Buton Selatan Fokus Angkat Potensi Lokal di Harmoni Sultra 2026, Kadispar Ekraf Maderuddin: Kesiapan Sudah 90 Persen Siap 'Unjuk Gigi Untuk TampilButon Selatan Fokus Angkat Potensi Lokal di Harmoni Sultra 2026, Kadispar Ekraf Maderuddin: Kesiapan Sudah 90 Persen Siap 'Unjuk Gigi Untuk Tampil

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) mematangkan persiapan untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi Harmoni Sultra 2026. Hingga saat ini, sebagai dinas teknis yang mengkoordinir informasi Harmoni Sultra di Buton Selatan, kesiapan pemerintah daerah dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mencapai 90 persen. “Buton Selatan Fokus Angkat Potensi Lokal di Harmoni Sultra 2026, Kadispar Ekraf Maderuddin: Kesiapan Sudah 90 Persen Siap ‘Unjuk Gigi Untuk Tampil,”

 

Buton Selatan Fokus Angkat Potensi Lokal di Harmoni Sultra 2026, Kadispar Ekraf Maderuddin: Kesiapan Sudah 90 Persen Siap 'Unjuk Gigi Untuk Tampil
Buton Selatan Fokus Angkat Potensi Lokal di Harmoni Sultra 2026, Kadispar Ekraf Maderuddin: Kesiapan Sudah 90 Persen Siap ‘Unjuk Gigi Untuk Tampil

​Kepala Dinas Parekraf Buton Selatan Maderuddin menjelaskan bahwa keikutsertaan tahun ini berfokus pada promosi potensi lokal untuk meningkatkan daya saing daerah, baik di level regional maupun nasional.

Fokus Agenda Unggulan

Dalam ajang tersebut, Buton Selatan akan mengikuti sejumlah agenda utama yang merepresentasikan identitas daerah, di antaranya ​Karnaval Budaya, Menampilkan kekayaan tradisi dan adat istiadat Buton Selatan. Pameran Ekonomi Kreatif, Mempromosikan produk UMKM unggulan seperti Kopi Rongi, abon ikan, dan bawang goreng.

​Lomba Cipta Menu Pangan Lokal, Melibatkan Tim Penggerak PKK untuk mengolah bahan pangan khas daerah menjadi hidangan inovatif. ​Lomba Lagu Eksekutif, Akan diikuti langsung oleh jajaran kepala daerah sebagai bentuk dukungan dan eksposur publik.

​Aksi Hemat Energi, Partisipasi unik berupa kegiatan bersepeda yang akan diikuti oleh para Bupati dan Walikota se-Sultra.

​“Kami sudah menyiapkan segala kebutuhan teknis, termasuk sepeda yang akan digunakan oleh Bupati Buton Selatan, H. Muh. Adios, dalam kegiatan hemat energi nanti,” ujar Maderuddin.

​Promosi Berkelanjutan

​Maderuddin menegaskan bahwa kehadiran Busel di Harmoni Sultra bukan sekadar seremonial. Salah satu daya tarik yang disiapkan adalah kerja sama dengan pihak Dirgantara, di mana bendera daerah Buton Selatan akan dikibarkan di angkasa oleh penerjun payung dari TNI AU.

​“Tujuan utama kita adalah dampak jangka panjang. Bagaimana produk UMKM dan budaya kita semakin dikenal luas sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya

Agenda Lanjutan di Tahun 2026 di Buton Selatan akan ada Festival Teluk Lande

​Selain fokus pada Harmoni Sultra, Pemkab Busel juga tengah menyiapkan agenda besar lainnya, yaitu Festival Budaya di Kawasan Teluk Lande yang direncanakan pada Agustus 2026. Berkaca dari kesuksesan tahun lalu yang berhasil menarik wisatawan mancanegara, festival ini akan melibatkan partisipasi para pelaku usaha dan UMKM serta pelaku seni lokal untuk menyambut event ini agar berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar, Ujarnya.

Keseriusan Bupati Buton Selatan H Muhammad Adios dalam mempromosikan potensi wisatanya pun membuahkan hasil. Festival Teluk Lande kini resmi tercatat dalam Kalender Event Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengakuan ini menegaskan posisi Buton Selatan sebagai salah satu titik destinasi strategis di Sulawesi Tenggara.

baca juga:

  1. Bupati Busel H Muh Adios Ungkap Nilai Utang Budi Pada Yayasan Sahabat Muadz Indonesia dalam….
  2. Dinas Pendidikan Buton Selatan Perkuat SDM Kepala Sekolah dan Guru Menuju Transformasi Pendidikan Lewat Pelatihan Pembelajaran Mendalam

​“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal potensi di Teluk Lande memberikan manfaat nyata. Dengan persiapan yang matang, kami optimis Buton Selatan mampu tampil maksimal dan memperkuat citranya sebagai pusat wisata budaya dan ekonomi kreatif unggulan,” ucap Maderuddin.

