Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 23 April 2026
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 23 April 2026 Versi PDF
baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 23 April 2026


baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:
baca berita lainnya:

Kepala Kemenag Buton Selatan, H. Khalifah, menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen menjalankan kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah pusat tanpa membuat program di luar kerangka tersebut. Fokus utama diarahkan pada pelaksanaan delapan program prioritas Kementerian Agama di tingkat daerah.
Menurut Khalifah, salah satu aspek penting yang menjadi perhatian adalah peningkatan kerukunan umat beragama di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya sikap saling menghargai dalam menyikapi perbedaan praktik ibadah yang selama ini kerap menjadi perdebatan.
Ia mencontohkan perbedaan penggunaan qunut dalam salat Subuh maupun tradisi tahlilan yang seharusnya tidak menjadi sumber konflik. Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mempermasalahkan hal-hal yang bersifat furu’iyah.
“Perbedaan itu hal biasa dalam kehidupan beragama. Yang terpenting adalah tetap menjalankan ibadah dan menjaga kebersamaan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Selain itu, Kemenag juga mendorong agar masjid menjadi ruang yang inklusif bagi seluruh umat Islam. Masjid diharapkan tidak dikuasai oleh kelompok tertentu, melainkan menjadi tempat yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan.
Sikap eksklusivisme dan klaim kebenaran sepihak dinilai berpotensi memicu intoleransi. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mengedepankan sikap moderat dan saling menghormati dalam kehidupan beragama.
Di sektor lingkungan dan ekonomi, Kemenag Busel mulai mengembangkan pendekatan ekoteologi, yaitu kesadaran menjaga alam sebagai bagian dari ajaran agama. Program ini diwujudkan melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam tanaman produktif.
Tanaman seperti cabai, tomat, dan sayuran dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Langkah ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pasar.
Selain pertanian, beberapa madrasah di Buton Selatan juga telah mengembangkan program peternakan ayam petelur. Program tersebut dikelola langsung oleh pihak sekolah dan hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal maupun dijual jika berlebih.
Dalam bidang sosial, Kemenag mendorong optimalisasi pengelolaan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dana zakat diharapkan dapat membantu masyarakat kurang mampu, khususnya dalam pembiayaan pendidikan dan layanan kesehatan.
Kemenag juga berperan sebagai penghubung antara masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi dengan mereka yang membutuhkan. Namun, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran masyarakat untuk berinfak dan bersedekah.
baca juga:
- Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dukung Kampanye Hemat Energi dan Promosi Pariwisata Lewat
- Cooking Competition Syariah Warnai HUT Sultra, Bupati Buton Selatan H Muh Adios Dukung UMKM di Festival HUT ke-62 Sultra di Bokori
Lebih lanjut, fungsi masjid diharapkan tidak hanya terbatas sebagai tempat ibadah ritual. Masjid juga didorong menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Di sektor pendidikan keagamaan, Kemenag Busel turut mendorong pengembangan pondok pesantren. Saat ini, jumlah pesantren yang aktif dinilai masih terbatas, meskipun terdapat rencana pembukaan cabang pesantren oleh pihak swasta.
Dengan berbagai langkah tersebut, Kemenag Buton Selatan berharap dapat memberikan solusi atas berbagai persoalan keagamaan sekaligus mendorong terciptanya kehidupan beragama yang harmonis, inklusif, dan produktif di tengah masyarakat.(*)


