Kadis PPK Buton Selatan La Ode Karman SE MM bersama staf, PPKB Buton Selatan Siapkan Roadmap Kependudukan Berbasis Data SIGA, Susun Strategi Tekan Stunting, dan Kendalikan PendudukKadis PPK Buton Selatan La Ode Karman SE MM bersama staf, PPKB Buton Selatan Siapkan Roadmap Kependudukan Berbasis Data SIGA, Susun Strategi Tekan Stunting, dan Kendalikan Penduduk

BUTON SELATAN, BP – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Buton Selatan menegaskan komitmennya untuk menekan angka stunting dan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk pada 2026 melalui pendekatan terpadu berbasis data dan edukasi masyarakat. “PPKB Buton Selatan Siapkan Roadmap Kependudukan Berbasis Data SIGA, Susun Strategi Tekan Stunting, dan Kendalikan Penduduk,”

Kadis PPK Buton Selatan La Ode Karman SE MM bersama staf, PPKB Buton Selatan Siapkan Roadmap Kependudukan Berbasis Data SIGA, Susun Strategi Tekan Stunting, dan Kendalikan Penduduk
Kadis PPK Buton Selatan La Ode Karman SE MM bersama staf, PPKB Buton Selatan Siapkan Roadmap Kependudukan Berbasis Data SIGA, Susun Strategi Tekan Stunting, dan Kendalikan Penduduk

Langkah tersebut diwujudkan melalui penyusunan peta jalan (roadmap) pengendalian penduduk yang kini masih dalam proses perencanaan dan pengumpulan data-data dukung yang akan segera di realisaikan dalam waktu dekat dan akan digunakan sebagai acuan kebijakan jangka menengah pemerintah daerah Kabupaten Buton Selatan.

Kepala Dinas PPKB Buton Selatan La Ode Karman SE MM mengatakan bahwa arah kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari agenda strategis nasional yang menempatkan isu kependudukan dan stunting sebagai prioritas pembangunan.

“Fokus kami ada dua, yakni pengendalian angka kelahiran melalui program KB serta percepatan penurunan stunting di masyarakat,” ujar Karman.

Dalam implementasinya, PPKB Buton Selatan mengintegrasikan sistem digital Sistem Informasi Keluarga (SIGA) untuk memantau kondisi keluarga, distribusi alat kontrasepsi, serta capaian layanan kesehatan secara real time.

Pemanfaatan teknologi ini dinilai penting, mengingat secara historis pemerintah Indonesia telah lama mendorong pengendalian penduduk sejak era Orde Baru melalui program Keluarga Berencana yang dikenal luas hingga tingkat global sebagai salah satu model sukses.

Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, angka fertilitas total (TFR) Indonesia berhasil ditekan dari sekitar 5,6 pada 1970-an menjadi sekitar 2,2 dalam satu dekade terakhir. Namun, tantangan baru muncul dalam bentuk kualitas sumber daya manusia, terutama stunting.

Secara global, World Health Organization mencatat sekitar 22 persen anak balita di dunia mengalami stunting pada 2022, yang berdampak pada perkembangan kognitif dan produktivitas jangka panjang.

Di tingkat lokal, PPKB Buton Selatan mengadopsi pendekatan berbasis komunitas melalui edukasi langsung oleh Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) yang menjangkau hingga desa dan kecamatan.

“Untuk program KB, kami rutin melakukan penyuluhan penggunaan alat kontrasepsi dengan melibatkan PLKB di seluruh wilayah,” Lanjut Karman.

Selain itu, intervensi gizi dilakukan melalui program dapur sehat yang mengedukasi masyarakat tentang pengolahan makanan bergizi berbasis bahan lokal. Program ini menyasar ibu hamil, ibu pasca persalinan, dan balita sebagai kelompok paling rentan terhadap risiko stunting.

“Kami berikan pemahaman bagaimana mengolah makanan bergizi agar kebutuhan nutrisi keluarga terpenuhi,” tambahnya.

Tidak hanya berhenti pada edukasi, PPKB juga melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala melalui kunjungan lapangan guna memastikan efektivitas program. “Hasilnya kami laporkan secara harian, lalu direkap bulanan untuk evaluasi apakah terjadi perubahan pola hidup dan penurunan stunting,” jelasnya

PPKB juga turut mengawal pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari intervensi nasional untuk memperbaiki status gizi masyarakat.

Menurut Karman, keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kolaborasi lintas sektor, mulai dari tenaga kesehatan, pemerintah desa, hingga partisipasi aktif masyarakat.

baca juga:

  1. Bupati Busel H Muh Adios Ungkap Nilai Utang Budi Pada Yayasan Sahabat Muadz Indonesia dalam
  2. Bupati Busel H Muh Adios Ingatkan Warga Tetap Tenang Saat Hadapi Bencana, BPBD Busel Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lewat Sosialisasi Bencana

“Peta jalan yang kami susun akan menjadi pegangan kepala daerah dalam menentukan kebijakan berbasis kondisi riil masyarakat,” ujarnya.

