulum 2013 dan semakin diperdalam dalam Kurikulum Merdeka yang diluncurkan pascapandemi COVID-19.

Pandemi tersebut juga menjadi titik balik penting dalam transformasi pendidikan dunia, ketika sistem pembelajaran jarak jauh memaksa guru dan siswa beradaptasi dengan teknologi digital secara cepat.

baca juga:

  1. Ruang Kelas Terbatas, SDN 1 Masiri Buton Selatan Tetap Bertahan Enam Hari Sekolah
  2. Kemenag Buton Selatan Apresiasi Program Pembinaan Imam dan Da’i Berbasis Sanad Yang Dilakukan Pemda Busel dan Yayasan Muadz Kendari

Dalam konteks lokal, Buton Selatan berupaya mengakselerasi perubahan tersebut dengan memastikan kesiapan guru sebagai aktor utama di ruang kelas. La Bariu menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga pada dukungan keluarga dan lingkungan masyarakat.

“Tiga komponen utama pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat, harus berjalan seimbang agar hasilnya optimal,” ujarnya. Ia menambahkan, peran orang tua sangat penting, terutama dalam mendampingi anak belajar di rumah sebagai fondasi pendidikan dasar.

Dengan sinergi antara peningkatan kompetensi guru, digitalisasi pembelajaran, serta dukungan lingkungan, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan optimistis kualitas pendidikan di daerah tersebut dapat meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.(*)

baca berita lainnya:

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Transformasi sistem evaluasi pendidikan dasar kembali bergulir. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masiri, Kabupaten Buton Selatan, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis full online yang diikuti 53 siswa kelas VI, sebagai bagian dari kebijakan baru evaluasi pendidikan nasional tahun 2026. “SDN 1 Masiri Buton Selatan Sukses Gelar TKA Online, 53 Siswa Ikuti Ujian Perdana Dibagi Tiga Sesi,”

SDN 1 Masiri Buton Selatan Sukses Gelar TKA Online, 53 Siswa Ikuti Ujian Perdana Dibagi Tiga Sesi
SDN 1 Masiri Buton Selatan Sukses Gelar TKA Online, 53 Siswa Ikuti Ujian Perdana Dibagi Tiga Sesi

Pelaksanaan ujian yang berlangsung selama dua hari itu difokuskan pada dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. TKA menjadi format evaluasi terbaru yang menggantikan pendekatan sebelumnya, dengan penekanan pada pengukuran kemampuan akademik siswa secara lebih terstandar.

Kepala SDN 1 Masiri, Jalaluddin, SPd menyatakan bahwa seluruh proses ujian berjalan lancar meskipun berbasis digital penuh. “Kami memastikan semua berjalan sesuai rencana, mulai dari kesiapan jaringan hingga perangkat yang digunakan siswa,” ujarnya, Senin 20 April 2026

dummy

Untuk mengatasi keterbatasan fasilitas Chrombook dan Laptop, sekolah membagi pelaksanaan ujian menjadi tiga sesi. Setiap sesi diikuti sekitar 18 siswa, sehingga seluruh peserta tetap dapat mengikuti ujian tanpa hambatan berarti.

Menurut Jalaluddin, strategi pembagian sesi tersebut menjadi solusi efektif dalam kondisi keterbatasan perangkat. “Perangkat kami memang terbatas yaitu saat ini kami punya 13 chrombook dan 5 buah laptop, sehingga harus dibagi dalam tiga sesi agar semua siswa terakomodasi,” katanya.

Berbeda dari pola lama, hasil TKA tidak langsung dapat diakses oleh sekolah maupun siswa. Seluruh nilai akan diproses secara terpusat oleh Kementerian Pendidikan dan diumumkan kemudian. Sistem ini dinilai meningkatkan objektivitas dan transparansi hasil ujian.

00

Sejak awal, lanjutnya, pihak sekolah telah memprioritaskan kesiapan teknis sebagai kunci utama. Jaringan internet dengan kecepatan sekitar 50 Mbps disiapkan guna mendukung pelaksanaan ujian berbasis daring secara penuh.

Selain itu, perangkat yang digunakan meliputi Chromebook dan laptop. Penggunaan Chromebook dinilai lebih efisien karena telah terintegrasi dengan sistem ujian. “Kalau Chromebook, exam browser sudah tersedia otomatis, sedangkan laptop harus diinstal manual,” jelas Jalaluddin.

Persiapan pelaksanaan TKA sendiri, kata Jalaluddin, telah dimulai sejak Februari 2026 melalui berbagai tahapan, mulai dari simulasi, uji coba, hingga geladi bersih. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kendala teknis saat hari pelaksanaan.

Dalam aspek akademik, lanjutnya, siswa juga dibekali latihan soal secara intensif oleh guru kelas VI. Sekolah bahkan menyediakan buku khusus sebagai bahan latihan guna membantu siswa memahami pola soal yang diujikan.

Selain itu, kata jalaluddin, keterlibatan orang tua turut menjadi bagian penting dalam proses persiapan. Meski TKA bersifat tidak wajib secara formal, seluruh siswa SDN 1 Masiri tetap mengikuti ujian tersebut. “Memang tidak wajib, tetapi dianjurkan, dan semua siswa kami ikut,” ujar Jalaluddin.

Meskipun demikian jalaluddin menjelaskan ad sejumlah kendala yang sempat muncul pada tahap awal, terutama terkait instalasi aplikasi ujian dan persetujuan sistem pada perangkat. Selain itu, potensi gangguan jaringan dan listrik juga menjadi perhatian selama pelaksanaan TKA.

1 9

“Meski demikian, kondisi pada hari pelaksanaan dinilai cukup stabil. Peran proktor dan teknisi menjadi krusial dalam memastikan kelancaran setiap sesi ujian,” tuturnya.

Secara historis, transformasi sistem ujian berbasis digital di Indonesia telah dimulai sejak diperkenalkannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2015, yang kemudian berkembang menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada 2021. TKA hadir sebagai bentuk penyempurnaan evaluasi dengan fokus pada kompetensi akademik inti siswa.

Secara global, tren digitalisasi evaluasi pendidikan juga telah lebih dahulu diterapkan di berbagai negara maju seperti Finlandia dan Korea Selatan, yang mengintegrasikan teknologi dalam sistem penilaian untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi hasil belajar.

baca juga:

  1. Tagana Edukasi Mitigasi Bencana ke Siswa di Baubau Lewat Program TMS
  2. Kemenag Buton Selatan Apresiasi Program Pembinaan Imam dan Da’i Berbasis Sanad Yang Dilakukan Pemda Busel dan Yayasan Muadz Kendari

Dengan penerapan TKA berbasis online, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai capaian akademik siswa sejak jenjang dasar, sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.

Pelaksanaan TKA di SDN 1 Masiri Buton Selatan menjadi salah satu contoh implementasi kebijakan tersebut di daerah, yang menunjukkan kesiapan sekolah dalam beradaptasi dengan sistem evaluasi berbasis teknologi.(*)

Visited 14 times, 14 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *