HUT Baubau ke-485 Meriah, Gebrakan Karnaval Malam Baubau Dipadati Ribuan Warga, Wali Kota H Yusran Fahim Takjub, Pemkot Evaluasi Perayaan BerikutnyaHUT Baubau ke-485 Meriah, Gebrakan Karnaval Malam Baubau Dipadati Ribuan Warga, Wali Kota H Yusran Fahim Takjub, Pemkot Evaluasi Perayaan Berikutnya

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM  – Ribuan warga memadati jalur Karnaval Budaya Kota Baubau, Selasa malam (13/10/2026), dalam rangka peringatan HUT Baubau ke-485 dan Hari Jadi Kota Baubau ke-25 sebagai daerah otonom. Digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berlangsung pada siang hari, karnaval malam itu menghadirkan pertunjukan budaya sekaligus menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan. “HUT Baubau ke-485 Meriah, Gebrakan Karnaval Malam Baubau Dipadati Ribuan Warga, Wali Kota H Yusran Fahim Takjub, Pemkot Evaluasi Perayaan Berikutnya,”

HUT Baubau ke-485 Meriah, Gebrakan Karnaval Malam Baubau Dipadati Ribuan Warga, Wali Kota H Yusran Fahim Takjub, Pemkot Evaluasi Perayaan Berikutnya
HUT Baubau ke-485 Meriah, Gebrakan Karnaval Malam Baubau Dipadati Ribuan Warga, Wali Kota H Yusran Fahim Takjub, Pemkot Evaluasi Perayaan Berikutnya

Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., yang hadir bersama Ketua TP PKK Kota Baubau Hj. Siti Aryati Yusran, Wakil Wali Kota Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc., dan Sekretaris Daerah La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., mengaku takjub melihat antusiasme warga. Jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) juga turut meramaikan kegiatan bersama para peserta.

“Kegiatan karnaval budaya seperti ini biasanya kita laksanakan pada siang hari, tetapi kali ini kita adakan pada malam hari dan kita lihat antusiasme masyarakat sangat besar,” ujar Yusran di sela-sela kegiatan.

Sepanjang rute karnaval, peserta dari paguyuban, pelajar, komunitas seni, hingga perwakilan kecamatan menampilkan kostum adat Buton, busana etnik hasil kreasi, serta pertunjukan seni kontemporer. Sorotan lampu hias dan obor menambah semarak iring-iringan yang telah menarik perhatian warga sejak sore hari.

Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu mengatakan, perayaan tahun ini juga ditandai dengan keterlibatan kelompok masyarakat yang menggelar kegiatan secara mandiri dan merangkainya dengan agenda hari jadi kota. Menurut dia, partisipasi tersebut memperlihatkan bahwa perayaan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga ruang bersama bagi warga.

“Pemerintah kota tidak melaksanakan sendiri, tetapi ada partisipasi masyarakat yang sangat luar biasa. Kami sangat berterima kasih dan insyaallah tahun depan bisa dilaksanakan lebih meriah lagi dan lebih baik,” kata Hamsinah.

Pemerintah Kota Baubau akan mengevaluasi pelaksanaan karnaval malam hari untuk menentukan perbaikan pada penyelenggaraan berikutnya. Yusran menegaskan, evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus mempertahankan hal-hal yang telah berjalan baik. Pengalaman tahun ini menjadi bahan pertimbangan dalam menyiapkan perayaan yang lebih baik pada tahun mendatang.

Dalam konteks nasional, karnaval budaya telah digunakan sebagai ruang ekspresi keberagaman sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan daerah. Pada 2015, Karnaval Kemerdekaan mulai diselenggarakan di daerah, tidak lagi berpusat di Ibu Kota, sedangkan pada 2018 Karnaval Budaya Bali digelar di Nusa Dua untuk memeriahkan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia. Di tingkat internasional, UNESCO juga mengakui festival Junkanoo di Bahama, yang berakar sejak awal abad ke-19, sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2023.

baca juga:

  1. Ritual Santiago Awali Hari Jadi Baubau, Penghormatan kepada Sultan Terus Dijaga, Sekda La Ode…
  2. Pemkot Baubau Gelar Pasar Murah Hingga 17 Oktober, Beras dan Cabai Bersubsidi untuk Warga

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa festival dapat menjadi sarana merawat identitas budaya dan memperluas partisipasi masyarakat. Bagi Baubau, antusiasme warga dalam karnaval malam ini menjadi modal sosial untuk menjaga tradisi lokal sekaligus meningkatkan kualitas perayaan hari jadi kota pada tahun-tahun mendatang.(*)

baca berita lainnya:

