BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM – Transformasi sistem evaluasi pendidikan dasar kembali bergulir. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Masiri, Kabupaten Buton Selatan, melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) berbasis full online yang diikuti 53 siswa kelas VI, sebagai bagian dari kebijakan baru evaluasi pendidikan nasional tahun 2026. “SDN 1 Masiri Buton Selatan Sukses Gelar TKA Online, 53 Siswa Ikuti Ujian Perdana Dibagi Tiga Sesi,”

Pelaksanaan ujian yang berlangsung selama dua hari itu difokuskan pada dua mata pelajaran utama, yakni Bahasa Indonesia dan Matematika. TKA menjadi format evaluasi terbaru yang menggantikan pendekatan sebelumnya, dengan penekanan pada pengukuran kemampuan akademik siswa secara lebih terstandar.
Kepala SDN 1 Masiri, Jalaluddin, SPd menyatakan bahwa seluruh proses ujian berjalan lancar meskipun berbasis digital penuh. “Kami memastikan semua berjalan sesuai rencana, mulai dari kesiapan jaringan hingga perangkat yang digunakan siswa,” ujarnya, Senin 20 April 2026
Untuk mengatasi keterbatasan fasilitas Chrombook dan Laptop, sekolah membagi pelaksanaan ujian menjadi tiga sesi. Setiap sesi diikuti sekitar 18 siswa, sehingga seluruh peserta tetap dapat mengikuti ujian tanpa hambatan berarti.
Menurut Jalaluddin, strategi pembagian sesi tersebut menjadi solusi efektif dalam kondisi keterbatasan perangkat. “Perangkat kami memang terbatas yaitu saat ini kami punya 13 chrombook dan 5 buah laptop, sehingga harus dibagi dalam tiga sesi agar semua siswa terakomodasi,” katanya.
Berbeda dari pola lama, hasil TKA tidak langsung dapat diakses oleh sekolah maupun siswa. Seluruh nilai akan diproses secara terpusat oleh Kementerian Pendidikan dan diumumkan kemudian. Sistem ini dinilai meningkatkan objektivitas dan transparansi hasil ujian.

Sejak awal, lanjutnya, pihak sekolah telah memprioritaskan kesiapan teknis sebagai kunci utama. Jaringan internet dengan kecepatan sekitar 50 Mbps disiapkan guna mendukung pelaksanaan ujian berbasis daring secara penuh.
Selain itu, perangkat yang digunakan meliputi Chromebook dan laptop. Penggunaan Chromebook dinilai lebih efisien karena telah terintegrasi dengan sistem ujian. “Kalau Chromebook, exam browser sudah tersedia otomatis, sedangkan laptop harus diinstal manual,” jelas Jalaluddin.
Persiapan pelaksanaan TKA sendiri, kata Jalaluddin, telah dimulai sejak Februari 2026 melalui berbagai tahapan, mulai dari simulasi, uji coba, hingga geladi bersih. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kendala teknis saat hari pelaksanaan.
Dalam aspek akademik, lanjutnya, siswa juga dibekali latihan soal secara intensif oleh guru kelas VI. Sekolah bahkan menyediakan buku khusus sebagai bahan latihan guna membantu siswa memahami pola soal yang diujikan.
Selain itu, kata jalaluddin, keterlibatan orang tua turut menjadi bagian penting dalam proses persiapan. Meski TKA bersifat tidak wajib secara formal, seluruh siswa SDN 1 Masiri tetap mengikuti ujian tersebut. “Memang tidak wajib, tetapi dianjurkan, dan semua siswa kami ikut,” ujar Jalaluddin.
Meskipun demikian jalaluddin menjelaskan ad sejumlah kendala yang sempat muncul pada tahap awal, terutama terkait instalasi aplikasi ujian dan persetujuan sistem pada perangkat. Selain itu, potensi gangguan jaringan dan listrik juga menjadi perhatian selama pelaksanaan TKA.

