Peliput: Zul

BAUBAU, BP – Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Kota Baubau mengelar festival Klinik Layanan Informasi dan Konsultasi Kepala Keluarga (KLIK PEKKA) di Gedung Maedani, Kamis (20/12). Walikota Baubau Dr HAS Tamrin MH berharap kegiatan ini lebih mengedepankan penguatan kelembagaan Serikat PEKKA.

“Jadi jangan hanya sekedar seremonial saja,” ungkapnya dalam sambutannya pada kegiatan bertemakan “Kepemimpinan Perempuan Untuk Layanan Dasar dan Perlindungan Sosial Berkualitas” ini.

Walikota mengajak agar Serikat PEKKA dapat berkolaborasi dan berinovasi bersama stakeholder di daerah, dalam rangka mengembangkan berbagai program perlindungan sosial dan layanan dasar bagi masyarakat. Sehingga diperlukan langkah strategis dalam perumusan kebijakan pengembangan perlindungan sosial dan layanan dasar masyarakat.

“Sehingga dapat mewujudkan masyarakat Kota Baubau yang maju, sejahtera dan berbudaya,” harapnya.
Sambutan Serikat PEKKA yang dibawakan Rosnani, menjelaskan PEKKA masuk di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun 2002 yang berada di Kabupaten Buton dan tersebar di tiga kecamatan.

“Kecamatan Batauga, Kecamatan Pasarwajo dan Kecamatan Mawasangka,” ungkapnya.

Lanjutnya, pada tahun 2013 Serikat PEKKA Sultra melebarkan sayapnya hingga ke wilayah Kabupaten Muna dan Kota Baubau. Di Kota Baubau terdapat di tiga kecamatan dan perkembangannya masih cukup lambat.

“Masuk di Kota Baubau pada tahun 2013 dan mengembangkan di Kecamatan Betoambari, Kecamatan Bungi dan terbentuk enam kelompok,” jelasnya.

Ditambahkan, hingga pada bulan Juli 2016 Serikat PEKKA mendeklarasikan diri sebagai sebuah organisasi massa dengan nama Serikat PEKKA Baubau yang dikukuhkan oleh Wakil Walikota Baubau H Wa Ode Maasra Manarfa.

“Pada tahun 2018 serikat PEKKA Kota Baubau telah ada di enam kecamatan dan 23 kelurahan, terbentuk 32 kelompok Serikat PEKKA dengan anggota sebanyak 734 orang,” urainya. (#)

Visited 1 times, 1 visit(s) today