 

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Ratusan peserta dari Kota Baubau, Kabupaten Muna, dan Kabupaten Buton meramaikan Turnamen Domino yang digelar Gardu Komunitas Wajo dan Gaung Merah di kawasan Baruga Kotamara, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang memperebutkan hadiah uang tunai total Rp30 juta itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Baubau ke-458 dan HUT Kota Baubau ke-25. “Semarakkan HUT Baubau ke 485, Turnamen Domino Dua Hari di Buka Wali Kota Baubau HYF, Peserta Berebut Hadiah Total Rp30 Juta,”

Semarakkan HUT Baubau ke 485, Turnamen Domino Dua Hari di Buka Wali Kota Baubau HYF, Peserta Berebut Hadiah Total Rp30 Juta
Semarakkan HUT Baubau ke 485, Turnamen Domino Dua Hari di Buka Wali Kota Baubau HYF, Peserta Berebut Hadiah Total Rp30 Juta

Turnamen yang berlangsung selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pencinta domino. Kegiatan ini juga membuka ruang perjumpaan warga lintas daerah melalui permainan yang mengandalkan konsentrasi, perhitungan, strategi, dan kemampuan membaca langkah lawan.

Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., secara resmi membuka turnamen tersebut. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi panitia yang menginisiasi kegiatan rekreatif yang dinilainya dapat mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

“Turnamen domino seperti ini menjadi ruang berharga untuk berkumpul, membangun komunikasi, dan memperkuat kebersamaan. Selain melatih fokus dan strategi, yang paling penting adalah nilai kekeluargaan serta suasana guyub yang terbangun di tengah masyarakat,” ujar Yusran.

Pesan mengenai kebersamaan itu disertai imbauan agar peserta menjaga sportivitas selama pertandingan. Yusran mengingatkan bahwa kompetisi semestinya tidak berhenti pada upaya meraih kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan sikap saling menghormati dan menerima hasil pertandingan.

Suasana pembukaan semakin semarak ketika berlangsung pertandingan eksibisi yang mempertemukan Yusran, berpasangan dengan perwakilan KONI Kota Baubau, melawan Ketua DPRD Kota Baubau yang berpasangan dengan Kepala Kejaksaan Negeri Baubau. Laga tersebut disaksikan masyarakat yang memadati arena perlombaan.

Kehadiran peserta dari luar Baubau memperlihatkan bahwa kegiatan berbasis komunitas dapat menjadi ruang interaksi antardaerah. Di tengah kompetisi, pertemuan semacam ini memberi kesempatan kepada peserta untuk membangun komunikasi, memperluas pergaulan, dan memperkuat jejaring sosial.

Secara historis, permainan domino telah berkembang di berbagai negara dan menjadi bagian dari tradisi permainan keluarga maupun komunitas. Permainan ini dikenal luas di Eropa sejak abad ke-18, kemudian menyebar ke berbagai kawasan dunia dengan variasi aturan dan kebiasaan setempat. Di Indonesia, domino juga populer sebagai permainan sosial yang kerap dimainkan dalam pertemuan warga. Namun, permainan domino memiliki beragam bentuk dan konteks, sehingga sejarah perkembangannya perlu dibedakan dari penyelenggaraan turnamen olahraga atau kompetisi resmi.

Dalam konteks kegiatan di Baubau, penyelenggaraan turnamen oleh Gardu Komunitas Wajo dan Gaung Merah menjadi bagian dari perayaan kota sekaligus wadah berkumpulnya masyarakat. Dukungan peserta dan penonton menunjukkan adanya minat terhadap kegiatan komunitas yang memadukan hiburan, kompetisi, dan silaturahmi.

baca juga:

  1. Tuturangiana Batu Wampone Jadi Pengingat Sejarah dan Peradaban Leluhur Buton, Sekda Baubau …
  2. HUT ke-485 Baubau, Wali Kota H Yusran Fahim Bakti Sosial di Kotamara, Tekankan Pelayanan bagi Kelompok Rentan

Pembukaan kegiatan turut dihadiri jajaran pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Baubau. Melalui turnamen yang berlangsung hingga Minggu (11/10/2026) tersebut, panitia menghadirkan salah satu kegiatan untuk memeriahkan peringatan hari jadi kota, dengan hadiah total Rp30 juta sebagai daya tarik bagi para peserta.(*)

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *