Halal Bihalal Dirujab, Walikota Baubau HYF Perkuat Sinergi Pemerintah dan WargaHalal Bihalal Dirujab, Walikota Baubau HYF Perkuat Sinergi Pemerintah dan Warga

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM — Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, SE mengajak seluruh masyarakat untuk mempertahankan nilai-nilai kebersamaan dan ketenteraman pasca-Ramadan dalam momentum halal bihalal Idulfitri 2026 yang digelar di Rumah Jabatan Wali Kota, Sabtu (21/3/2026). “Halal Bihalal Dirujab, Walikota Baubau HYF Perkuat Sinergi Pemerintah dan Warga,”

Halal Bihalal Dirujab, Walikota Baubau HYF Perkuat Sinergi Pemerintah dan Warga
Halal Bihalal Dirujab, Walikota Baubau HYF Perkuat Sinergi Pemerintah dan Warga

Ajakan tersebut disampaikan di hadapan masyarakat dan jajaran Pemerintah Kota Baubau sebagai bentuk refleksi atas situasi kondusif yang terjaga selama bulan suci hingga hari raya.

Menurut Yusran, keberhasilan menjaga stabilitas kota tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang menunjukkan sikap toleransi dan kedewasaan sosial.

“Setelah Ramadan, yang terpenting adalah bagaimana kita melanjutkan nilai-nilai kebaikan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yusran dalam keterangannya.

Ia menegaskan, kondisi aman selama Ramadan hingga malam takbiran menjadi indikator kuat bahwa sinergi antara masyarakat dan pemerintah berjalan efektif.

Pelaksanaan takbiran pada Jumat malam (20/3/2026), lanjutnya, berlangsung tertib tanpa gangguan berarti, mencerminkan kesadaran kolektif warga dalam menjaga ketertiban umum.

“Berkat peran serta kita semua, setiap momen penting dapat terlaksana dengan baik demi Baubau yang lebih sejahtera,” katanya.

3 1

Dalam perspektif yang lebih luas, tradisi halal bihalal sendiri memiliki akar historis kuat di Indonesia. Tradisi ini mulai populer pada era Presiden Soekarno sebagai sarana mempererat persatuan nasional pascakemerdekaan, khususnya dalam meredam konflik politik dan sosial.

Secara global, semangat Idulfitri juga mencerminkan nilai universal tentang rekonsiliasi dan solidaritas. Di berbagai negara Muslim seperti Turki dan Arab Saudi, perayaan Idulfitri menjadi momentum memperkuat hubungan sosial dan memperbaiki relasi antarindividu.

Yusran menilai, nilai-nilai tersebut relevan untuk terus dijaga di tingkat lokal, terutama dalam menghadapi tantangan sosial dan pembangunan kota.

4 2

“Pertama-tama, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi menjaga keamanan Kota Baubau,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketenteraman selama Ramadan bukan hanya hasil kerja aparat, tetapi buah dari kesadaran masyarakat dalam menjaga harmoni sosial.

Kegiatan halal bihalal yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan itu juga menjadi ruang interaksi langsung antara pemerintah dan warga, memperkuat komunikasi serta kepercayaan publik.

Dalam konteks pembangunan daerah, stabilitas sosial menjadi faktor penting yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi, sebagaimana juga tercermin dalam berbagai kota di Indonesia yang berhasil menjaga keamanan wilayahnya.

Yusran pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan tersebut agar tidak hanya berhenti pada momentum Idulfitri.

baca juga:

  1. Antisipasi Sampah Lebaran, Wali Kota Baubau HYF Siagakan Pesukan Kuning
  2. Masjid Al Iqra Hadir di Perpusip, Wali Kota Baubau HYF Ingin Satukan Spirit Ilmu dan Iman

“Mari kita sama-sama melangkah agar masyarakat Baubau ke depan jauh lebih tenteram dan lebih aman lagi,” pungkasnya.