​Melalui perpaduan keindahan alam Teluk Lande dan kekayaan tradisi lokal, Festival ini diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi pelancong nusantara maupun internasional di tahun 2026.(*)

baca berita lainnya:

BUTON SELATAN, – Upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan menggelar Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) rawan bencana di Kelurahan Todombulu, Kecamatan Sampolawa, Selasa (21/4/2026). “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Ajak Warga Tingkatkan Kapasitas Hadapi Bencana, BPBD Busel Libatkan Warga Dalam Upaya Mitigasi Risiko Bencana,”

Bupati Buton Selatan H Muh Adios Ajak Warga Tingkatkan Kapasitas Hadapi Bencana, BPBD Busel Libatkan Warga Dalam Upaya Mitigasi Risiko Bencana
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Ajak Warga Tingkatkan Kapasitas Hadapi Bencana, BPBD Busel Libatkan Warga Dalam Upaya Mitigasi Risiko Bencana

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 Wita itu menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas warga agar mampu menghadapi potensi bencana secara terencana, terukur, dan tidak diliputi kepanikan.

Bupati Buton Selatan, H Muhammad Adios SSos MBA menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana, terutama di wilayah yang memiliki kerentanan geografis.

dummy

“Dalam situasi bencana, kita harus tetap tenang dan berpikir. Jangan panik, karena kepanikan justru dapat membahayakan diri sendiri,” ujar H Muh Adios di hadapan peserta sosialisasi. Menurutnya, pemahaman terhadap potensi bencana harus dimulai dari lingkungan sekitar, sehingga masyarakat mampu mengenali ancaman sejak dini dan menentukan langkah mitigasi yang tepat.

Ia juga mengajak warga untuk menjadikan kegiatan sosialisasi ini sebagai ruang belajar bersama dalam membangun budaya sadar bencana yang berkelanjutan. “Pertama, tingkatkan kapasitas diri. Jadikan kegiatan ini sebagai sarana untuk mengenali potensi bencana di wilayah masing-masing,” katanya.

1 5

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adios turut membagikan pengalaman pribadinya saat menghadapi situasi darurat di laut pada 1982, yang menjadi pelajaran penting tentang pentingnya ketenangan dalam kondisi krisis. “Pengalaman itu mengajarkan bahwa kepanikan hanya akan memperburuk keadaan. Kita harus cepat berpikir dan mencari cara menyelamatkan diri,” tuturnya.

Secara historis, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat risiko bencana tertinggi di dunia karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire). Data nasional menunjukkan berbagai peristiwa besar seperti gempa dan tsunami Aceh 2004, gempa Yogyakarta 2006, hingga gempa dan tsunami Palu 2018 menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.

Di tingkat global, laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mencatat bahwa frekuensi bencana alam meningkat dalam beberapa dekade terakhir akibat perubahan iklim, dengan banjir, badai, dan kekeringan menjadi ancaman utama bagi banyak negara.

Kondisi tersebut menjadikan edukasi kebencanaan sebagai kebutuhan mendesak, tidak hanya bagi pemerintah daerah Kabupaten Selatan, tetapi juga masyarakat luas sebagai garda terdepan dalam menghadapi bencana.

Bupati Buton Selatan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyebarkan informasi kebencanaan, mulai dari pemerintah, relawan, akademisi hingga media massa. “Sinergi ini penting agar informasi kebencanaan dapat tersampaikan secara cepat, tepat, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

6 7

Sementara itu, BPBD sebagai lembaga teknis di daerah diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam memberikan edukasi, respons cepat, dan perlindungan kepada masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, termasuk aparat kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat yang terlihat antusias mengikuti materi yang disampaikan.

baca juga:

  1. SDN 1 Masiri Buton Selatan Sukses Gelar TKA Online, 53 Siswa Ikuti Ujian Perdana Dibagi Tiga Sesi
  2. Dinas Pendidikan Buton Selatan Perkuat SDM Kepala Sekolah dan Guru Menuju Transformasi Pendidikan Lewat Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami langkah mitigasi sebelum dan saat bencana terjadi, tetapi juga mampu melakukan pemulihan pascabencana secara mandiri.

Dengan meningkatnya kesadaran dan kapasitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan optimistis dapat membangun komunitas yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.(*)

Visited 82 times, 82 visit(s) today