Dengan strategi tersebut, PPKB Buton Selatan optimistis mampu berkontribusi dalam menciptakan keluarga yang sehat dan berkualitas sekaligus menekan laju pertumbuhan penduduk secara berkelanjutan.

Upaya ini juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan atau United Nations dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya penghapusan kelaparan dan peningkatan kesehatan masyarakat global.(*)

baca berita lainnya:

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) mematangkan persiapan untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi Harmoni Sultra 2026. Hingga saat ini, sebagai dinas teknis yang mengkoordinir informasi Harmoni Sultra di Buton Selatan, kesiapan pemerintah daerah dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mencapai 90 persen. “Buton Selatan Fokus Angkat Potensi Lokal di Harmoni Sultra 2026, Kadispar Ekraf Maderuddin: Kesiapan Sudah 90 Persen Siap ‘Unjuk Gigi Untuk Tampil,”

 

Buton Selatan Fokus Angkat Potensi Lokal di Harmoni Sultra 2026, Kadispar Ekraf Maderuddin: Kesiapan Sudah 90 Persen Siap 'Unjuk Gigi Untuk Tampil
Buton Selatan Fokus Angkat Potensi Lokal di Harmoni Sultra 2026, Kadispar Ekraf Maderuddin: Kesiapan Sudah 90 Persen Siap ‘Unjuk Gigi Untuk Tampil

​Kepala Dinas Parekraf Buton Selatan Maderuddin menjelaskan bahwa keikutsertaan tahun ini berfokus pada promosi potensi lokal untuk meningkatkan daya saing daerah, baik di level regional maupun nasional.

Fokus Agenda Unggulan

Dalam ajang tersebut, Buton Selatan akan mengikuti sejumlah agenda utama yang merepresentasikan identitas daerah, di antaranya ​Karnaval Budaya, Menampilkan kekayaan tradisi dan adat istiadat Buton Selatan. Pameran Ekonomi Kreatif, Mempromosikan produk UMKM unggulan seperti Kopi Rongi, abon ikan, dan bawang goreng.

dummy

​Lomba Cipta Menu Pangan Lokal, Melibatkan Tim Penggerak PKK untuk mengolah bahan pangan khas daerah menjadi hidangan inovatif. ​Lomba Lagu Eksekutif, Akan diikuti langsung oleh jajaran kepala daerah sebagai bentuk dukungan dan eksposur publik.

​Aksi Hemat Energi, Partisipasi unik berupa kegiatan bersepeda yang akan diikuti oleh para Bupati dan Walikota se-Sultra.

​“Kami sudah menyiapkan segala kebutuhan teknis, termasuk sepeda yang akan digunakan oleh Bupati Buton Selatan, H. Muh. Adios, dalam kegiatan hemat energi nanti,” ujar Maderuddin.

​Promosi Berkelanjutan

​Maderuddin menegaskan bahwa kehadiran Busel di Harmoni Sultra bukan sekadar seremonial. Salah satu daya tarik yang disiapkan adalah kerja sama dengan pihak Dirgantara, di mana bendera daerah Buton Selatan akan dikibarkan di angkasa oleh penerjun payung dari TNI AU.

​“Tujuan utama kita adalah dampak jangka panjang. Bagaimana produk UMKM dan budaya kita semakin dikenal luas sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya

Agenda Lanjutan di Tahun 2026 di Buton Selatan akan ada Festival Teluk Lande

​Selain fokus pada Harmoni Sultra, Pemkab Busel juga tengah menyiapkan agenda besar lainnya, yaitu Festival Budaya di Kawasan Teluk Lande yang direncanakan pada Agustus 2026. Berkaca dari kesuksesan tahun lalu yang berhasil menarik wisatawan mancanegara, festival ini akan melibatkan partisipasi para pelaku usaha dan UMKM serta pelaku seni lokal untuk menyambut event ini agar berdampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar, Ujarnya.

Keseriusan Bupati Buton Selatan H Muhammad Adios dalam mempromosikan potensi wisatanya pun membuahkan hasil. Festival Teluk Lande kini resmi tercatat dalam Kalender Event Provinsi Sulawesi Tenggara. Pengakuan ini menegaskan posisi Buton Selatan sebagai salah satu titik destinasi strategis di Sulawesi Tenggara.

baca juga:

  1. Bupati Busel H Muh Adios Ungkap Nilai Utang Budi Pada Yayasan Sahabat Muadz Indonesia dalam….
  2. Dinas Pendidikan Buton Selatan Perkuat SDM Kepala Sekolah dan Guru Menuju Transformasi Pendidikan Lewat Pelatihan Pembelajaran Mendalam

​“Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal potensi di Teluk Lande memberikan manfaat nyata. Dengan persiapan yang matang, kami optimis Buton Selatan mampu tampil maksimal dan memperkuat citranya sebagai pusat wisata budaya dan ekonomi kreatif unggulan,” ucap Maderuddin.

​Melalui perpaduan keindahan alam Teluk Lande dan kekayaan tradisi lokal, Festival ini diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi pelancong nusantara maupun internasional di tahun 2026.(*)

Visited 13 times, 13 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *