SMI Komda Sultra Raih 8 Medali di Kejurnas dan Jambore Nasional di Cibubur, Atlet Baubau Sabet Emas dan Gelar Atlet TerbaikSMI Komda Sultra Raih 8 Medali di Kejurnas dan Jambore Nasional di Cibubur, Atlet Baubau Sabet Emas dan Gelar Atlet Terbaik

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Tim Satria Muda Indonesia (SMI) Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Jambore Nasional SMI yang berlangsung di Cibubur, Jakarta, pada 14–18 Oktober 2026. “SMI Komda Sultra Raih 8 Medali di Kejurnas dan Jambore Nasional di Cibubur, Atlet Baubau Sabet Emas dan Gelar Atlet Terbaik,”

SMI Komda Sultra Raih 8 Medali di Kejurnas dan Jambore Nasional di Cibubur, Atlet Baubau Sabet Emas dan Gelar Atlet Terbaik
SMI Komda Sultra Raih 8 Medali di Kejurnas dan Jambore Nasional di Cibubur, Atlet Baubau Sabet Emas dan Gelar Atlet Terbaik

Dalam ajang tersebut, SMI Komda Sultra menurunkan 20 atlet dan berhasil membawa pulang delapan medali, terdiri atas tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu. Selain itu, atlet asal Kota Baubau, Marhamdan, berhasil meraih penghargaan sebagai Atlet Terbaik Putra.

Pelatih SMI Komda Sultra, Djamal, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para atlet, kedisiplinan dalam menjalani latihan, serta dukungan berbagai pihak yang turut membantu keberangkatan tim ke Jakarta.

Adapun delapan atlet SMI Komda Sultra yang berhasil meraih medali, yakni:

1. Muh Wildan – Medali emas, Kota Baubau.
2. Arif Samaul – Medali emas, Kota Baubau.
3. Marhamdan – Medali emas dan Atlet Terbaik Putra, Kota Baubau.
4. Bripda Muh Crisna Aswan – Medali perak, Kota Kendari.
5. Reynaldi – Medali perak, Kolaka Utara.
6. Bayu Asmara – Medali perunggu, Kolaka Utara.
7. Okta Isabela – Medali perunggu, Kolaka Utara.
8. Pipin Darusman – Medali perunggu, Kota Kendari.

Djamal mengungkapkan, keberhasilan tim tidak terlepas dari persiapan dan disiplin latihan yang dijalani para atlet sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Komda SMI Sultra, Ir. Syaifulla Halik, serta Ketua Harian, Burhan Potawari, atas dukungan dan motivasi yang diberikan sehingga tim dapat berangkat ke Jakarta pada 10 Oktober 2026.

“Prestasi ini tidak lepas dari kerja keras dan disiplin latihan para atlet, serta dukungan Ketua Komda dan Ketua Harian yang telah memberikan support sehingga tim SMI Komda Sultra bisa berangkat ke Jakarta,” ujar Djamal.

Menurutnya, perolehan delapan medali dan penghargaan Atlet Terbaik Putra menjadi motivasi bagi seluruh atlet dan jajaran pelatih untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Lanjut Djamal menegaskan, SMI Komda Sultra tidak ingin berpuas diri dengan hasil yang diraih pada Kejurnas dan Jambore Nasional 2026. Pihaknya telah menetapkan target yang lebih tinggi untuk menghadapi Kejurnas SMI tahun 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Bali.

Pada kejuaraan mendatang, SMI Komda Sultra menargetkan mampu meraih gelar juara umum.

Target tersebut akan menjadi motivasi bagi para atlet dan pelatih untuk meningkatkan intensitas latihan, memperkuat kedisiplinan, serta memaksimalkan persiapan sejak dini.

Keberhasilan atlet-atlet asal Baubau yang menyumbangkan tiga medali emas sekaligus gelar Atlet Terbaik Putra juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat generasi muda Sulawesi Tenggara untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui olahraga bela diri.

Dengan evaluasi dan pembinaan yang berkelanjutan, SMI Komda Sultra optimistis dapat tampil lebih kompetitif dan mewujudkan target juara umum pada Kejurnas 2027 di Bali.

Berdasarkan rekapitulasi perolehan medali antar kontingen, peringkat pertama ditepati Sumatera Barat dengan raihan tujuh emas, dua perak, dan lima perunggu, atau total 14 medali. Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan enam emas dan tujuh perunggu, sedangkan Bali berada di peringkat ketiga dengan lima emas, empat perak, dan empat perunggu.

