Lindungi Kesehatan Siswa, Baubau Terapkan Pembelajaran Daring akibat Kabut Asap, Kualitas Udara DievaluasiLindungi Kesehatan Siswa, Baubau Terapkan Pembelajaran Daring akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Dievaluasi

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) menyusul memburuknya kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Kebijakan ini ditempuh untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan pada peserta didik sembari menunggu kualitas udara kembali aman. “Lindungi Kesehatan Siswa, Baubau Terapkan Pembelajaran Daring akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Dievaluasi,”

Lindungi Kesehatan Siswa, Baubau Terapkan Pembelajaran Daring akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Dievaluasi
Lindungi Kesehatan Siswa, Baubau Terapkan Pembelajaran Daring akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Dievaluasi

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Baubau, La Mane, mengatakan keputusan itu diambil berdasarkan pemantauan bersama Dinas Kesehatan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi kabut asap sempat memburuk pada 18 Oktober 2026 sehingga diperlukan langkah antisipasi untuk melindungi siswa.

“Sebelumnya pada tanggal 18 Oktober, kondisi kabut asap di Kota Baubau sempat memburuk. Oleh karena itu, langkah antisipatif yang kami lakukan adalah meliburkan sementara peserta didik tingkat SD dan SMP agar tetap aman,” ujar La Mane kepada Baubau Post, Selasa (20/10/2026).

Meski pembelajaran tatap muka dihentikan sementara, kegiatan pendidikan tidak sepenuhnya diliburkan. Siswa tetap mengikuti pembelajaran secara dalam jaringan (daring), sedangkan tenaga pendidik tetap hadir di sekolah dan diharapkan memantau perkembangan belajar peserta didik dari rumah.

La Mane mengatakan, pemerintah belum menetapkan batas waktu berakhirnya kebijakan tersebut. Pembelajaran tatap muka akan kembali diberlakukan setelah Dinas Kesehatan dan BMKG menyatakan kualitas udara telah membaik dan aman bagi kesehatan.

Langkah pencegahan ini sejalan dengan perhatian dunia terhadap dampak polusi udara bagi anak-anak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, pada 2019, sekitar 99 persen penduduk dunia tinggal di wilayah yang kualitas udaranya tidak memenuhi pedoman kualitas udara WHO. Polusi udara juga menjadi salah satu risiko lingkungan terbesar bagi kesehatan anak.

Pengalaman Indonesia pada 2019 juga menunjukkan dampak kabut asap terhadap pendidikan. Kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan menyebabkan penutupan sekolah akibat kualitas udara yang membahayakan kesehatan. Di tingkat regional, kabut asap lintas negara turut menjadi persoalan berulang di Asia Tenggara.

baca juga:

  1. Baubau Expo 2026 Ditutup Raup Transaksi Rp816 Juta, Ribuan Warga Padati Kawasan Kotamara …
  2. Dua Pria Diamankan di Baubau, 13 Sachet Diduga Sabu Ditemukan di Kamar Mandi

Dengan demikian, pemulihan kualitas udara menjadi faktor utama penentuan jadwal pembelajaran tatap muka di Baubau. Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemantauan instansi terkait sebelum memastikan siswa dapat kembali belajar di sekolah. (*)

baca berita lainnya:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Tim Satria Muda Indonesia (SMI) Komisariat Daerah (Komda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan Jambore Nasional SMI yang berlangsung di Cibubur, Jakarta, pada 14–18 Oktober 2026. “SMI Komda Sultra Raih 8 Medali di Kejurnas dan Jambore Nasional di Cibubur, Atlet Baubau Sabet Emas dan Gelar Atlet Terbaik,”

SMI Komda Sultra Raih 8 Medali di Kejurnas dan Jambore Nasional di Cibubur, Atlet Baubau Sabet Emas dan Gelar Atlet Terbaik
SMI Komda Sultra Raih 8 Medali di Kejurnas dan Jambore Nasional di Cibubur, Atlet Baubau Sabet Emas dan Gelar Atlet Terbaik

Dalam ajang tersebut, SMI Komda Sultra menurunkan 20 atlet dan berhasil membawa pulang delapan medali, terdiri atas tiga emas, dua perak, dan tiga perunggu. Selain itu, atlet asal Kota Baubau, Marhamdan, berhasil meraih penghargaan sebagai Atlet Terbaik Putra.

