BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Baubau telah menuntaskan pemaparan dalam forum Desk OPD yang digelar di Aula Rapat Kantor Wali Kota Baubau. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat perencanaan pembangunan sekaligus memastikan sinkronisasi program antarinstansi. “Bapperida Baubau Tajamkan Program Pembangunan 2027 Melalui Desk OPD,”

Dinas Komunikasi dan Informatika menjadi OPD terakhir yang mengikuti desk dalam rangkaian kegiatan tersebut. Forum ini turut dihadiri para staf ahli Wali Kota Baubau, yakni Dr. Sunaryo Mulyo, M.T., Drs. Tamsil Tamim, M.Si., serta Zakir, S.E., M.Si., yang memberikan sejumlah catatan strategis terhadap penyempurnaan program kerja.
Pelaksanaan desk dilakukan secara bertahap selama beberapa hari sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Setiap OPD diberi kesempatan untuk memaparkan rencana program sekaligus mengevaluasi capaian kinerja tahun berjalan.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Baubau, Mohamat Abduh, STP., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan daerah.
“Desk ini menjadi ruang bersama untuk memastikan seluruh program yang disusun benar-benar terarah dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya usai mengikuti sesi bersama Dinas Komunikasi dan Informatika, Jumat (13/03/2026).
Menurutnya, fokus utama kegiatan ini adalah menajamkan usulan program pembangunan tahun 2027 sekaligus mengidentifikasi kemungkinan perubahan dalam pelaksanaan anggaran tahun 2026.
“Jadi, kita tidak hanya merancang program ke depan, tetapi juga melihat apa yang perlu diperbaiki di tahun berjalan agar lebih efektif,” kata Abduh.
Ia menambahkan, kesepahaman antar-OPD menjadi kunci dalam menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran, terutama dalam konteks keterbatasan fiskal daerah.
“Kita membangun kesepahaman bersama seluruh OPD. Kita juga mengukur kemampuan keuangan daerah, apakah cukup untuk mendukung seluruh rencana tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Abduh berharap melalui koordinasi yang intensif, berbagai hambatan teknis maupun administratif yang kerap muncul dalam pelaksanaan program dapat diminimalkan sejak tahap perencanaan.
Secara historis, mekanisme desk OPD merupakan bagian dari sistem perencanaan pembangunan yang mulai diperkuat sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004. Regulasi ini menekankan pentingnya integrasi antara perencanaan, penganggaran, dan evaluasi dalam pembangunan nasional maupun daerah.
Dalam konteks global, praktik serupa juga diterapkan di berbagai negara melalui pendekatan performance-based budgeting, yakni sistem penganggaran berbasis kinerja yang mulai berkembang sejak dekade 1990-an di negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan akuntabilitas serta efektivitas penggunaan anggaran publik.
baca juga:
- Pemkot Baubau Apresiasi Kasambu-sambu, Warisan Budaya Tetap Lestari
- Disperindag Baubau Pantau Harga Telur Pasca Idulfitri, Mulai Turun di Kisaran Rp 65 Ribu Hingga Rp 78 Ribu
Indonesia sendiri mulai mengadopsi pendekatan tersebut secara bertahap sejak era reformasi, khususnya untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dengan selesainya seluruh rangkaian desk OPD, Pemerintah Kota Baubau optimistis perencanaan pembangunan tahun 2027 akan lebih terarah, terukur, dan realistis. Sinkronisasi lintas OPD diharapkan mampu menghasilkan program yang tidak hanya ambisius, tetapi juga dapat diimplementasikan secara efektif di lapangan.
Ke depan, hasil desk OPD ini akan menjadi dasar dalam penyusunan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah, sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif.(*)
baca berita lainnya:

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 26 Maret 2026, tersebut dipusatkan di Masjid Al Iman Polres Baubau dan dimulai pukul 08.30 WITA. Seluruh jajaran, mulai dari pejabat utama hingga anggota, mengikuti kegiatan ini dengan penuh khidmat.
Binrohtal perdana pasca-Lebaran ini menjadi bagian dari strategi internal untuk memulihkan kondisi psikologis dan spiritual personel setelah menjalani tugas intensif selama Operasi Ketupat, yang setiap tahun menjadi agenda nasional dalam pengamanan hari raya.
Kapolres Baubau, Mayestika Hidayat, menegaskan bahwa momentum Idul Fitri harus dimaknai sebagai titik awal pembaruan diri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Idul Fitri bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi harus menjadi refleksi untuk memperbaiki kinerja dan integritas dalam menjalankan tugas,” ujarnya dalam sambutan.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah ditempa selama bulan Ramadan, seperti disiplin, kejujuran, dan kesabaran, agar tetap menjadi landasan dalam pelaksanaan tugas kepolisian sehari-hari.
“Saya ingin nilai kejujuran, kesabaran, dan keikhlasan yang kita latih selama Ramadan benar-benar tercermin dalam pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Pelaksanaan Binrohtal dilakukan secara serentak dengan tetap menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama. Personel beragama Islam mengikuti kegiatan di masjid, sementara anggota Nasrani melaksanakan ibadah di ruangan terpisah yang telah disiapkan.
Kapolres menilai penguatan mental menjadi aspek krusial dalam menjaga stabilitas emosi personel, terutama setelah menghadapi tekanan kerja selama masa pengamanan Lebaran yang cenderung meningkat setiap tahunnya.
“Penguatan mental ini penting agar personel tetap profesional dan humanis dalam memberikan perlindungan dan pengayoman,” katanya.
Secara historis, kegiatan pembinaan rohani di institusi kepolisian telah menjadi bagian dari program pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Program ini berkembang seiring dengan tuntutan reformasi birokrasi pasca-1998 yang menekankan pentingnya integritas dan pelayanan publik yang bersih.
Dalam konteks nasional, Operasi Ketupat sendiri merupakan operasi kemanusiaan yang rutin digelar Polri sejak dekade 1990-an untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran. Intensitas operasi ini meningkat signifikan seiring pertumbuhan mobilitas masyarakat setiap tahun.
baca juga:
- Penghuni Lapas Baubau Didominasi Kasus Narkotika, 284 Napi Dapat Remisi Idulfitri 1447 H…
- Aduan MAKI Mencuat, KPK Pastikan Status Tahanan Yaqut Sah Secara Hukum
Sementara itu, secara global, pendekatan pembinaan mental dan spiritual bagi aparat penegak hukum juga menjadi praktik umum. Di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Inggris, program serupa dikenal sebagai “wellness program” atau “spiritual support service” untuk menjaga kesehatan mental personel kepolisian.
Kegiatan Binrohtal di Polres Baubau berlangsung selama kurang lebih satu jam dan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
Melalui kegiatan ini, Polres Baubau berharap dapat mengawali masa kerja pasca-Lebaran dengan semangat baru serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang lebih profesional, humanis, dan berintegritas.(*)


