Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 22 Juni 2026Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 22 Juni 2026

Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 22 Juni 2026
 

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 22 Juni 2026 Versi PDF
 

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 22 Juni 2026

01 8 02 8 03 8 04 8 05 9 06 8 07 8 08 8

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:

  1. Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 18 Juni 2026
  2. Koran Online Baubau Post Edisi 17 Juni 2026

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM  — Praktik Mandiri Bidan (PMB) Hafizah di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui layanan persalinan humanis, pendampingan intensif, serta kesiapsiagaan tenaga kesehatan selama 24 jam guna menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Baubau dan daerah kepulauan sekitarnya. “PMB Hafizah Baubau Kembangkan Layanan Persalinan Modern dan Berorientasi Pasien, Fasilitas Lengkap dan Siaga 24 Jam,”
PMB Hafizah Baubau Kembangkan Layanan Persalinan Modern dan Berorientasi Pasien, Fasilitas Lengkap dan Siaga 24 Jam
PMB Hafizah Baubau Kembangkan Layanan Persalinan Modern dan Berorientasi Pasien, Fasilitas Lengkap dan Siaga 24 Jam

Tingginya kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan tersebut terlihat dari banyaknya pasien yang datang tidak hanya dari Kota Baubau, tetapi juga dari Kabupaten Wakatobi, khususnya Kecamatan Kaledupa, serta Kabupaten Buton Selatan, termasuk wilayah Kadatua. Kepercayaan itu dibangun melalui pelayanan yang mengedepankan kenyamanan pasien sejak masa kehamilan hingga pascapersalinan.

Pemilik PMB Hafizah, Bdn Harafiah, S.ST., C.MSHT., C.BMHT, mengatakan pihaknya berupaya memberikan pelayanan yang lebih personal dibandingkan layanan kesehatan sejenis. “Kami berusaha memberikan pendampingan maksimal sejak masa kehamilan, proses persalinan, hingga masa nifas agar ibu dan bayi mendapatkan pelayanan yang aman dan nyaman,” ujarnya, Minggu (21/6).

Dalam setiap proses persalinan, PMB Hafizah menerapkan sistem pendampingan oleh tiga bidan sekaligus. Saat ini fasilitas tersebut didukung enam bidan, termasuk pemilik praktik, serta seorang dokter umum, dr. Aldino Siwa Putra. “Untuk pelayanan persalinan, kami melibatkan tiga bidan agar keselamatan dan kenyamanan ibu maupun bayi dapat terjaga secara optimal,” kata Harafiah.

1 6

Selain layanan persalinan 24 jam, PMB Hafizah juga menyediakan pemeriksaan kehamilan, pelayanan keluarga berencana (KB), pemeriksaan IVA dan IVA Test, tembak telinga, Baby Spa, serta pelayanan kesehatan umum. Seluruh layanan tersebut didukung dengan kelengkapan perizinan, mulai dari Surat Izin Praktik (SIP), Surat Tanda Registrasi (STR), hingga dokumen administrasi lain yang dipersyaratkan pemerintah.

2 5

PMB Hafizah juga memfasilitasi peserta BPJS Kesehatan untuk mengakses layanan persalinan, pemeriksaan kehamilan, dan KB. Tidak hanya itu, fasilitas kesehatan tersebut turut membantu pengurusan kepesertaan BPJS bagi bayi yang baru lahir dari orang tua yang telah terdaftar sebagai peserta. “Mayoritas masyarakat saat ini menggunakan BPJS Kesehatan sehingga kami berupaya membantu agar pelayanan kesehatan lebih mudah dijangkau,” ujar Harafiah.

Sebagai bentuk pelayanan berkelanjutan, PMB Hafizah melakukan pemantauan pascapersalinan melalui kunjungan rumah. Bahkan bagi pasien yang masih berdomisili di wilayah Kota Baubau, pihaknya turut membantu proses pengantaran pulang serta memberikan souvenir dan dokumentasi foto bayi sebagai kenang-kenangan bagi keluarga. “Kami ingin pasien merasa diperhatikan sejak datang hingga kembali ke rumah,” katanya.

Dari sisi fasilitas, PMB Hafizah menyediakan ruang persalinan yang nyaman dengan pendingin ruangan (AC), kamar mandi dalam, oksigen, alat sterilisator, serta peralatan medis yang memenuhi standar pelayanan kesehatan. Penguatan fasilitas ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi yang menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan nasional.

baca juga:

  1. Penguatan SDM dan Sarana Laboratorium Jadi Fokus Kunjungan Kepala BB Labkesmas …
  2. Klinik Estetika Tanpa Izin di Bali Ditutup, WNA Ikut Diperiksa

Secara historis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF selama dua dekade terakhir terus mendorong pendekatan respectful maternity care atau pelayanan persalinan yang menghormati martabat ibu. Di Indonesia, upaya penurunan angka kematian ibu juga menjadi agenda penting pemerintah sejak pelaksanaan target Millennium Development Goals (MDGs) hingga Sustainable Development Goals (SDGs). Kehadiran fasilitas kesehatan berbasis komunitas seperti PMB Hafizah dinilai berperan dalam memperluas akses layanan kesehatan maternal yang aman, berkualitas, dan mudah dijangkau masyarakat, terutama di wilayah kepulauan. (*)

 

Visited 21 times, 21 visit(s) today