Pelatih SMI Komda Sultra, Djamal, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para atlet, kedisiplinan dalam menjalani latihan, serta dukungan berbagai pihak yang turut membantu keberangkatan tim ke Jakarta.

Adapun delapan atlet SMI Komda Sultra yang berhasil meraih medali, yakni:

1. Muh Wildan – Medali emas, Kota Baubau.
2. Arif Samaul – Medali emas, Kota Baubau.
3. Marhamdan – Medali emas dan Atlet Terbaik Putra, Kota Baubau.
4. Bripda Muh Crisna Aswan – Medali perak, Kota Kendari.
5. Reynaldi – Medali perak, Kolaka Utara.
6. Bayu Asmara – Medali perunggu, Kolaka Utara.
7. Okta Isabela – Medali perunggu, Kolaka Utara.
8. Pipin Darusman – Medali perunggu, Kota Kendari.

Djamal mengungkapkan, keberhasilan tim tidak terlepas dari persiapan dan disiplin latihan yang dijalani para atlet sebelum mengikuti kompetisi tingkat nasional tersebut.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Komda SMI Sultra, Ir. Syaifulla Halik, serta Ketua Harian, Burhan Potawari, atas dukungan dan motivasi yang diberikan sehingga tim dapat berangkat ke Jakarta pada 10 Oktober 2026.

“Prestasi ini tidak lepas dari kerja keras dan disiplin latihan para atlet, serta dukungan Ketua Komda dan Ketua Harian yang telah memberikan support sehingga tim SMI Komda Sultra bisa berangkat ke Jakarta,” ujar Djamal.

Menurutnya, perolehan delapan medali dan penghargaan Atlet Terbaik Putra menjadi motivasi bagi seluruh atlet dan jajaran pelatih untuk meningkatkan kualitas pembinaan serta mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.

Lanjut Djamal menegaskan, SMI Komda Sultra tidak ingin berpuas diri dengan hasil yang diraih pada Kejurnas dan Jambore Nasional 2026. Pihaknya telah menetapkan target yang lebih tinggi untuk menghadapi Kejurnas SMI tahun 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Bali.

Pada kejuaraan mendatang, SMI Komda Sultra menargetkan mampu meraih gelar juara umum.

Target tersebut akan menjadi motivasi bagi para atlet dan pelatih untuk meningkatkan intensitas latihan, memperkuat kedisiplinan, serta memaksimalkan persiapan sejak dini.

Keberhasilan atlet-atlet asal Baubau yang menyumbangkan tiga medali emas sekaligus gelar Atlet Terbaik Putra juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. Prestasi ini diharapkan dapat memacu semangat generasi muda Sulawesi Tenggara untuk terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi melalui olahraga bela diri.

Dengan evaluasi dan pembinaan yang berkelanjutan, SMI Komda Sultra optimistis dapat tampil lebih kompetitif dan mewujudkan target juara umum pada Kejurnas 2027 di Bali.

Berdasarkan rekapitulasi perolehan medali antar kontingen, peringkat pertama ditepati Sumatera Barat dengan raihan tujuh emas, dua perak, dan lima perunggu, atau total 14 medali. Peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan enam emas dan tujuh perunggu, sedangkan Bali berada di peringkat ketiga dengan lima emas, empat perak, dan empat perunggu.

Sementara itu Sulawesi Tenggara berhasil mengumpulkan delapan medali, terdiri atas tiga medali emas, dua medali perak, dan tiga medali perunggu. Capaian tersebut menempatkan Sulawesi Tenggara di peringkat ketujuh dalam klasemen perolehan medali.

baca juga:

  1. Sukses Dilaksanakan, Job Fair Baubau Catat 528 Pengunjung, Sebanyak 737 Lowongan Kerja ….
  2. Baubau Expo 2026 Ditutup Meriah, Transaksi UMKM Tembus Rp816 Juta, Kotamara Dipadati Ribuan Pengunjung

Posisi peraihan mendali Sulawesi Tenggara berada di atas Sulawesi Tengah yang menempati peringkat kedelapan dengan total delapan medali, terdiri atas tiga emas, satu perak, dan empat perunggu.(*)

 

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *