BUTON, B AUBAUPOST.COM – Sebanyak 38 rumah tidak layak huni di Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, akan mendapatkan bantuan pembangunan dan rehabilitasi pada tahun 2026 melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PT Sarana Multi Griya Finance (SMF). “Pemda Buton Dapat Program Bedah Rumah, 38 Unit di Kombeli Diverifikasi Oleh PT SMF,”

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Buton, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, serta Satuan Kerja (Satker) Sulawesi Tenggara, sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan rumah tidak layak huni (RTLH).
Pelaksanaan program diawali dengan survei dan verifikasi lapangan yang dilakukan pada Rabu, 8 April 2026, oleh tim dari Kementerian PKP, PT SMF, dan Satker Sultra, yang turut didampingi langsung oleh Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra bersama jajaran DPRD dan pemerintah kelurahan setempat.
Department Head TJSL PT SMF, Arif Hidayat, menyampaikan bahwa program bantuan perumahan tersebut telah berjalan sejak 2018 dan telah menjangkau puluhan daerah di Indonesia.
“Program ini sudah berjalan sejak 2018 dan telah menyasar 37 kota. Kabupaten Buton menjadi salah satu target tahun 2026 setelah melalui berbagai pertimbangan,” ujar Arif saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan pembangunan, seluruh rumah calon penerima bantuan akan melalui proses verifikasi ketat guna memastikan kelayakan dan ketepatan sasaran.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Buton, La Joni, mengungkapkan bahwa dari total 38 unit bantuan tersebut, sebanyak 17 rumah akan dibangun baru dan 21 rumah lainnya akan direhabilitasi.
“Komposisinya 17 unit pembangunan baru dan 21 unit peningkatan kualitas rumah,” kata La Joni.
Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan BUMN dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat dan PT SMF yang telah merespons kebutuhan masyarakat kami, khususnya dalam penyediaan rumah layak huni,” ujarnya.
Menurut Alvin, di tengah keterbatasan anggaran daerah, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan, terutama di bidang perumahan dan kawasan permukiman.
Ia menambahkan, masih banyak rumah warga di wilayah Buton yang belum memenuhi standar kelayakan, sehingga program serupa diharapkan dapat terus diperluas di masa mendatang.
Di tingkat nasional, program perbaikan rumah tidak layak huni telah menjadi prioritas pemerintah sejak diluncurkannya program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada awal 2000-an, yang kemudian diperkuat dalam berbagai kebijakan perumahan rakyat.
Bahkan, pemerintah Indonesia saat ini tengah mendorong target pembangunan tiga juta rumah sebagai bagian dari strategi pemenuhan backlog perumahan yang masih tinggi, yakni mencapai lebih dari 12 juta unit secara nasional berdasarkan data Kementerian PUPR beberapa tahun terakhir.
Kasubdit Perencanaan Teknis Pengembangan Kawasan Permukiman Kementerian PKP, Deny Dwi Susanto, menilai kontribusi program TJSL dari BUMN menjadi elemen penting dalam mendukung target nasional tersebut.
“Program TJSL ini sangat membantu dalam penanganan rumah tidak layak huni sekaligus mendukung capaian pembangunan perumahan nasional,” ujarnya.
baca juga:
- Data Terbaru Program MBG di Buton: Jangkau 30.720 Penerima dan Serap 484 Tenaga Kerja Lokal
- Pemkab Buton Akan Percepat Perbaikan Pasar Kaloko Pascakerusakan, Akan Dibangun Lebih Tahan Hadapi Cuaca Ekstrem
Secara global, upaya penyediaan hunian layak juga menjadi bagian dari target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-11 tentang kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.
Di berbagai negara berkembang, program kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta seperti TJSL atau corporate social responsibility (CSR) telah menjadi model penting dalam mengatasi persoalan permukiman kumuh dan keterbatasan akses perumahan.
Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat penerima bantuan di Kabupaten Buton dapat menikmati hunian yang lebih sehat, aman, dan layak, sekaligus meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.(*)
Galeri Foto
baca berita lainnya:
BUTON, BAUBAUPOST.COM – Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra menggelar open house Idul Fitri 1447 Hijriah di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Buton, Pasarwajo, Sabtu (21/3/2026), sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat pasca perayaan hari besar keagamaan tersebut. “Tradisi Lebaran, Bupati Buton Alvin Gelar Open House, Warga Antusias Bersilaturahmi,”

Kegiatan ini berlangsung usai pelaksanaan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H yang digelar secara berjamaah di Lapangan Banabungi bersama ribuan masyarakat Kabupaten Buton.
Open house tersebut menjadi ruang terbuka bagi warga untuk bersilaturahmi secara langsung dengan kepala daerah serta jajaran pemerintah, sekaligus memperkuat komunikasi sosial dalam suasana Lebaran yang penuh kehangatan.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Anggota DPR RI Dapil Sultra Ali Mazi, Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Buton La Ode Syamsudin.
Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), anggota DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta berbagai elemen masyarakat juga tampak hadir memeriahkan kegiatan tersebut.
Bupati Alvin menyampaikan bahwa momentum Idul Fitri merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Open house ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kedekatan dengan masyarakat,” ujar Alvin Akawijaya Putra.
Ia juga menambahkan bahwa nilai-nilai kebersamaan yang terbangun selama Ramadan dan Idul Fitri diharapkan dapat terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat. Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik ke depan,” katanya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam menciptakan keharmonisan sosial dan memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Tradisi open house sendiri telah lama menjadi bagian dari budaya perayaan Idul Fitri di Indonesia, termasuk di lingkungan pemerintahan. Secara historis, tradisi ini berkembang sejak era kepemimpinan nasional awal pascakemerdekaan dan menjadi simbol keterbukaan pemimpin kepada rakyat.
Di tingkat nasional, kegiatan open house kerap dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara sebagai ajang silaturahmi dengan masyarakat dari berbagai kalangan. Sementara itu, di tingkat internasional, tradisi serupa juga dikenal di sejumlah negara Muslim seperti Malaysia dan Brunei Darussalam, yang menjadikan open house sebagai bagian dari diplomasi sosial dan budaya.
Suasana akrab terlihat sepanjang kegiatan berlangsung, di mana masyarakat bebas berinteraksi, bersalaman, dan berbincang langsung dengan para pejabat tanpa sekat formalitas.
baca juga:
- Safari Ramadan di Lasalimu, Bupati Buton Serahkan Alat Musik Tradisional untuk Masyarakat Adat
- Bupati Alvin Akawijaya Perkuat Mesin Birokrasi Lewat Pelantikan Sekda Definitif, La Ode Syamsudin Siap Kawal Program Prioritas Bupati Buton
“Momentum seperti ini sangat penting untuk menjaga hubungan baik antara pemerintah dan masyarakat,” kata salah satu warga yang hadir.
Usai kegiatan di Rujab Bupati, agenda serupa juga dilanjutkan di kediaman Sekretaris Daerah Buton, La Ode Syamsudin, yang turut membuka rumahnya bagi masyarakat sebagai bagian dari tradisi Lebaran.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, pemerintah daerah berharap nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan solidaritas sosial semakin menguat di tengah masyarakat Kabupaten Buton.(*)














