Kepala Dinas Kesehatan Baubau dr. Frederik Tangke Allo, Awal Tahun 2026, DBD di Baubau Mengalami Kenaikan Musiman, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan LingkunganKepala Dinas Kesehatan Baubau dr. Frederik Tangke Allo, Awal Tahun 2026, DBD di Baubau Mengalami Kenaikan Musiman, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

BAUBAU, BP — Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Kota Baubau mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) setelah laporan kasus menunjukkan kenaikan menjadi 16 kasus. Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta masyarakat mengambil peran lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan untuk menekan laju penularan penyakit tersebut. “Awal Tahun 2026, DBD di Baubau Mengalami Kenaikan Musiman, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan,”

 

Kepala Dinas Kesehatan Baubau dr. Frederik Tangke Allo, Awal Tahun 2026, DBD di Baubau Mengalami Kenaikan Musiman, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan
Kepala Dinas Kesehatan Baubau dr. Frederik Tangke Allo, Awal Tahun 2026, DBD di Baubau Mengalami Kenaikan Musiman, Dinkes Imbau Warga Jaga Kebersihan Lingkungan

Lonjakan kasus itu terpantau sejak memasuki musim penghujan yang berlangsung intens pada Januari. Kondisi cuaca yang lembap dan tingginya curah hujan kerap membuat genangan air muncul di berbagai titik, terutama di wilayah padat penduduk. Situasi tersebut menjadi pemicu berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebab DBD.

Kepala Dinas Kesehatan Baubau dr. Frederik Tangke Allo menjelaskan bahwa peningkatan kasus pada awal tahun sebenarnya merupakan pola tahunan yang sudah sering terjadi. Setiap memasuki musim hujan, pertumbuhan nyamuk meningkat drastis karena lingkungan yang mendukung untuk bertelur dan berkembang biak.

“Biasanya dari Januari sampai Maret atau April, kasus DBD cenderung naik karena kondisi cuaca yang menguntungkan bagi nyamuk,” ujarnya dalam wawancara di ruang kerjanya, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan bahwa wadah penampungan air, kaleng bekas, hingga barang-barang yang tidak terpakai sering kali menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk tanpa disadari warga. Karena itu, pemeriksaan berkala terhadap lingkungan rumah perlu dilakukan untuk memutus siklus hidup nyamuk.

Meski telah terjadi peningkatan dari 13 menjadi 16 kasus, Frederik menjelaskan bahwa jumlah kasus tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada beberapa tahun lalu, Kota Baubau pernah mencatat antara 20 hingga 30 kasus DBD hanya dalam periode Januari.

Di tingkat nasional, pola kenaikan serupa juga pernah terjadi. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan Indonesia mengalami siklus lonjakan signifikan pada 2010, 2016, dan 2019. Pada 2016, misalnya, lebih dari 200.000 kasus DBD tercatat secara nasional, menjadikannya salah satu tahun dengan jumlah kasus tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Menurut Dinkes Baubau, sebagian besar kasus ditemukan di wilayah perkotaan. Kecamatan Betoambari menjadi area dengan jumlah kasus tertinggi, mencapai lima kasus sejak awal tahun. Wilayah tersebut dikenal memiliki mobilitas masyarakat tinggi yang sering beriringan dengan peningkatan produksi sampah rumah tangga.

“Lingkungan yang tidak bersih dan banyak barang bekas berpotensi menjadi sarang nyamuk. Karena itu kesadaran warga sangat diperlukan,” ujar Frederik.

Dinas Kesehatan juga menilai bahwa kegiatan pencegahan seperti Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan gerakan 3M Plus memiliki peran penting dalam menekan jumlah kasus. Program tersebut telah digencarkan sebelum musim hujan melalui kerja sama puskesmas dan masyarakat.

baca juga:

  1. Kejari dan Pemkot Baubau Bersinergi Dukung Anti Kecurangan Program JKN
  2. Walikota Baubau Yusran Fahim Terima UHC Award 2026 Kategori Madya dari Pemerintah Pusat, Baubau Ukir Prestasi Nasional di Bidang Layanan Kesehatan

Frederik mengingatkan masyarakat untuk memastikan tidak ada pakaian bergelantungan, tempat air terbuka, maupun sampah yang menumpuk di sekitar rumah. Menurutnya, semua faktor kecil menjadi penentu keberhasilan upaya pengendalian DBD.

“Tanpa lingkungan yang bersih, upaya pencegahan akan sulit berjalan optimal. Peran warga sangat menentukan hasilnya,” tegasnya.

Dinkes berharap kolaborasi aktif antara pemerintah, fasilitas layanan kesehatan, dan masyarakat mampu mencegah DBD berkembang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Dengan curah hujan yang diprediksi berlangsung hingga April, kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas utama.(*)

baca berita lainnya:

Capaian UHC 85 Persen, Walikota Baubau H Yusran Fahim Digganjar Penghargaan Nasional UHC Award 2026 Kategori Madya

JAKARTA, BP-Komitmen Pemerintah Kota Baubau dalam memperluas akses layanan kesehatan kembali mendapat pengakuan nasional setelah meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 kategori Madya dari Pemerintah Pusat dalam acara nasional yang digelar di Jakarta. “Capaian UHC 85 Persen, Walikota Baubau H Yusran Fahim Digganjar Penghargaan Nasional UHC Award 2026 Kategori Madya,”

Capaian UHC 85 Persen, Walikota Baubau H Yusran Fahim Digganjar Penghargaan Nasional UHC Award 2026 Kategori Madya
Capaian UHC 85 Persen, Walikota Baubau H Yusran Fahim Digganjar Penghargaan Nasional UHC Award 2026 Kategori Madya

Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Deklarasi dan Pencanangan Universal Health Coverage (UHC) serta Pemberian Penghargaan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang berlangsung di Ballroom JI-EXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, menerima langsung penghargaan tersebut mewakili Pemerintah Kota Baubau di hadapan para kepala daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, piagam penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, didampingi Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta memperluas perlindungan kesehatan bagi masyarakat.

Usai menerima penghargaan, Yusran Fahim menjelaskan bahwa salah satu indikator utama penilaian UHC Award adalah tingkat keaktifan kepesertaan masyarakat dalam program UHC.

Menurutnya, capaian kepesertaan aktif UHC di Kota Baubau saat ini telah melampaui 85 persen dari total jumlah penduduk, sehingga dinilai memenuhi standar nasional untuk kategori Madya.

Capaian tersebut, kata Yusran, merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Pemerintah Kota Baubau, tenaga kesehatan, serta dukungan masyarakat dalam membangun sistem layanan kesehatan yang inklusif.

baca juga:

  1. Menkes RI Budi Gunadi Sadikin Letakkan Batu Pertama Pembangunan Gedung RSUD Butur
  2. Ratusan Kepala Daerah Termasuk Bupati Buton Selatan Menerima Penghargaan Universal Health Coverage Awards Tahun 2026

Ia menegaskan bahwa penghargaan UHC Award 2026 bukan sekadar prestasi simbolik, tetapi menjadi pengakuan nyata atas keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin pelayanan kesehatan yang mudah diakses, adil, dan merata.

Pemerintah Kota Baubau, lanjut Yusran, akan terus memperkuat program-program kesehatan serta memperluas cakupan perlindungan agar manfaat layanan benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

Dengan capaian tersebut, Kota Baubau semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah yang konsisten mendukung agenda nasional dalam mewujudkan cakupan kesehatan semesta atau Universal Health Coverage.(*)

Visited 12 times, 12 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *