BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau mendorong Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Baubau memperkuat kapasitas organisasi agar mampu menjadi salah satu penopang komunikasi alternatif, terutama ketika bencana atau gangguan infrastruktur menyebabkan jaringan telekomunikasi dan listrik tidak berfungsi. “Wakili Wali Kota Baubau Dr Moh Tasdik Buka Muslok IV ORARI, Komunikasi Kebencanaan Jadi Perhatian Saat terjadi Kedaruratan,”

Dorongan itu disampaikan Staf Ahli Wali Kota Baubau Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Dr Mohamad Tasdik MSi saat membuka Musyawarah Lokal (Muslok) IV ORARI Lokal Kota Baubau, Sabtu (3/10/2026). Tasdik hadir mewakili Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim dalam forum yang mengusung tema “Mewujudkan ORARI Lokal Kota Baubau yang Solid, Adaptif, dan Berdaya Guna dalam Pengembangan Komunikasi Radio Amatir”.
Menurut Tasdik, posisi radio amatir menjadi penting bagi Baubau karena karakter wilayahnya sebagai daerah kepulauan dan pesisir yang memiliki kerentanan terhadap bencana. Dalam keadaan darurat, komunikasi berbasis radio dapat membantu menghubungkan masyarakat, relawan, dan pemerintah ketika saluran komunikasi utama mengalami gangguan. “Radio amatir tidak hanya berkaitan dengan hobi, tetapi juga dapat memiliki manfaat sosial ketika masyarakat membutuhkan jalur komunikasi alternatif,” katanya.
Ia mengatakan Muslok bukan sekadar forum pergantian atau penataan kepengurusan, melainkan momentum mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Baubau berharap ORARI mampu mempertahankan kekompakan internal, mengikuti perkembangan teknologi komunikasi, dan memperluas kontribusinya melalui kegiatan yang terukur.
Ruang kolaborasi juga terbuka antara ORARI dan perangkat daerah Pemerintah Kota Baubau, terutama dalam bidang kebencanaan, pelayanan publik, serta edukasi komunikasi radio kepada generasi muda. “Kami berharap ORARI dapat semakin solid, adaptif, dan berdaya guna sehingga keberadaannya memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Tasdik.
Muslok IV tersebut dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Baubau, Ketua ORARI Daerah Sulawesi Tenggara bersama jajaran pengurus, serta Dewan Penasihat ORARI Lokal Kota Baubau. Setelah pembukaan, peserta melanjutkan kegiatan dengan agenda persidangan untuk membahas arah organisasi dan kepengurusan berikutnya.
Secara historis, komunikasi radio amatir berkembang seiring kemajuan teknologi radio pada abad ke-20 dan kemudian digunakan tidak hanya untuk komunikasi antarpenggemar, tetapi juga mendukung komunikasi darurat di berbagai negara. Di Indonesia, kegiatan radio amatir berkembang sejak pertengahan abad ke-20 dan menjadi salah satu latar terbentuknya wadah organisasi radio amatir nasional sebelum kemudian dikenal sebagai ORARI. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi radio dapat memiliki fungsi sosial ketika infrastruktur komunikasi konvensional menghadapi keterbatasan.
baca juga:
- 30 Kursi DPRD Kota Baubau: Wacana, Kebutuhan, dan Agenda Besar Menata Potensi …
- Pemilihan Rektor UM Buton Bergulir, Berikut 11 Bakal Calon Ditetapkan dan Bersiap Jalani Penilaian Kualitatif Senat
Karena itu, Muslok IV ORARI Lokal Kota Baubau diharapkan menghasilkan kepengurusan yang mampu menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam program kerja konkret. “Mari kita ikuti seluruh rangkaian musyawarah dengan semangat kebersamaan dan mengedepankan musyawarah untuk menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi,” kata Tasdik.(*)
baca berita lainnya:

Mubes yang digelar di Gedung Arasalana, Kota Baubau, Sabtu (26/9/2026), diikuti perwakilan masyarakat Buton Tengah dari tujuh kecamatan yang berdomisili di Kota Baubau. Forum tersebut sekaligus menjadi momentum pembentukan struktur kepemimpinan KK Buton Tengah Kota Baubau berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disepakati peserta.
Sistem presidium yang disepakati menempatkan tujuh orang sebagai representasi masing-masing kecamatan di Buton Tengah. Ketujuh presidium selanjutnya bermusyawarah untuk menentukan satu orang sebagai ketua, sementara enam lainnya tetap menjadi anggota presidium.
Ketujuh presidium yang terpilih masing-masing adalah La Goapu, A.Md., S.IP., sebagai representasi Kecamatan Talaga Raya; Dr. Suriadi, SP., MM., dari Kecamatan Mawasangka; Dr. Suardin, S.Pd., M.Pd., dari Kecamatan Mawasangka Tengah; serta Ir. H. Mohammad Ridwan dari Kecamatan Sangiawambulu.
Selanjutnya, Kecamatan Gu diwakili H. Basri Umar, S.Pd.I.; Kecamatan Lakudo diwakili Dr. Aris Mahmud, S.IP., M.Si.; dan Kecamatan Mawasangka Timur diwakili Marzuki, S.H.
Dalam musyawarah perdana ketujuh presidium tersebut, H. Basri Umar ditunjuk sebagai Ketua Presidium KK Buton Tengah Kota Baubau. Posisi tersebut sekaligus menjadi bentuk kepemimpinan organisasi yang disepakati dalam Mubes pertama.
Masa kepengurusan ditetapkan selama tiga tahun, yakni 2026–2029. Berdasarkan AD/ART yang telah disepakati, seseorang dapat dipilih kembali untuk satu periode berikutnya sehingga masa kepemimpinan maksimal dua periode.
Sebelum penetapan kepemimpinan, pembahasan AD/ART dan jalannya persidangan Mubes dipandu presidium sidang yang terdiri atas Majid Ansar, S.H., M.H.; Alauddin, S.Pd., M.Pd.; Rahmat Karno, S.H., M.H.; Saleh Ganiru, S.Ag.; Layusrie; Safrin, S.ST.Par; serta Hendrik Ruben Gelong, S.H., M.H.
Mubes tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh Buton Tengah. Di antaranya mantan Bupati Buton Tengah H. Samahuddin, mantan Wakil Bupati Buton La Ode Ali Laopa, tokoh masyarakat Buton Tengah H. Radeni, serta anggota DPRD Kota Baubau asal Buton Tengah, Hj. Ratna dan H. Masri.
Seluruh rangkaian Mubes berlangsung lancar hingga penetapan kepengurusan. Pada akhir kegiatan, peserta menyampaikan ucapan selamat kepada H. Basri Umar selaku Ketua Presidium beserta enam anggota presidium yang akan menjalankan amanah organisasi untuk periode 2026–2029.
baca juga:
- Super Air Jet Kembali Terbang Rute Makassar-Baubau Mulai 1 Oktober Setiap Hari, Tiket Diupayakan di …
- Tujuh Kecamatan Hadiri MUBES Pertama Kerukunan Keluarga Buton Tengah Kota Baubau, Ketupat Nurman Tekankan Semangat Persaudaraan
Dengan terbentuknya kepemimpinan melalui sistem presidium, KK Buton Tengah Kota Baubau kini memiliki wadah organisasi yang merepresentasikan tujuh kecamatan Buton Tengah yang masyarakatnya berdomisili di Kota Baubau.(*)



