BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau menggelar Pasar Murah pada 13–17 Oktober 2026 untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kegiatan yang menyasar delapan kecamatan ini menyediakan beras dan cabai bersubsidi sebagai bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan inflasi daerah. “Baubau Gelar Pasar Murah Sasar Delapan Kecamatan hingga 17 Oktober , Beras dan Cabai Jadi Komoditas Utama,”

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Baubau, Suarmawati, S.Si., M.Si., mengatakan beras dan cabai menjadi komoditas yang mendapat perhatian karena turut memengaruhi inflasi. Penyediaan kedua komoditas tersebut diharapkan membantu warga memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari di tengah perubahan harga bahan pokok.
Pelayanan dilaksanakan secara bergiliran berdasarkan wilayah. Pada Selasa (13/10), Pasar Murah melayani masyarakat Kecamatan Batupoaro dan Sorawolio; Rabu (14/10) di Kecamatan Wolio; Kamis (15/10) di Kecamatan Kokalukuna dan Murhum; serta Jumat (16/10) di Kecamatan Betoambari, Bungi, dan Lea-lea.
Pemerintah juga membuka kesempatan berbelanja pada Sabtu (17/10) bagi warga yang belum sempat memanfaatkan pelayanan pada hari-hari sebelumnya. Pengaturan jadwal tersebut dimaksudkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan pangan bersubsidi sekaligus menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Suarmawati mengatakan penyelenggara turut memperhatikan kenyamanan warga agar proses berbelanja tidak terkendala antrean panjang. “Tidak ada sistem antrean yang terlalu panjang sehingga mereka merasa nyaman untuk datang berbelanja,” ujarnya.
Pasar Murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga pangan. Secara historis, Indonesia telah menjalankan kebijakan stabilisasi beras melalui pembentukan Badan Urusan Logistik (Bulog) pada 1967. Pada 1998, ketika krisis ekonomi menekan daya beli masyarakat dan harga beras melonjak, pemerintah juga menjalankan Operasi Pasar Khusus Beras yang kemudian berkaitan dengan program bantuan beras bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Dalam perkembangannya, operasi pasar dan pasar murah tetap menjadi instrumen kebijakan pangan nasional. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Februari 2022, misalnya, menjelaskan bahwa operasi pasar dan pasar murah dilakukan untuk menjaga pasokan, menstabilkan harga, serta membantu pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Di Baubau, pemerintah berharap kegiatan serupa dapat meringankan pengeluaran rumah tangga dan mendukung pengendalian inflasi daerah.
baca juga:
- Ritual Santiago Awali Hari Jadi Baubau, Penghormatan kepada Sultan Terus Dijaga, Sekda La Ode …
- Semarak Hari Jadi Kota Baubau ke 25, Wali Kota HYF Buka Turnamen Domino Berhadiah Rp30 Juta di Kawasan Kotamara
Masyarakat diimbau memperhatikan jadwal pelayanan sesuai kecamatan masing-masing. Melalui distribusi layanan secara bertahap, Pemerintah Kota Baubau berharap kesempatan memperoleh bahan pangan dengan harga bersubsidi dapat dimanfaatkan secara lebih merata.(*)
baca berita lainnya:

Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., mengatakan imbauan telah disampaikan melalui surat kepada para lurah agar diteruskan kepada warga di wilayah masing-masing. Pemerintah meminta setiap keluarga meningkatkan kewaspadaan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
“Kami dari pemerintah telah menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat. Kami juga telah menyurati para lurah agar menyampaikan kepada warganya bahwa dengan kondisi asap ini, setiap keluarga diharapkan menggunakan masker,” ujar Darussalam, Senin, 12 Oktober 2026
Selain penggunaan masker, warga diminta mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena aktivitas di luar ruangan dapat meningkatkan paparan asap. Masyarakat juga diharapkan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan kesehatan yang memburuk.
Hingga saat ini, pemerintah daerah belum memastikan sumber, penyebab, maupun perkiraan berakhirnya kabut asap. Karena itu, koordinasi dengan BMKG diperlukan untuk memperoleh informasi kondisi atmosfer dan pertimbangan penanganan sesuai perkembangan di lapangan.
“Kita belum mengetahui secara pasti asap ini berasal dari mana, apa sumber penyebabnya, dan sampai kapan akan berlangsung. Karena itu, kita perlu berkoordinasi dengan BMKG untuk mengetahui langkah-langkah yang harus diambil oleh pemerintah daerah,” kata Darussalam.
Di sisi lain, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau telah menyebarkan materi imbauan berbentuk selebaran digital melalui media sosial dan saluran komunikasi lainnya. Langkah tersebut ditujukan untuk memperluas jangkauan informasi mengenai pencegahan dampak kabut asap. Adapun kemungkinan meliburkan sekolah belum diputuskan karena pemerintah masih memerlukan kajian mengenai dampak paparan asap terhadap kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak, dengan melibatkan Dinas Kesehatan.
baca juga:
- Rangkaian Hari Jadi Baubau ke 25, Walikota H Yusran Fahim Buka Bakti Sosial di Kotamara, Dorong …
- Semarak Hari Jadi Kota Baubau ke 25, Wali Kota HYF Buka Turnamen Domino Berhadiah Rp30 Juta di Kawasan Kotamara
Kabut asap merupakan persoalan lingkungan yang berulang di Indonesia, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan terjadi pada musim kering. Dampaknya juga pernah meluas lintas negara di Asia Tenggara, termasuk dalam krisis asap 1997–1998. Pengalaman tersebut memperlihatkan pentingnya pemantauan kualitas udara, penyampaian informasi yang akurat, perlindungan kelompok rentan, serta koordinasi antarlembaga. Meski demikian, sumber kabut asap di Baubau saat ini belum dipastikan sehingga kaitannya dengan kebakaran hutan atau lahan tidak dapat disimpulkan sebelum tersedia data pendukung.(*)



