Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 27 April 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 27 April 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 27 April 2026

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya
Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 23 April 2026
Koran Online Baubau Post Edisi 21 April 2026
Baca berita lainnya:
SULTRA, BAUBAUPOST.COM – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara berlangsung semarak melalui berbagai kegiatan yang dipusatkan di Pulau Bokori, Sabtu (25/4/2026). Festival kuliner berbasis syariah menjadi salah satu agenda utama yang menarik perhatian masyarakat dan pelaku usaha. “Bupati Buton Selatan H Muh Adios Sebut Festival Kuliner Momentum Promosi Daerah, Pulau Bokori Jadi Pusat Festival Kuliner HUT ke-62 Sultra 2026,”

Festival tersebut menjadi bagian dari rangkaian Harmoni Sultra 2026 yang bertujuan memperkuat sektor ekonomi kreatif, khususnya UMKM berbasis kuliner halal, sekaligus mendorong digitalisasi sistem pembayaran di wilayah timur Indonesia.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, secara resmi membuka kegiatan Halal Cooking Competition yang merupakan bagian dari Festival Syariah Kawasan Timur Indonesia 2026.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang lomba, tetapi menjadi sarana edukasi dan penguatan ekonomi syariah yang berkelanjutan,” ujar Gubernur dalam sambutannya.
Kompetisi memasak tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, mulai dari Tim Penggerak PKK se-Sultra, pelajar, hingga profesional kuliner. Kegiatan ini digagas oleh Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah.
Kehadiran chef nasional, Juna Rorimpandey, sebagai juri utama turut menambah daya tarik acara. Ia menilai peserta berdasarkan aspek cita rasa, kreativitas, serta teknik penyajian.
“Saya melihat potensi kuliner lokal Sultra sangat besar untuk dikembangkan ke tingkat nasional bahkan internasional,” kata Chef Juna saat memberikan penilaian.
Selain menjadi juri, Chef Juna juga menampilkan demonstrasi memasak yang disambut antusias oleh pengunjung yang memadati kawasan wisata tersebut.
Bupati Buton Selatan, H. Muhammad Adios, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan UMKM dan sektor pariwisata.

“Kegiatan ini sangat positif karena membuka ruang promosi bagi produk lokal dan memperkuat sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Buton Selatan siap bersinergi dengan pemerintah provinsi untuk meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menembus pasar yang lebih luas.
Momentum festival ini juga dimanfaatkan untuk memperluas jejaring antar pelaku usaha serta memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.
Dalam rangkaian kegiatan, Gubernur bersama jajaran pejabat dan TP PKK Provinsi Sultra melakukan penanaman pohon bintaro di kawasan Pulau Bokori sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Selain itu, pelepasan perahu nelayan yang mengelilingi Pulau Bokori menjadi simbol kemeriahan perayaan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara yang melibatkan masyarakat pesisir.
Atraksi flying board turut memeriahkan suasana dan menjadi daya tarik wisata bahari yang memperkuat citra Pulau Bokori sebagai destinasi unggulan di Sulawesi Tenggara.
baca juga:
Hadiri HUT ke-62 Sultra, Sekda Buton Selatan La Ode Harwanto Tegaskan Komitmen Sinergi…
Bupati H Muh Adios Pimpin Kontingen Buton Selatan Semarakkan HUT Sultra ke 62 dengan Nuansa Budaya Khas Sekaligus Jadi Ajang Promosi
Secara historis, pengembangan ekonomi berbasis syariah di Indonesia mulai mendapat perhatian serius sejak berdirinya Bank Muamalat Indonesia pada 1991, yang menjadi tonggak awal pertumbuhan industri keuangan syariah nasional.
Di tingkat global, industri halal terus berkembang pesat dengan nilai ekonomi mencapai triliunan dolar, mencakup sektor makanan, pariwisata, hingga keuangan, yang menjadikan festival seperti ini relevan dalam konteks persaingan internasional.
Sementara itu, Pulau Bokori sendiri telah lama dikenal sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tenggara setelah direvitalisasi pemerintah daerah pada dekade 2010-an untuk mendukung sektor pariwisata bahari.
Dengan berbagai rangkaian kegiatan tersebut, perayaan HUT ke-62 Sulawesi Tenggara tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis potensi lokal dan kearifan budaya.(*)


