F4.1 Asisten II Sumarto La Nae kanan didampingi Kabag Ekonomi Ali Hasan 1

Peliput: Gustam

BAUBAU, BP- Mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) khsusnya premium, tim intenalisasi BBM yang terdiri dari Pemerintah Daerah, pihak Pertamina, SPBU, agen hingga aparat TNI dan Polri menggelar rapat koordinasi di Kantor Walikota Baubau, senin (01/04).

Rapat tesebut dipimpin langsung Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Baubau Sumarto Lanae. Sejumlah kasus terkuak dalam rapat, diantaranya pengisian melalui jeriken, hingga tidak tertibnya penyaluran minyak tanah di pangkalan.

Hasilnya, tim internalisasi BBM sepakat untuk meningkatkan pengawasan penyaluran BBM. Dengan meningkatkan koordinasi antara instansi terkait, diharapkan penyaluran BBM di Kota Baubau lebih tertib.

“Kita akan turun lapangan, berkoordinasi dengan instansi terkait. Pastinya ada penyebabnya (kelangkaan BBM-red), tidak mungkin masyarakat mengeluh kalau tidak ada penyebabnya, khususnya itu premium, baru jam sekian sudah habis, pertanyaannya dia kemana. Ini yang harus kita carikan solusinya,” kata Sumarto Lanae.

Jika di dalam pengawasan tersebut ditemukan oknum yang “nakal” dalam penyaluran BBM, langsung ditindaki. Tahap pertama, kata Sumarto, akan dilakukan pembinaan. Namun jika kesalahannya fatal, bisa dikenakan sangsi sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau kita temukan di lapangan, kita berikan peringatan. Kalau dia berulang-ulang akan da efek jeranya,” tegas mantan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Baubau itu.

Selain itu, rapat tersebut juga menghasilkan kesimpulan yakni menertibkan pertamini. Pasalnya, selain menggunakan bahu jalan, pembangunan pertamini rata-rata tidak memiliki izin.

“Pertamini ini kan dari dulu tidak ada izinnya. Ini perlu kita awasi, jangan sampai terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan,” pungkasnya. (*)

Visited 2 times, 1 visit(s) today