F08.1Walikota Baubau La Ode Ahmad monianse

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse berupaya akan membangun sarana pendidikan tingkat sekolah dasar (SD) di Kawasan Palagimata sebagai salah satu sarana penunjang baik untuk masyarakat umum maupun bagi ASN Baubau yang bertempat tinggal di Rusun ASN Baubau dan di Kawasan Palagimata.

F08.1
Walikota Baubau La Ode Ahmad monianse

“Tentunya kami punya tanggung jawab lain di luar konteks perumahan agar Rusun ini benar-benar layak huni dan ASN yang tinggal di Rusun ini bisa beraktifitas dengan baik dan efektif yaitu di kawasan ini belum ada sekolah dasar (SD).

“Agar ASN di sini bisa berkonsentrasi dengan baik maka harus ada SD. Sampai sekarang kan SDnya belum ada. Kalau TK nya sudah ada. Sementara umut anak SD memang masih perlu pendampingan dari orang tua ketika bersekolah,” ucap Walikota Baubau Monianse, disela-sela memberikan sambutan pada saat pengresmian gedung hunian sementara Rusun ASN Kota Baubau di Kawasan Palagimata, Jumat (13/01/2023).

La Ode Ahmad Monianse mengatakan bila tidak saran pendidikan tingakt SD di palagimata sehingga kalau ASN mengantar dan mendampingi anak berarti nanti ASN akan membuang waktu dalam bekerja. Ini juga kegiatan tersendiri yang harus dipikirkan.

Monianse, sapaan akrab La Ode Ahmad Monianse melanjutkan, orang tua antar anak pagi baru kemudian masuk kerja. Sudah terlambat masuk kerja belum sempat duduk, gurunya bilang anak sudah harus jemput. Apalagi kalau kelas 1 SD jam 10 pagi pulang. “Kita pergi lagi jemput, terus kerjanya kapan?,” katanya dengan nada bertanya.

Walikota Baubau pun mengungkapkan dia baru saja melakukan sidak di beberapa kelurahan. Dalam temuannya banyak ASN dari kalangan ibu-ibu tidak hadir karena alasan antar anak.

“Saya tanya antar anak jam berapa? ini sekarang sudah jam 09.00 lewat. Jadi antar anaknya jam berapa? tidak pulang. Tidak pulang kerja. Jadi antar anak kemudian tunggu anak , saya tidak tahu jam berapa masuk kantor. Ada empat sampai lima kelurahan yang begitu. Ada yang ada lurahnya, ada juga yang tida ada lurahnya padahal sudah jam 8.30 wita” ungkapnya.

Dia pun berharap jangan sampai ASN melupakan tugasnya karena ini menyangkut anak. Tapi jangan juga menelantarkan anak hanya karena kerja. Sehingga pilihannya hanya satu, mau kerja atau menjaga anak. “Suruh pilih. kalau mau jaga anak berhenti. kalau misalkan anak harus diurus orang, ya..usahakan harus diurus orang supaya jangan tinggalkan pekerjaan,” tegasnya.

Makanya dia berupaya bila masih ada lahan tanah di Kawasan Palagimata ini maka kita akan bangun SD supaya jangan jadi alasan lagi antar anak dulu. Karena kalau ada sekolah di kawasan ini, kata Monianse kerja ASN bisa efektif. “Kalau sebelumnya pernah tinggal di Tomba, anaknya tidak bisa pindah sekolah…yah terpaksa antar anaknya dulu di Tomba sementara kerjanya di Palagimata,” lanjutnya

baca juga: Polsek Jajaran Polres Baubau Melaksanakan Patroli di Tempat Wisata

“Bisa dibayangkan antar anaknya dulu di Tomba kemudian baru ke Palagimata masuk kantor, lalu jemput lagi, jam berapa pulang kerjanya? kalau ditanya dimana? antar anak. Kita tidak bisa keras karena anak dilindungi undang-undang. Jadi kalau ada yang melarang anaknya sekolah itu melanggar undang-undang,” tutupnya. (*)