BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM — SMA Negeri 1 Lapandewa, Kecamatan Lapandewa, menjadi lokasi penguatan pencegahan anemia dan stunting melalui Gerakan Cegah Stunting lewat Aksi Bergizi di Sekolah, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menggabungkan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta penandatanganan nota kesepahaman Gerakan Sekolah Sehat. “Stunting Lapandewa Masih 28,7 Persen, SMA Negeri 1 Lapandewa Perkuat Gerakan Cegah Stunting Sejak Usia Remaja,”

Pelaksanaan Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa ditandai dengan konsumsi TTD secara serentak oleh lima siswi bersama para siswa lainnya. Langkah tersebut diarahkan untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran remaja putri terhadap pentingnya pencegahan anemia sejak usia sekolah.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Sijatiku, SKM., M.Kes., mengatakan perhatian terhadap siswa SMA menjadi bagian penting dalam pencegahan masalah gizi jangka panjang. Berdasarkan data Sigizikesga/e-PPGBM dan data riil puskesmas hingga Juli 2026, angka stunting Kabupaten Buton Selatan mencapai 18,2 persen dan berada pada urutan ketiga tertinggi. Sementara itu, wilayah Puskesmas Lapandewa mencatat 28,7 persen atau tertinggi kedua setelah Puskesmas Batu Atas Barat.
“Remaja putri hari ini adalah calon ibu masa depan. Mencegah anemia sejak dini berarti menjaga kesehatan reproduksi sekaligus menekan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah maupun stunting,” kata Sijatiku.
Menurut Sijatiku, data stunting harus dibaca berdasarkan metode pengukurannya. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat prevalensi stunting sebesar 38,9 persen, tetapi angka tersebut tidak dapat dibandingkan langsung dengan data Sigizikesga/e-PPGBM karena terdapat perbedaan sumber, metode, dan waktu pengukuran.
Di SMA Negeri 1 Lapandewa, intervensi tidak hanya menyasar siswa. Pada rangkaian kegiatan yang sama, bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) diberikan kepada dua ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta tiga balita penderita stunting dan kurang gizi. Bantuan dari Pemerintah Pusat itu akan diantar langsung ke rumah penerima oleh petugas puskesmas.
Mewakili Bupati Buton Selatan, Asisten II Setda, Drs. La Safilin, M.Si., menegaskan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku sehat generasi muda. “Kesehatan adalah modal utama. Semoga ini bukan seremonial belaka, melainkan awal perubahan pola hidup sehat,” ujarnya. Ia mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan pemerintah desa berkolaborasi menurunkan angka stunting.
baca juga:
Wakil Ketua II DPRD Buton Selatan Hasrul Saadi Harap Firman Hamza Lanjutkan Sinergi DPRD dan Pemda …
Bupati Buton Selatan H Muh Adios Letakkan Batu Pertama KNMP di Tiga Desa Buton Selatan, Rantai Ekonomi Nelayan Diperkuat
Penempatan Aksi Bergizi di SMA Negeri 1 Lapandewa juga memperkuat pendekatan pencegahan yang dimulai sebelum seseorang memasuki fase kehamilan. Secara nasional dan global, pencegahan anemia pada remaja putri menjadi bagian dari upaya memperbaiki kesehatan ibu dan anak pada masa mendatang. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Buton Selatan, Kepala Kemenag Buton Selatan, Camat Lapandewa, Kapolsek, Kepala SMA Negeri 1 Lapandewa, para kepala desa, serta para siswa.(*)
baca berita lainnya:

Kegiatan itu menjadi bagian dari persiapan Pemkab Buton Selatan menghadapi Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa hari sebelumnya, Tim Monitoring dan Evaluasi Direktorat Pencegahan KPK telah mengunjungi pemerintah daerah tersebut untuk mengevaluasi kesiapan pelaksanaan SPI.
Kepala Inspektorat Buton Selatan Syamrisal Sariman mengatakan, SPI menilai sejumlah aspek penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari pengawasan dan kepegawaian hingga pelayanan publik melalui PTSP serta tata kelola keuangan. Karena itu, seluruh aparatur dan pemangku kepentingan diminta memperkuat kualitas pelayanan pemerintahan.
“SPI mencakup indikator pengawasan, kepegawaian, pelayanan publik melalui PTSP, serta tata kelola keuangan. Harapan kami, seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan pelayanan pemerintahan dan publik dengan sebaik-baiknya,” ujar Syamrisal.
Syamrisal mengatakan, materi gratifikasi, benturan kepentingan, dan suap dipilih karena ketiganya memiliki keterkaitan dengan potensi penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Untuk memperkuat pemahaman aparatur, Pemkab menggandeng Kajari Buton Sterry Fendy Andih, S.H., M.H., sebagai narasumber. Sekda La Ode Harwanto, S.Pd., M.Pd., serta seluruh kepala OPD dan jajaran aparatur turut hadir.
“Karena itulah kami menggandeng mitra pemerintah daerah, yaitu Kejaksaan, untuk memberikan pemahaman dan penguatan kepada seluruh jajaran pemda,” kata Syamrisal.

Upaya tersebut sejalan dengan perkembangan agenda antikorupsi nasional yang sejak berdirinya KPK pada 2002 semakin menempatkan pencegahan, pengawasan, dan integritas penyelenggara negara sebagai bagian penting tata kelola pemerintahan. Secara internasional, pemberantasan korupsi juga mendapat kerangka bersama melalui United Nations Convention against Corruption (UNCAC) yang diadopsi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2003, termasuk pengaturan mengenai pencegahan dan penguatan integritas sektor publik.
BACA JUGA:
- Tambang Diduga Ilegal di Lawela Disidak, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Minta Ditertibkan
- Sekwan Buton Selatan Berganti, Wakil Ketua II DPRD Hasrul Saadi Apresiasi Kinerja La Ode Nurunani, Firman Hamza Diminta Jaga Sinergi
Pemkab Buton Selatan dan Kejaksaan sebelumnya telah membangun sinergi dalam penguatan tata kelola serta pencegahan tindak pidana korupsi. Melalui sosialisasi tersebut, pemerintah daerah berharap peningkatan integritas aparatur berkontribusi terhadap pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. “Kita berharap, di Buton Selatan ini dapat benar-benar mencegah terjadinya pelanggaran tindak pidana korupsi, sehingga kepuasan masyarakat semakin meningkat,” tegas Syamrisal.(*)



