BAUBAU, BAUBAUPOST.COM– Pemerintah Kota Baubau menetapkan arah prioritas pembangunan tahun 2027 dengan menitikberatkan pada efisiensi, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia di tengah keterbatasan anggaran daerah. Kebijakan tersebut mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 yang digelar di Aula Kantor Wali Kota Baubau, Rabu (8/4/2026). “Musrenbang RKPD 2027 Baubau Tekankan Kolaborasi dan Inovasi Daerah, Wali Kota Baubau HYF Dorong Pembangunan Inklusif,”

Forum tahunan ini menjadi bagian penting dalam siklus perencanaan pembangunan daerah, yang secara nasional telah diatur sejak diberlakukannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Musrenbang sendiri merupakan mekanisme partisipatif yang telah lama diterapkan di Indonesia sebagai sarana menyelaraskan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, dalam sambutannya menegaskan bahwa kondisi fiskal yang terbatas tidak boleh menghambat kualitas pembangunan, melainkan justru menjadi momentum untuk memperkuat prioritas.
“Setiap rupiah anggaran harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita harus lebih selektif dan tepat sasaran dalam menentukan program,” ujar Yusran.
Ia menambahkan, tahun 2027 merupakan fase krusial karena berada di pertengahan pelaksanaan RPJMD 2025–2029, sehingga diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian program yang telah berjalan.
Secara historis, banyak negara menghadapi tantangan serupa dalam menjaga kesinambungan pembangunan di tengah keterbatasan fiskal. Misalnya, pasca krisis keuangan global 2008, sejumlah negara di Eropa melakukan pengetatan anggaran (austerity) namun tetap menjaga sektor prioritas seperti pendidikan dan kesehatan. Pendekatan serupa kini mulai diadaptasi di berbagai daerah di Indonesia.
Dalam konteks nasional, kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah pusat dalam beberapa tahun terakhir turut memengaruhi ruang fiskal daerah, termasuk Baubau. Hal ini mendorong pemerintah daerah untuk melakukan peninjauan ulang terhadap dokumen perencanaan jangka menengah.
“Kita harus adaptif terhadap kebijakan nasional, tetapi tetap memastikan kebutuhan masyarakat lokal terpenuhi,” kata Yusran.
Tema pembangunan Baubau tahun 2027 difokuskan pada penguatan inovasi lintas sektor. Pendekatan ini mencakup pengembangan kebudayaan, peningkatan akses layanan pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Selain itu, pembangunan infrastruktur tetap menjadi perhatian utama, terutama dalam mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan tidak lagi hanya berorientasi fisik, tetapi juga kualitas SDM, penguatan budaya, dan pelayanan publik berbasis teknologi,” ujarnya.
Dalam arah kebijakan tersebut, pemerintah menetapkan lima fokus utama, yakni pemajuan kebudayaan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi melalui UMKM dan ekonomi kreatif, pembangunan infrastruktur, serta digitalisasi tata kelola pemerintahan.
Sejumlah studi internasional menunjukkan bahwa transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan mampu meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan publik. Negara seperti Estonia bahkan telah menjadi contoh global dalam penerapan e-government yang efektif.
Yusran juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung keberhasilan pembangunan daerah.
“Melalui Musrenbang ini, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyampaikan gagasan konstruktif agar program yang disusun benar-benar tepat sasaran,” katanya.