Dengan semangat Idulfitri, Pemerintah Kota Baubau berharap nilai persatuan, toleransi, dan kepedulian sosial dapat menjadi fondasi dalam membangun kota yang inklusif dan berkelanjutan.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM— Sebanyak 43 kelurahan ambil bagian dalam pawai takbir keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang berlangsung meriah di Kota Baubau, Jumat malam (20/3/2026). Kegiatan ini dipadati warga yang memadati sepanjang rute protokol kota. “Dibuka Wali Kota Baubau HYF, Pawai Takbir 1447 H Baubau Meriah, Aparat Gabungan Amankan Rute,”

Dibuka Wali Kota Baubau HYF, Pawai Takbir 1447 H Baubau Meriah, Aparat Gabungan Amankan Rute
Dibuka Wali Kota Baubau HYF, Pawai Takbir 1447 H Baubau Meriah, Aparat Gabungan Amankan Rute

Pawai yang juga dilombakan tersebut menampilkan berbagai kendaraan hias dan iringan bedug yang menciptakan suasana religius sekaligus meriah. Sepanjang jalur, masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan peserta yang melintas.

Kegiatan ini mendapat pengawalan ketat dari aparat gabungan, meliputi kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, BPBD, hingga Satpol PP. Pengamanan dilakukan guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan peserta.

Pawai takbir keliling secara resmi dilepas oleh Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, yang hadir bersama Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu, serta Ketua DPRD Ardin Jufri dan unsur Forkopimda.

Dalam sambutannya, Yusran Fahim menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk syiar Islam sekaligus wujud rasa syukur masyarakat setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama satu bulan penuh.

“Momentum ini adalah milik kita bersama sebagai wujud rasa syukur setelah sebulan penuh berpuasa,” ujar Yusran di hadapan peserta.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang dinilai menunjukkan kekompakan seluruh elemen di Kota Baubau dalam menyukseskan kegiatan keagamaan tersebut.

“Semua ini terlaksana berkat kerja sama luar biasa dari seluruh masyarakat Kota Baubau,” katanya.

Meski berlangsung meriah, Yusran mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban selama pawai berlangsung, terutama saat melintasi jalan raya yang juga digunakan masyarakat umum.

“Saya berharap kepada semua peserta untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” tegasnya.

Ia menambahkan, keselamatan harus menjadi prioritas utama agar perayaan tidak menimbulkan risiko bagi peserta maupun pengguna jalan lainnya.

5 2

“Tanpa keamanan dan keselamatan, perayaan ini akan terlihat kurang baik di mata masyarakat,” lanjutnya.

Secara historis, tradisi takbir keliling di Indonesia telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari budaya Islam Nusantara dalam menyambut Idul Fitri. Tradisi ini berkembang dari praktik mengumandangkan takbir di masjid, kemudian meluas menjadi arak-arakan di jalan sebagai simbol kemenangan spiritual setelah Ramadan.

Di tingkat global, tradisi menyambut Idul Fitri juga memiliki ragam bentuk, mulai dari takbiran di negara-negara Asia Tenggara hingga perayaan keluarga besar di Timur Tengah dan Afrika. Namun, takbir keliling dengan kendaraan hias seperti di Indonesia menjadi salah satu ciri khas yang unik.

Pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa tahun terakhir juga mulai menata pelaksanaan takbir keliling agar tetap menjaga nilai religius sekaligus memperhatikan aspek keselamatan dan ketertiban umum.

baca juga:

  1. Penghuni Lapas Baubau Didominasi Kasus Narkotika, 284 Napi Dapat Remisi Idulfitri 1447 H
  2. Salat Idulfitri 1447 H Baubau Menyebar di 43 Kelurahan, Pemerintah Siapkan 111 Lokasi, Dua Lokasi Utama, Tema Khutbah Diseragamkan

Di Baubau, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang syiar agama, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antarwarga, sekaligus memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.

Dengan semangat kebersamaan, pawai takbir keliling 1447 Hijriah di Kota Baubau menjadi simbol persatuan dan kegembiraan umat Islam, sekaligus menegaskan pentingnya menjaga harmoni antara tradisi, keamanan, dan ketertiban publik.(*)

Visited 32 times, 1 visit(s) today