F5.2 La Safiniiiiiiiiiiiiii

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Jika pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2019/2020 tingkat SMA diefesienkan melalui sistem Online dengan mengoptimalkan tiga jalur penerimaan yakni Zonasi, Prestasi, dan Mutasi. Beda lagi dengan SMK, yang masih menggunakan sistem penerimaan secara manual melalui ujian kompetensi kejuruan sebagai standar penerimaan.

Kepala SMKN 2 Baubau La Safini SPd saat ditemui Rabu (03/07) menyepakati hal itu. Pasalnya jika prosesi PPDB di sekolah kejuruan menggunakan sistem Online, maka akan membatasi ruang lingkup pendidikan siswa yang memiliki potensi pada bidang-bidang tertentu sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan sesuai dengan jurusan keahliannya.

” Ketika anak ingin melanjutkan pendidikan di sekolah kejuruan, maka tidak boleh dibatasi dengan sistem zonasi karena jika ditolak sama dengan kita memperkecil ruang lingkup pendidikan anak yang wajib untuk menerima pendidikan sesuai keinginan masing-masing,” jelasnya.

Kendati demikian, pihak sekolah akan tetap mengadakan seleksi penerimaan melalui tes khusus. Hal itu dilakukan untuk mengetahui potensi siswa sesuai dengan bakat yang dimiliki, sehingga diharapkan kedepannya mereka tidak putus sekolah karena salah mengambil jurusan.

” Kami ada tes khusus, guna menggali potensi minat dan bakat yang sesuai dengan jurusan yang dipilih. Sebab, kita ragu jika nanti anak akan putus sekolah karena jurusan yang dipilih tidak sesuai dengan bakatnya,” ungkap Safini.

Ditambahkan, jumlah ideal siswa yang dibutuhkan sebanyak 12 Rombel. Akan tetapi hal itu masih akan dipertimbangkan kembali, mengingat daya tampung sekolah cukup besar sehingga harus disesuaikan dengan ketersediaan ruang yang ada.

” Standar kami sebanyak 12 rombel, namun jika animo masyarakat bisa melebihi target 12 rombel maka kita sesuaikan dengan daya tampung yang ada,” tutupnya (*)

Visited 1 times, 1 visit(s) today