baca juga:
- 3.857 PBP di Kecamatan Wolio Terima Bantuan Beras dan Minyak dari Bulog Baubau Periode…
- Walikota Baubau H Yusran Fahim Perkuat Stabilitas Daerah Lewat Rapat Forkopimda untuk Dorong Pembangunan
Musrenbang RKPD 2027 ini diharapkan menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Dengan perencanaan yang lebih adaptif dan berbasis prioritas, Pemkot Baubau optimistis mampu menjaga keberlanjutan pembangunan meskipun berada dalam tekanan keterbatasan anggaran.(*)
baca berita lainnya:
STAI YPIQ Baubau Gelar Ujian Proposal, Dorong Kualitas Penelitian, Mahasiswa Antusias Ikuti Ujian Proposal Skripsi
BAUBAU, DURASITIMES.COM — STAI YPIQ Baubau kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui pelaksanaan ujian proposal skripsi yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi, sebagai tahapan awal menuju penyusunan karya ilmiah. “STAI YPIQ Baubau Gelar Ujian Proposal, Dorong Kualitas Penelitian, Mahasiswa Antusias Ikuti Ujian Proposal Skripsi,”

Kegiatan akademik tersebut berlangsung di kampus yang berlokasi di Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Baubau, dengan suasana tertib dan kondusif selama tiga hari, yakni 9 hingga 11 Maret 2026.
Ujian proposal skripsi ini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan tinggi, karena berfungsi sebagai mekanisme evaluasi awal terhadap rencana penelitian mahasiswa sebelum memasuki tahap pengumpulan data dan penulisan skripsi secara utuh.
Secara historis, model ujian proposal telah lama menjadi tradisi akademik di berbagai perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun internasional. Di Indonesia, sistem ini berkembang pesat sejak era reformasi pendidikan tinggi pada awal 2000-an yang menekankan penjaminan mutu. Sementara secara global, praktik serupa telah diterapkan di universitas-universitas di Amerika Serikat dan Inggris sebagai bagian dari standar penelitian ilmiah.
Ketua Panitia Ujian Proposal, Anarida, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menguji kesiapan mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran akademik yang penting.
“Ujian proposal ini merupakan tahapan penting yang harus dilalui mahasiswa sebelum menyusun skripsi secara menyeluruh,” ujar Anarida saat ditemui awak media, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, proses ujian berlangsung secara interaktif. Mahasiswa mempresentasikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, hingga metode penelitian di hadapan dosen penguji yang kemudian memberikan masukan konstruktif.
“Diskusi yang terjadi dalam ujian membantu mahasiswa menyempurnakan rancangan penelitian agar lebih terarah dan sistematis,” katanya.
Sejak pagi hari, suasana kampus tampak dipadati mahasiswa yang mengenakan pakaian formal hitam putih. Mereka menunggu giliran dengan penuh kesiapan dan kepercayaan diri untuk memasuki ruang ujian.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga program studi, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI), yang seluruhnya berada di bawah naungan STAI YPIQ Baubau.
Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan penjadwalan yang terstruktur serta koordinasi yang matang sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Satu per satu mahasiswa memasuki ruang sidang untuk memaparkan proposal penelitian di hadapan dosen penguji,” tambah Anarida.
Ia juga menegaskan bahwa komitmen kampus terhadap peningkatan mutu akademik dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai tahapan evaluasi, termasuk ujian proposal skripsi.
“Melalui proses ini, kami berharap mahasiswa mampu menghasilkan penelitian yang matang, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ujian proposal skripsi juga memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berpikir kritis mahasiswa, menyusun argumen ilmiah, serta mempertanggungjawabkan ide penelitian secara akademik.
Masukan dari dosen penguji menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memperbaiki dan menyempurnakan proposal sebelum memasuki tahap penelitian lapangan.
baca juga:
- Gubernur Sultra ASR Dorong Fasilitas Sekolah Layak dan Modern Dengan Genjot Pendidikan Lewat Infrastruktur dan Bantuan di Buton Tengah
- Pesantren Kilat hingga Bagi Sedekah, SDN 3 Baubau Hidupkan Ramadhan 1447 H
Selain itu, kegiatan ini turut melatih keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan secara sistematis dan logis di forum akademik, yang menjadi salah satu kompetensi penting lulusan perguruan tinggi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, STAI YPIQ Baubau menunjukkan konsistensinya dalam menciptakan lingkungan akademik yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan keilmuan Islam.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi di Indonesia yang terus mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah sebagai indikator utama daya saing lulusan di tingkat global.(*)