Sementara itu Sulawesi Tenggara berhasil mengumpulkan delapan medali, terdiri atas tiga medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu. Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tenggara di peringkat ketujuh dalam klasemen perolehan medali.

baca juga:

  1. Sukses Dilaksanakan, Job Fair Baubau Catat 528 Pengunjung, Sebanyak 737 Lowongan Kerja ….
  2. Baubau Expo 2026 Ditutup Meriah, Transaksi UMKM Tembus Rp816 Juta, Kotamara Dipadati Ribuan Pengunjung

Posisi peraihan mendali Sulawesi Tenggara berada di atas Sulawesi Tengah yang menempati peringkat kedelapan dengan total delapan medali, terdiri atas tiga emas, satu perak, dan empat perunggu.(*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM  — Baubau Expo dan Pameran UMKM 2026 mencatatkan perputaran transaksi sekitar Rp816 juta sejak dibuka pada 13 Oktober hingga penutupan rangkaian kegiatan pada 17 Oktober 2026. Capaian tersebut mewarnai puncak peringatan Hari Jadi ke-485 Kota Baubau dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom yang berlangsung di kawasan Kotamara, Sabtu (17/10/2026). “Baubau Expo 2026 Ditutup Raup Transaksi Rp816 Juta, Ribuan Warga Padati Kawasan Kotamara,”

Baubau Expo 2026 Ditutup Raup Transaksi Rp816 Juta, Ribuan Warga Padati Kawasan Kotamara
Baubau Expo 2026 Ditutup Raup Transaksi Rp816 Juta, Ribuan Warga Padati Kawasan Kotamara

Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., mengatakan, peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum mengevaluasi perjalanan pembangunan daerah dan memperkuat komitmen untuk menghadapi tantangan ke depan. Ia menyebut seperempat abad sebagai daerah otonom menjadi bagian penting dari perjalanan Kota Baubau menuju daerah yang mandiri dan berdaya saing.

“Peringatan Hari Jadi dan HUT Kota Baubau kali ini kita bingkai dengan tema ‘Kota Baubau: Bangkit, Berbudaya, dan Sejahtera’,” kata Yusran dalam sambutannya pada malam ramah tamah di Kotamara.

Menurut dia, tema tersebut mengandung pesan agar masyarakat dan pemerintah terus bergerak maju tanpa meninggalkan adat istiadat serta nilai-nilai luhur budaya Buton. Pembangunan, kata dia, perlu berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi yang menjadi identitas masyarakat setempat.

Dari sisi ekonomi, Baubau Expo menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Baubau memandang kegiatan semacam ini sebagai salah satu sarana untuk memperluas pemasaran produk lokal dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.

Yusran mengatakan, capaian transaksi selama pameran menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tumbuh di tengah perayaan hari jadi. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus memberi ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom juga diisi berbagai kegiatan kebudayaan dan olahraga tradisional. Agenda tersebut meliputi lomba perahu hias, dayung koli-koli, Karnaval Budaya, Ritual Santiago, Tuturangiana Batuwampone, dan Haroana Andala. Berbagai kegiatan itu menjadi bagian dari upaya menjaga warisan leluhur dan identitas budaya masyarakat Wolio.

Puncak perayaan ditandai dengan malam ramah tamah yang berlangsung meriah. Penyanyi asal Maluku, Mitha Talahatu, bersama sejumlah artis lainnya tampil menghibur warga. Ribuan masyarakat memadati kawasan Kotamara untuk menyaksikan pertunjukan sekaligus mengikuti penutupan rangkaian Baubau Expo 2026.

Acara tersebut dihadiri anggota DPR RI H. Ali Mazi, S.H.; perwakilan Gubernur Sulawesi Tenggara, La Ode Fasikin, S.Pi., M.Si., selaku Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik; Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H.; Bupati Buton Selatan H. Muh. Adios; Wakil Wali Kota Baubau Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc.; Ketua DPRD Kota Baubau Ardin Jufri, S.T., M.Si.; Sekda Kota Baubau La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si.; serta Wakil Ketua DPRD Kota Baubau Natas Aryu Prawira Tamim, S.M., M.M., dan Adriansyah Farmin, S.T. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Baubau dan tamu undangan lainnya.

Secara historis, peringatan tahun ini menggabungkan dua tonggak berbeda, yakni Hari Jadi Baubau ke-485 dan 25 tahun perjalanan sebagai daerah otonom. Kedua penanda tersebut mencerminkan dimensi sejarah dan administrasi pemerintahan yang berbeda: perjalanan panjang kota dalam tradisi sejarah Buton serta perkembangan penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam kerangka otonomi.

Dalam konteks yang lebih luas, pengembangan UMKM juga menjadi bagian penting pembangunan ekonomi Indonesia. Usaha mikro, kecil, dan menengah berperan dalam kegiatan produksi, perdagangan, dan penyerapan tenaga kerja. Di tingkat internasional, penguatan usaha kecil turut menjadi perhatian dalam agenda pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa, terutama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Dalam konteks Baubau, pameran UMKM dapat menjadi salah satu instrumen promosi produk lokal, meskipun dampak jangka panjangnya perlu diukur melalui perkembangan penjualan, jangkauan pasar, dan keberlanjutan usaha setelah kegiatan berakhir.

baca juga:

  1. Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, Wali Kota Yusran Fahim Siapkan 10 Proyek …
  2. 46 Pendayung dan 25 Perahu Hias Sukses Meriahkan HUT Baubau ke-485, Tradisi Bahari Jadi Kebanggan dan Curi Daya Tarik Warga

Dengan berakhirnya rangkaian perayaan pada 17 Oktober, pemerintah daerah diharapkan dapat menjadikan capaian ekonomi dan partisipasi masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya. Tantangan selanjutnya ialah memastikan manfaat promosi dan transaksi selama pameran dapat berlanjut menjadi peningkatan kapasitas usaha serta perluasan pasar bagi UMKM lokal.(*)

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *