ilustrasi hama tikus 20170505 183356 5c7959c9bde57546394ecdf2Ilustrasi hama tikus

Peliput: Nelvida A

BAUBAU, BP- Populasi hama tikus yang meningkat memberikan dampak yang sangat besar bagi petani dikarenakan menyerang lahan persawahan.

Ketua Kelompok Tani di Waliabuku Kahar saat dikonfirmasi wartawan Baubau Post, Sabtu (17/04) mengatakan sebelum melangsungkan tanam padi dimusim tanam pertama ditahun 2021, pihaknya melangsungkan pembasmian hama tikus. Pada saat melakukan proses persemaian benih padi, hama tikus sudah mulai melakukan penyerangan namun masih dapat ditangani.

ilustrasi hama tikus 20170505 183356 5c7959c9bde57546394ecdf2
Ilustrasi hama tikus

“ Waktu awal-awal serangan tikusnya masih dapat ditangani dengan berbagai cara,” jelasnya.

Dimana bila serangan hama ini terjadi pada fase vegetatif, seekor tikus dapat merusak tanaman antara 11-176 batang padi per malam. Namun pada saat bunting kemampuaan merusak meningkat menjadi 24-246 batang per malam. Besarnya kerugian yang disebabkan oleh tikus ditentukan oleh banyaknya anakan yang gagal menghasilkan malai masak pada waktu panen. Tikus betina melahirkan rata-rata 8 ekor anak setiap kali melahirkan, dan mampu kawin lagi dalam tempo 48 jam setelah melahirkan. Selain itu mampu hamil sambil menyusui dalam waktu yang bersamaan.

“ Hama tikus menjadi musuh petani, sehingga untuk saat ini banyak lahan yang telah diserang tikus mengakibatkan lahan persawahan tersebut botak,” jelasnya.

baca juga: Petani Sawah di Libaku-Baubau Telah Melakukan Panen

Jika tikus menyerang disaat padi masih kecil dapat diatasi, namun jika tikus menyerang padi pada saat bunting maka petani akan mengalami kerugian yang sangat besar. (#)