F08.1 2


Pewarta: Amat Jr

PT Pelni cabang Baubau meminta kepada KSOP Pelabuhan Murhum Baubau agar mengaktifkan detektor sinar X (X-ray) sehingga mampu mendeteksi barang yang dibawa penumpang apakah dapat dimuat di kapal Pelni atau tidak.

F08.1 2

Permintaan itu kepala Cabang PT Pelni Kota Baubau Joni Samsuddin Sitorus itu sangat beralasan karena tim gabungan yang melibatkan PT Pelni, Kodim Buton, dan juga anggota KP3 dan Security pelabuhan berhasil menggagalkan 600 botol miral oplosan (cap tikus) milik penumpang melalui pemeriksaan kasat mata beberapa waktu lalu di Pelabuhan Murhum Baubau.

“Pada prinsipnya tim dari pemeriksa itu sudah bekerja tapi hanya secara kasat mata dan kasus 600 miral oplosan itu kita periksa tas dan dus-dusnya satu per satu kan tidak efektif. Kalau pakau X-Ray kan mudah terdeteksi,” ucap Joni Samsuddin, akhir pekan lalu ketika ditemui di kantornya.

Joni Samsuddin yang memimpin PT Pelni Cabang Baubau sudah 1 tahun 8 bulan mengatakan X-Ray yang ada di Pelabuhan Murhum Baubau itu hanya awal-awa saja berfungsi sudah itu sampai ditemukan kasus penumpang bawa miras alat itu tidak berfungsi alias masih rusak.

baca juga: Sembilan Kabupaten di Sultra Berpotensi Hujan Sedang Termasuk Kota Baubau

“Saya dengan pihak KSOP beberapa hari lalu katanya sudah diperbaiki dan sempat berfungsi. Tapi kenyataannya sekarang kabarnya rusak lagi. Jadi ya mau bagaimana kalau rusak terus. Kan sebenarnya alat X-Ray di pelabuhan Murhum itu sebenarnya ada dua. Tapi dua-duanya tidak berfungsi,” ungkapnya. (**)