F01.5 Walikota Baubau tengah bersama unsur Forkopimda saat melepas Tim Dakwah dan Tim Safari Ramadhan Kota BaubauWalikota Baubau (tengah) bersama unsur Forkopimda saat melepas Tim Dakwah dan Tim Safari Ramadhan Kota Baubau

Peliput: Prasetio M

BAUBUA, BP- Wali Kota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH. secara resmi melepas Tim Dakwah dan Tim Safari Ramadhan Kota Baubau Tahun 1442 H/2021 M di pelataran rumah jabatannya, Jum’at (16/04).

Dalam Sambutannya Walikota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH menitip sejumlah pesan kepada para pendakwah dalam meyiarkan islam yakni, pertama dalam berdakwah senantiasa dilandasi dengan penuh keikhlasan, menciptakan suasana yang kondusif dengan cara saling mengasihi antara sesama, saling asih dan asuh yang dikenal dengan istilah Pomaa-maasiaka.

F01.5 Walikota Baubau tengah bersama unsur Forkopimda saat melepas Tim Dakwah dan Tim Safari Ramadhan Kota Baubau
Walikota Baubau (tengah) bersama unsur Forkopimda saat melepas Tim Dakwah dan Tim Safari Ramadhan Kota Baubau

“ Pesan kedua, berikanlah materi Dakwah yang sederhana dan menyejukkan sehingga muda dipahami oleh jamaah, bukan materi Dakwah yang kontrol versial sehingga menimbulkan keresahan bagi jamaah seperti materi tentang khilafiyah dan sebagainya,” ujarnya pesannya.

Pesan ketiga, orang nomor satu di Kota Baubau ini kepada para pendakwah, yaitu agar dalam berdakwah dilakukan dengan hati yang paling tulus, karena sesuatu yang keluar dari hati nurani akan disambut oleh hati nurani.

“Itulah beberapa hal yang saya pesankan kepada saudara-saudara sebagai bekal dalam melaksanakan aktivitas Dakwah selama bulan suci Ramadhan ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga, ia menyampaikan jika beberapa tahun terakhir Kota Baubau memperoleh sejumlah prestasi yang menggembirakan seperti, penghargaan dari Menteri Kesehatan sebagai kota sehat, penghargaan piala Adipura yang diraih secara berturut-turut, dan prestasi-prestasi lainnya .

baca juga: Dinilai Sukses Memberi Perlindungan Pada Pekerja Migran, Pemkot Baubau Peroleh Penghargaan Dari BP2MI

“Ini semua bisa terwujud oleh karena partisipasi warga dan semua komponen masyarakat sebagai wujud kebersamaan yang kita lakukan selama ini dengan menggunakan filosofi PO-5 sebagai landasan kita dalam interaksi sosial bermasyarakat. Yaitu, Pomaa-maasiaka, Popia-piara, Poanga-angakataka, Pomae-maeaka dan Pobinc-binciki kuli,” tutupnya. (*)