“Meski demikian, kondisi pada hari pelaksanaan dinilai cukup stabil. Peran proktor dan teknisi menjadi krusial dalam memastikan kelancaran setiap sesi ujian,” tuturnya.
Secara historis, transformasi sistem ujian berbasis digital di Indonesia telah dimulai sejak diperkenalkannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 2015, yang kemudian berkembang menjadi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada 2021. TKA hadir sebagai bentuk penyempurnaan evaluasi dengan fokus pada kompetensi akademik inti siswa.
Secara global, tren digitalisasi evaluasi pendidikan juga telah lebih dahulu diterapkan di berbagai negara maju seperti Finlandia dan Korea Selatan, yang mengintegrasikan teknologi dalam sistem penilaian untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi hasil belajar.
baca juga:
- Tagana Edukasi Mitigasi Bencana ke Siswa di Baubau Lewat Program TMS
- Kemenag Buton Selatan Apresiasi Program Pembinaan Imam dan Da’i Berbasis Sanad Yang Dilakukan Pemda Busel dan Yayasan Muadz Kendari
Dengan penerapan TKA berbasis online, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai capaian akademik siswa sejak jenjang dasar, sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di sektor pendidikan.
Pelaksanaan TKA di SDN 1 Masiri Buton Selatan menjadi salah satu contoh implementasi kebijakan tersebut di daerah, yang menunjukkan kesiapan sekolah dalam beradaptasi dengan sistem evaluasi berbasis teknologi.(*)
baca berita lainnya:
Mahasiswa Antusias Ikuti Ujian Proposal Skripsi, STAI YPIQ Baubau Tegaskan Komitmen Mutu Akademik
BAUBAU, BAUBAUPOST.COM— STAI YPIQ Baubau kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan tinggi melalui pelaksanaan ujian proposal skripsi yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi, sebagai tahapan awal menuju penyusunan karya ilmiah. “Mahasiswa Antusias Ikuti Ujian Proposal Skripsi, STAI YPIQ Baubau Tegaskan Komitmen Mutu Akademik,”

Kegiatan akademik tersebut berlangsung di kampus yang berlokasi di Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Baubau, dengan suasana tertib dan kondusif selama tiga hari, yakni 9 hingga 11 Maret 2026.
Ujian proposal skripsi ini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan tinggi, karena berfungsi sebagai mekanisme evaluasi awal terhadap rencana penelitian mahasiswa sebelum memasuki tahap pengumpulan data dan penulisan skripsi secara utuh.
Secara historis, model ujian proposal telah lama menjadi tradisi akademik di berbagai perguruan tinggi, baik di Indonesia maupun internasional. Di Indonesia, sistem ini berkembang pesat sejak era reformasi pendidikan tinggi pada awal 2000-an yang menekankan penjaminan mutu. Sementara secara global, praktik serupa telah diterapkan di universitas-universitas di Amerika Serikat dan Inggris sebagai bagian dari standar penelitian ilmiah.
Ketua Panitia Ujian Proposal, Anarida, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menguji kesiapan mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran akademik yang penting.
“Ujian proposal ini merupakan tahapan penting yang harus dilalui mahasiswa sebelum menyusun skripsi secara menyeluruh,” ujar Anarida saat ditemui awak media, Jumat (10/4/2026).
Menurut dia, proses ujian berlangsung secara interaktif. Mahasiswa mempresentasikan latar belakang, rumusan masalah, tujuan, hingga metode penelitian di hadapan dosen penguji yang kemudian memberikan masukan konstruktif.
“Diskusi yang terjadi dalam ujian membantu mahasiswa menyempurnakan rancangan penelitian agar lebih terarah dan sistematis,” katanya.
Sejak pagi hari, suasana kampus tampak dipadati mahasiswa yang mengenakan pakaian formal hitam putih. Mereka menunggu giliran dengan penuh kesiapan dan kepercayaan diri untuk memasuki ruang ujian.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga program studi, yakni Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), dan Pendidikan Agama Islam (PAI), yang seluruhnya berada di bawah naungan STAI YPIQ Baubau.
Dalam pelaksanaannya, panitia menerapkan penjadwalan yang terstruktur serta koordinasi yang matang sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Satu per satu mahasiswa memasuki ruang sidang untuk memaparkan proposal penelitian di hadapan dosen penguji,” tambah Anarida.
Ia juga menegaskan bahwa komitmen kampus terhadap peningkatan mutu akademik dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai tahapan evaluasi, termasuk ujian proposal skripsi.
“Melalui proses ini, kami berharap mahasiswa mampu menghasilkan penelitian yang matang, berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ujian proposal skripsi juga memiliki peran strategis dalam membentuk kemampuan berpikir kritis mahasiswa, menyusun argumen ilmiah, serta mempertanggungjawabkan ide penelitian secara akademik.
Masukan dari dosen penguji menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memperbaiki dan menyempurnakan proposal sebelum memasuki tahap penelitian lapangan.
baca juga:
- Investasi Pendidikan, Gubernur Sultra ASR Dorong Peningkatan SDM di Buton Tengah
- Pemerintah Batalkan Sekolah Daring April 2026, Tatap Muka Tetap Jalan
Selain itu, kegiatan ini turut melatih keberanian mahasiswa dalam menyampaikan gagasan secara sistematis dan logis di forum akademik, yang menjadi salah satu kompetensi penting lulusan perguruan tinggi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, STAI YPIQ Baubau menunjukkan konsistensinya dalam menciptakan lingkungan akademik yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan keilmuan Islam.
Upaya tersebut sejalan dengan kebijakan nasional pendidikan tinggi di Indonesia yang terus mendorong peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah sebagai indikator utama daya saing lulusan di tingkat global.(*)



